Home / Kajian / Keajaiban Istighfar

Keajaiban Istighfar

Tidak diragukan lagi bahwa kita telah berada di akhir zaman. Di antara ciri kehidupan akhir zaman adalah banyaknya fitnah kehidupan. Fitnah syubhat yang menjadikan seseorang memandang yang benar salah dan yang salah benar. Penegak kebenaran disalahkan sedangkan penegak kesalahan dibenarkan. Demikian juga fitnah syahwat yang menjadikan sebagian muslim rela menjual agamanya demi mendapatkan kenikmatan dunia.

Jerat jerat dosa begitu banyak tersebar di segala lini kehidupan. Sehingga bila tidak mawas diri, bisa jadi hati seorang mukmin semakin gelap oleh noda dosa yang pada gilirannya membutakan hatinya dari kebenaran. Rasulullah saw bersabda:

تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَىُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَىُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلاَ تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ وَالآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لاَ يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلاَّ مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ

“Fitnah itu masuk ke dalam hati seperti anyaman masuk satu demi satu. Hati mana saja yang menerimanya maka akan dikasih noktah hitam di hatinya. Dan hati mana saja yang menolaknya maka akan diberi noktah putih di hatinya. Sehingga terbagilah menjadi dua macam hati; hati putih seperti awan yang tidak akan ada fitnah yang membahayakannya selama langit dan bumi tegak. Dan hati lainnya adalah hitam gelap seperti panci terbalik, tidak lagi mengenal yang baik dan tidak mengingkari yang buruk, kecuali hanya mengikuti hawa nafsunya.” (HR. Muslim).

Dari sinilah seorang muslim perlu memperhatikan hatinya agar terhindar dari berbagai fitnah. Dan sekiranya fitnah dosa terlanjur mengenai diri, hendaklah segera membersihkannya dengan basuhan taubat dan istighfar kepada-Nya. Perhatikanlah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

إِنَّهُ لَيُغَانُ على قلبي، وإِني لأسْتَغْفِرُ اللهَ في كُلِّ يومٍ مِائَة مَرَّة

“Sesungguhnya hatinya ada penutupnya, sayapun beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari.” (Abu Dawud).

Rasulullah, manusia mulia yang tidak punya dosa, untuk menjaga hati beliau sampai beristighfar seratus kali. Tutupan hati bagi Rasul bukan karena dosa-dosa. Melainkan karena kesibukan beliau dalam melakukan ketaatan yang terkait dengan urusan manusia sehingga mengurangi taqarrub beliau kepada Allah. Kepekaan hati beliau menjadikan beliau harus beristighfar seratus kali dalam sehari.  Lalu bagaimana halnya dengan diri kita yang setiap hari susah lepas dari dosa? Tidak bisa tidak. Mestinya kita terus melazimi dan memperbanyak istighfar agar kotoran hati hanyut dengan istighfar. Pada gilirannya, dengan bersihnya hati dari tutupan dosa, kita bisa menikmati lezatnhya ketaatan di jalan-Nya. Dari Abu Hurairah radhiyallah anhu bahwa Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ).

“Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan satu kesalahan akan diberi noktah hitam. Jika ia meninggalkan dosa dan beristighfar serta bertaubat, maka hatinya akan jernih kembali. Tetapi jika ia mengulangi dosanya maka noktah itu semakin bertambah sehingga memenuhi rongga hatinya. Itulah penutup yang Allah sebutkan dalam firman-Nya: “Sekali kali tidak, bahkan penutup yang ada pada hati mereka itu karena apa yang mereka perbuat (dosa dosa).” (QS : Al Muthaffifin : 14). (HR. At Tirmidzi)

Faedah Faedah Istighfar.

