BerandaKajianRenunganMengukir Senyum Saat Dizhalimi

Mengukir Senyum Saat Dizhalimi

- Advertisement -spot_img

 

Fitnah ketika berjalan di atas panggung kebenaran bagaikan memikul beban berat sesaat demi tujuan yang mulia, karena indahnya pelangi muncul ketika hujan gelap berhenti. Sungguh karena ia tahu bahwa fitnah kezhaliman ketika disikapi dengan kesabaran akan membuka pintu pertolongan Allah dalam hidup kita kelak. Maka saat itulah orang yang menggunakan kecerdasan akalnya untuk mengekang hawa nafsu terhadap cobaan bisa melepas senyumnya karena yakin bahwa Allah pasti akan memnuhi janji-Nya. Allah – Subhanahu wa Ta’ala– berfirman:

وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللَّهُ

“Dan barangsiapa membalas dengan setimpal penganiayaan yang pernah ia terima kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya” (QS. Al Hajj: 60)

Bila Allah telah menjamin pertolongan atas orang yang pernah membalas kezhaliman sebelumnya, maka bagaimana halnya dengan orang yang dianiaya namun sabar dan tidak membalas sedikitpun? Sungguh karena ia pun memahami bahwa kezhaliman itu jembatan untuk mendapatkan dua kali lipat pahala berlimpah dari Ar Rahman:

أُولَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kabaikan, dan sebagian dari apa yang kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.” (QS. Al-Qashash: 54)

Sungguh kezhaliman adalah jalan bersama dengan Allah, Dzat yang sempurna. Sebagaimana yang dikatakan Nabi kepada orang yang mengeluhkan tentang kerabatnya yang senantiasa dia santuni namun mereka berlaku jahat kepadanya, kata beliau:

وَلاَ يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللَّهِ ظَهِيرٌ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ

“Allah akan senantiasa menolong dan bersamamu selama kamu tetap seperti itu.” (HR. Muslim)

Sungguh kezhaliman adalah pintu meraup pahala yang berlimpah dari orang yang menzhaliminya, kelak pada hari keadilan ditegakkan. Rasulullah – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – bersabda:

إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ

“Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.”(HR Muslim no. 6522)

Sembari bertaubat dari seluruh kesalahan dan kemaksiatan maka menenangkan diri adalah kunci menghadapi gelombang kezhaliman. Senyumlah dan pejamkan mata karena kezhaliman yang menimpa kita tidak mengurangi kedudukan kita di hadapan Allah. Bersuka citalah bahwa dosa kita yang menggunung telah dikurangi dan diambil oleh yang menzhalimi. Baarokallah fikum. La tansana min duaikum.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami