Home / Akidah-2KMI-UstMustaqim

Pendidikan Pesantren hari ini menjadi solusi bagi para orang tua yang memiliki kesadaran tentang kondisi. Jika kita melihat fenomena akhlak dan ibadah para remaja muslim hari ini sangat menyedihkan. Banyak fakta yang bisa kita saksikan. Akhlak yang buruk. Minum-munuman keras. Interaksi dengan lawan jenis, bahkan sampai tingkatan zina, narkoba dan narkotika, berbicara kotor, berbohong, berkata kasar kepada orang tua, berfoya-foya dalam hidup, dan banyak fenomena lain tak henti-hentinya selalu terjadi.

Dari fenomena yang merebak inilah para orang tua banyak yang menghawatirkan akan nasib anak-anak mereka kelak, jika tidak segera diselamatkan dengan pendidikan dan lingkungan Islami. Lingkungan dan pendidikan yang akan membentuk syakhsiyah muslimah yang baik.

Syaikh Shalih bin Fauzan menjelaskan bahwa sesungguhnya setiap anak yang terlahir di dunia ini terlahir dalam kondisi fitroh. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar Rum : 30 :

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168]”.

Fitrah Allah maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama Yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantaran pengaruh lingkungan.

Dan sabda Rasulullah ﷺ yang artinya:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap bayi dilahirkan atas dasar fitroh, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani, atau Majusi”. (HR. Bukhari & Muslim)

Fitroh yang lurus yang Allah karuniakan kepada setiap manusia ini adalah satu satu dari 3 foktor yang mendorong atau memotifasi mereka untuk berbuat baik. Artinya jika fitroh manusia masih lurus niscaya ia akan terbimbing menuju kebaikan. Karena secara fitroh manusia, mereka tidak menyukai perzinaan, kemaksiaatan, kejahatan, kebohongan, dan keburukan-keburukan yang lain.

Tetapi jika fitroh ini sudah melenceng dari jalan yang lurus atau telah terkontaminasi dan ternodai, maka ia tidak lagi mampu mengarahkan pemiliknya menuju kebaikan-kebaikan, sehingga ia lebih suka untuk berbuat keburukan.

Apa sebetulnya yang merubah fitroh manusia ini?? ada dua faktor utama yang merubah fitroh manusia :

Pertama adalah Bi’ah Sayyi’ah (lingkungan yang buruk), dan yang Kedua adalah Tarbiyyah Munharifah (pendidikan yang menyeleweng). Jika seorang anak tinggal dilingkungan yang buruk maka lama-kelamaan dan lambat laun akhlaknya akan melenceng, demikian pula jika ia disekolahkan di lembaga pendidikan yang menyeleweng pasti akan merubah dan mempengaruhi fitrohnya.

Bila Kenyataan Tak Sesuai Harapan

Tidak salah jika para orang tua mulai memilih pesantren yang bermanhajkan salaf, yang memiliki tarbiyah yang lurus serta lingkungan yang kondusif dalam rangka menjaga fitroh putra putrinya. Sehingga mereka tetap terjaga dalam akhlak yang mulia, ibadah yang shohihah, serta aqidah yang lurus.

Tetapi bagaimana jika kondisi berbalik dan tidak sesuai dengan harapan ?? artinya, ternyata meskipun sudah disekolahkan di pesantren ada beberapa orang tua yang mengeluhkan anaknya. Yang ibadahnya belum beres, akhlaknya kurang baik, dan larut dengan dunia luar.

Ternyata pendidikan pondok tidak serta merta menjadikan anak baik. Terlebih yang dahulu sejak kecil terkungkung dalam pendidikan pesantren. Anak akan merasakan keguncangan yang luar biasa. Meskipun ada sebagian yang berhasil. Anak akan mengalami kebosanan, kejenuhan dengan dunia yang seperti ini. Dunia yang streril dari kemaksiatan sehingga barangkali hal ini akan menyebabkan daya imun anak kurang kuat. Setelah lulus dari pesantren mereka menghadapi banyak hal-hal baru yang belum pernah mereka rasakan selama pendidikan di pesantren, sehingga mereka memiliki rasa penasaran untuk melakukannya. Wallahu a’lam.

error: Content is protected !!