Selain membersihkan hati dan menguatkannya dari berbagai fitnah kehidupan, ternyata istighfar memiliki banyak keutamaan, baik terkait kehidupan dunia maupun akherat.  Di antaranya adalah:

Pertama; Penjamin agar Tidak Diadzab di Dunia

Allah berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Allah tidak akan menyiksa mereka sedangkan Engkau  (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka dan Allah juga tidak akan menyiksa mereka sedangkan mereka masih beristighfar.” (QS : Al Anfal: 33).

Kedua: Meraih Kebaikan yang Banyak di Dunia

Allah berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

Maka saya katakan : Beristighfarlah kepada Rabb kalian sesungguhnya Dia  Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan kepada kalian hujan yang deras. Dan menambah bagi kalian harta benda, dan anak anak,dan menjadikan bagi kalian kebun kebun dan sungai sungai. (QS : Nuh:10-12).

Dari Abdullah bin Abbas  RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَزِمَ الاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ

“Barang siapa yang melazimi istighfarAllah akan menjadikan setiap kesempitannya ada jalan keluar,  dan dari setiap kesedihan ada kegembiraan dan Allah beri ia rejeki dari arah yang tidak disangka sangka.” (HR. Abu Dawud)

Ketiga; Membawa Keberuntungan dan Ketinggian Derajat di Jannah

Berikut beberapa hadits yang menunjukkan bahwa istighfaar bisa meninggikan derajat dan membawa keberuntungan di akherat. Beliau saw bersabda:

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِى صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

“Beruntunglah orang yang mendapati pada lembaran catatan amalnya istighfar yang banyak.” (Sahih Ibnu Majah)

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِى الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَارَبِّ أَنَّى لِى هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba salih  di jannah lalu berkata, “Apa penyebab saya menjadi seperti ini? Allah berfirman: “Disebabkan istighfar anakmu untukmu.” (HR. Muslim).

Jangan Sia-Siakan Kesempatan.

Hidup adalah kesempatan. Kesempatan untuk berbuat baik, dan menghapus keburukan keburukan dengan istighfar. Pintu yang selalu dibuka sebelum terbitnya matahari dari barat atau saat nyawa sampai kerongkongan. Dalam hadits qudsi disebutkan dari Anas bin Malik ra berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:” Allah berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Wahai anak Adam selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan senantiasa mengampunimu bagaimanapun keadaanm, Aku tidak pedullikan semua itu.Wahai anak Adam sekiranya dosamu sampai ke penjuru langit lalu engkau meminta ampun kepada-Ku maka Aku akan ampuni engkau dan Aku tidak pedulikan (dosa dosamu). Wahai anak Adam  sekiranya engkau datang kepada-Ku dengan sepenuh bumi kesalahan, kemudian engkau bertemu dengan-Ku tanpa menyekutukandengan-Ku sedikit pun juga maka Aku akan mendatangkan sepenuh bumi ampunan (Tirmidzi).

Untuk itu marilah memperbanyak istighfar, dengan disertai penyesalan hati dan ucapan istighfar yang diresapi, serta kemauan kuat untuk tidak terus melakukan dosa. In sya Allah dosa besarpun akan luruh karenanya. Rasulullah bersabda:

مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ كَانَ فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ

“Barang siapa yang mengucapkan: Saya memohon ampun kepada Allah yang tidak ada sembahan selain Dia Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya” maka dosanya diampuni meskipun ia telah lari dari medan perang.” (Sahih Abu Dawud).

Demikian juga, jangan melupakan bacaan sayyidul istighfar setiap siang dan malam dengan penuh keyakinan, sehingga dengannya atas ijin Allah kita akan bisa masuk ke jannah-Nya. Wallahu a’lam bish showab.

 

Baca Juga

Meninjau Lemahnya Kemauan dan Rendahnya Cita-cita

Beberapa pengamat  menilai adanya perbedaan  yang nampak   antara karakter generasi yang lahir dan tumbuh  sebelum ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

DIBUKA KEMBALI PSB-2020/2021-Gel-(2) khusus Unit-DIDMulai 1 Maret 2020
+ +