Home / Renungan / Putihkanlah Lembaran Hidupmu Dengan Bertaubat

Putihkanlah Lembaran Hidupmu Dengan Bertaubat

Dokumentasi perjalanan seorang hamba kepada Rab-nya selalu tak pernah sepi dengan dosa dan kemaksiatan. Karena tak ada manusia yang lembar kehidupannya putih cemerlang tanpa noktah dosa dan maksiat. Tak ada yang maksum dari penduduk bumi karena mereka dikepung oleh syaithan yang tak pernah cuti menceraikan manusia dari jalan yang lurus plus dengan nafsu yang terus merongrong tenaga ketaatan.

Manusia tak akan pernah bisa layaknya penduduk langit dari para malaikat mulia yang senantiasa bertasbih dan mengagungkan Allah tanpa henti. Tidak ada yang maksum diantara kita wahai para hamba Allah karena sifat kemaksuman hanyalah para Nabi dan Rasul yang memilikinya. Manusia layaknya kumpulan dosa dan kemaksiatan. Kalau-lah dosa kita mengeluarkan bau, pastilah bau kebusukan yang menyebar dari badan kita karena ramainya kemaksiatan yang mengisi rongga dada kita.

Tapi tahukah kita, Allah tak pernah mencari manusia yang bersih kehidupan dari dosa, tak pernah. Karena justru Allah selalu mencintai manusia yang berbuat dosa lalu bertaubat…

Karena Allah tak hanya mencintai ibadah shalat, puasa dan haji-mu. Tapi Allah mencintai hamba yang pandai membersihkan dirinya dari kotoran dosa dengan bertaubat sebagaimana Allah mencintai hamba yang bersuci dari hadats dan najis.

Metamorfosa menjadikan ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu cantik yang menawan

Dan taubat jauh lebih dahsyat dari metamorfosa, ia merubah hina dina seorang manusia menjadi mulia dihadapan Rabb-nya. Sebagaiman nasib pembunuh seratus nyawa yang diampuni oleh Allah dengan langkah kakinya yang dekat dengan kampung orang yang shalih.

Sebagaimana Ushairim bani Abdul Asyhal, seorang sahabat yang memasuki syurga dan ia belum pernah melakukan shalat. Padahal ia sebelumnya membenci Islam. Lalu ketika ia terjadi peperangan Uhud ia masuk Islam dan berperang di bawah panji tauhid hingga ia gugur sebagai pembela Islam. Maka ketika ditanyakan tentang status dirinya kepada Rasul, maka Nabi-pun menjawab bahwa ia salah satu penduduk syurga. Dan Abu Hurairah pun berkata, “Ia-lah sahabat Nabi yang belum pernah shalat tetapi menjadi penduduk syurga.” (As Sirah An Nabawiyyah Ibnu Hisyam, 3/40)

Sebagaimana pula Maiz bin Malik seorang sahabat yang berzina, tapi ketika ia bertaubat dan di rajam. Maka Allah memberikan hadiah kepadanya dengan syurga dan bisa memberikan syafa’at kepada penduduk Madinah,kalau-lah Allah mengizinkan.

Bergegaslah dalam bertaubat dan iringilah hidupmu dengan tanpa henti untuk beristigfar dan bertaubat karena Allah menyampaikan perintah bertaubat dengan perintah “bergegas-lah”. Sebagaimana dalam firman-Nya:

“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang telah dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah.” (Ali Imran: 133)

Maka sunggguh tak ada panah beracun yang paling mematikan dimiliki oleh iblis kecuali panah tasywif (melambatkan seorang hamba dalam kebaikan dan taubat). Sebagaimana penuturan Ibnul Qayyim dalam Al Fawaid.

Allah berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31)

Dan sungguh taubat, ia mampu menjadikan hitamnya dosa menjadi tumpukan pahala yang bertumpuk lagi bercahaya:

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang digantikan oleh Allah keburukan-keburukan mereka menjadi berbagai kebaikan. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al Furqaan: 68-70)

Bertaubat-lah kepada Rab semesta alam, karena catatan dosa apabila kita enggan bertaubat kepada-Nya hanya akan menjadi beban berat di padang mahsyar dan menjadi keringat yang menenggelamkan seorang manusia di pengadilan Allah. Barokallah fikum

 

Oleh : Fulan bin Fulan

Baca Juga

Dzikrullah, Penentram Hati

Di antara amal yang dapat menghidupkan hati adalah dzikrullah, berdzikir kepada Allah. Maka kebutuhan hati ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

DIBUKA KEMBALI PSB-2020/2021-Gel-(2) khusus Unit-DIDMulai 1 Maret 2020
+ +