Home / Renungan / Sabar ; Pelipur Lara & Penentram Jiwa

Sabar ; Pelipur Lara & Penentram Jiwa

Dalam mengarungi samudera kehidupan, seseorang tidak lepas dari yang namanya ujian. Setiap insan pasti akan bertemu dengan ujian, dalam keadaan suka atau tidak suka, siap atau tidak, ujian akan datang menghampirinya. Semakin tinggi keimanan seseorang, maka akan semakin besar pula ujian yang kelak akan dihadapi. Ibarat sebuah pohon, semakin tinggi maka akan semakin kencang pula hembusan angin yang menimpanya. Dalam hal ini ujian yang paling berat dialami oleh para Nabi, kemudian orang-orang shalih dan seterusnya tergantung kadar keimanan seseorang.

Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang siapa orang yang paling berat ujianya, maka Rasulullah saw menjawab;

الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujianya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba akan senantiasa mendapat cobaan hingga ia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan;

وَالله ُتَعَالَى قَدْ جَعَلَ أَكْمَلَ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَعْظَمُهُمْ بَلَاءً

“Allah ta’ala akan memberikan cobaan terberat bagi setiap orang mukmin yang sempurna imanya.” (Qa’idah fil Mahabbah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, hal. 150)

Demikianlah kekokohan iman dengan kadar ujian selalu berbanding lurus, semakin kuat iman seseorang maka ujian yang akan diberikan oleh Allah swt semakin besar.

Ujian yang diberikan oleh Allah tidak hanya dengan sesuatu yang buruk saja melainkan juga dengan perkara-perkara yang baik. Terkadang seorang muslim bisa lebih bersabar  ketika diuji dengan musibah dan kesusahan dari pada diuji dengan kenikmatan. Abdurrahman bin Auf ra pernah berkata;

ابْتُلِينَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالضَّرَّاءِ فَصَبَرْنَا ثُمَّ ابْتُلِينَا بِالسَّرَّاءِ بَعْدَهُ فَلَمْ نَصْبِرْ

“Kami diuji dengan kesusahan-kesusahan (ketika) bersama Rasulullah saw dan kami dapat bersabar. Kemudian kami diuji dengan kesenagan-kesenangan setelah beliau wafat dan kamipun tidak dapat bersabar.” (HR. Tirmidzi)

Disinilah peran penting dari sebuah kesabaran, karena itu seorang mukmin haruslah memiliki sifat sabar. Karena dengan kesabaran ia akan mampu menghadapi segala ujian dengan tenang dan tentu saja semua ini akan semakin meringankan beratnya ujian tersebut.

 

Kabar Gembira Bagi Mereka yang Sabar

Allah swt memberikan kabar gembira bagi seseorang yang senantiasa bersabar atas segala ujian kehidupan yang menimpanya, diantaranya;

  1. Shalawat, Rahmat dan Hidayah dari Allah swt

Allah swt senantiasa mencurahkan shalawat, rahmat dan hidayah-Nya kepada orang-orang yang sabar. Karena jika mereka ditimpa ujian dan cobaan dari Allah mereka kembalikan urusannya kepada Sang Pencipta, yang memilikinya. Allah swt berfirman;

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

 “Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harat, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang- orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.  Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” ( QS: Al Baqarah ayat 155-157)

Atas dasar ini, bila kita ditimpa musibah baik besar maupun kecil, dianjurkan mengucapkan kalimat ini, dan ini yang dinamakan dengan kalimat istirja’ (pernyataan kembali kepada Allah swt).

  1. Mendapatkan Balasan yang Lebih Baik dari Amalanya

Allah swt memberikan ganjaran bagi orang yang sabar melebihi usaha atau amalan yang ia lakukan. Sebagaimana firman-Nya : “……Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang- orang yang sabar.“ (QS. An-Nahl: 126)

Dalam ayat lainnya, Allah swt menjanjikan akan memberikan jaminan kepada orang yang sabar dengan ganjaran tanpa hisab (tanpa batas). Sebagaimana firman-Nya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

  1. Mendapat Ampunan dari Allah swt

Selain Allah memberikan ganjaran yang lebih baik dari amalannya kepada orang yang sabar, Allah juga memberikan ampunan kepada mereka. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya :  ”Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar”. (QS. Hud: 11)

Dari Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seorang muslim, melainkan Allah SWT telah menghapus dengan musibah itu dosanya. Meskipun musibah itu adalah duri yang menusuk dirinya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Mendapat Martabat Tinggi di dalam Surga

Anugerah yang lebih besar bagi orang-orang yang sabar adalah berhak mendapatkan martabat yang tinggi dalam Surga. Allah swt berfirman: “Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.” (QS. Al-Furqan: 75)

Semoga Allah swt memberikan taufiq kepada kita untuk bisa bersabar di setiap perkara yang kita hadapi. Baik itu dalam ketaatan kepada Allah swt dan menjauhi maksiat kepada-Nya, juga dalam menetapi taqdir-Nya yang tidak pernah kita dapat mengira dan menyangkanya. Aamiin

 

Oleh : Ust. Oemar Mita, Lc

Baca Juga

Putihkanlah Lembaran Hidupmu Dengan Bertaubat

Dokumentasi perjalanan seorang hamba kepada Rab-nya selalu tak pernah sepi dengan dosa dan kemaksiatan. Karena ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami