Home / Tarbiyah / MEMAHAMI KARAKTER UNIK PADA DIRI ANAK

MEMAHAMI KARAKTER UNIK PADA DIRI ANAK

Mendidik anak merupakan sebuah kewajiban yang utama. Karena sesungguhnya mendidik anak adalah ladang pahala. Ia merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Para pendidik hendaknya menikmati dan bersabar dalam mendidik anaknya. Supaya ia dapat meraih pahala sebanyak-banyaknya.

Kita masih sering melihat para orang tua maupun pendidik yang kurang sabar dalam mendidik putra-putrinya. Bisa jadi hal itu disebabkan karena kurang sadarnya mereka bahwa mendidik anak merupakan sebuah amal shalih yang bernilai ibadah.

Apabila Allah Subhanahu wa ta’la mengaruniakan anak kepada manusia, ia juga meletakkan tanggungjawab mendidik anak itu kepada ibu bapaknya supaya ia menjadi anak yang baik. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim : 6)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Lelaki itu ibarat penggembala terhadap keluarganya dan ia bertanggungjawab kepada gembalanya. Perempuan itu penggembala di rumah suaminya dan ia bertanggungjawab terhadap gembalanya.”(HR. Bukhori & Muslim)

Lihatlah bagaimana Umar bin Khaththab Radhiyallahuanhu menggerakkan anaknya untuk berkompetisi untuk menumbuhkan potensi yang terpendam.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةً لاَ يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ فَحَدِّثُونِي، مَا هِيَ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِي (قَالَ عَبْدُ اللهِ): وَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْييْتُ ثُمَّ قَالُوا: حَدِّثْنَا، مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: هِيَ النَّخْلَةُ  (أخرجه البخاري)

Sesungguhnya di antara pohon-pohon di padang pasir ada sebuah pohon yang daunnya tidak gugur, dan sesungguhnya pohon itu adalah sebagai perumpamaan seorang muslim. Ceritakan kepadaku apa yang dimaksud dengan pohon itu ?” Lalu para sahabat menduga-duga mengenai pohon-pohon padang pasir itu. Dan diriku menduga bahwa pohon yang dimaksud adalah pohon kurma, namun saya merasa malu (mengutarakan). Kemudian para sahabat berkata,”Ceritakanlah kepada kami, wahai Rasulullah, apa yang dimaksud pohon itu?” “Pohon itu ialah kurma”, jawab Rasulullah. (HR. Al Bukhari)

Abdullah bin Umar berkata:

فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِعُمَرَ ، فَقَالَ : لأَنْ تَكُونَ ، قُلْتَ : هِيَ النَّخْلَةُ ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كَذَا وَكَذَا (هَذَا حَدِيثٌ مُتَّفَقٌ عَلَى صِحَّتِهِ ، أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ)

“Lalu saya sampaikan hal itu kepada Umar, lalu beliau berkata,Sungguh jika kamu mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma, niscaya lebih saya sukai dari pada diam saja”. (HR. Muslim, hadits ini telah disepakati keshahihannya)

Ini merupakan bentuk dorongan dan motifasi untuk berkompetisi dari Umar kepada anaknya, Abdullah, agar ia berani berbicara di tengah-tengah majlis (forum) orang-orang dewasa untuk mengemukakan gagasan di saat mereka sendiri tidak menemukan solusi terhadap suatu masalah.

Hendaknya para pendidik memperhatikan beberapa karakter mendasar yang terdapat dalam diri anak. Untuk memudahkan dalam membimbing dan mengarahkan, serta mewujudkan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu dalam mendidik anak-anak. Dan di antara karakter mendasar tersebut adalah :

  1. Sulit Diam dan Banyak Bergerak

Anak kecil suka banyak bergerak dan beraktifitas dan ia tidak bisa diam dalam waktu yang lama. Di mana Rasulullah telah mengabarkan kepada kita bahwa keringat anak kecil menambah kecerdasan anak kelak ketika ia dewasa.

Oleh karena itu para ayah dan ibu hendaknya mengarahkan anak-anak menuju potensi yang baik. Jangan kekang ia untuk diam dan tidak beraktifitas. Biarkan ia banyak bergerak dan beraktifitas, karena itu menunjukkan kecerdasannya.

Para orang tua dan pendidik janganlah khawatir dan bingung dengan anaknya yang banyak bergerak, yang sering dianggap oleh para orang tua usil methisil. Yang perlu kita lakukan adalah memberikan pengawasan dan pengarahan agar potensi tersebut bisa berkembang dalam nilai-nilai positif.

 

  1. Suka Meniru

Anak kecil suka meniru orang lain yang usianya lebih tua, terutama kedua orang tua dan para pendidik entah itu yang baik maupun yang buruk. Apabila orang tua shalat maka anak akan berusaha meniru untuk shalat. Demikian pula apabila orang tua minum khomer dan merokok, maka anak akan berusaha meniru minum khomer dan merokok.

Oleh karena itu wajib bagi orang tua dan pendidik untuk menjadi contoh tauladan yang baik bagi anak-anak mereka dan mengarahkan mereka kepada amal-amal shalih. Juga di sinilah ternyata pentingnya bekal ilmu dan taqwa bagi para orang tua dan pendidik sebelum menjalanan tugas mendidik. Yang tentunya harus sudah ditanamkan dalam diri para calon orang tua dan para guru jauh sebelumnya.

 

  1. Ngeyel dan Suka Menentang

Di antara sifat yang mencolok yang dimiliki anak-anak adalah suka menentang dan memberontak. Para orang tua dan pendidik tidak perlu kaget dan menuduh bahwa mereka membiasakan dengan sifat penentangan dan pemberontakan kepada orang tua atau pendidik secara sengaja. Tetapi wajib bagi para orang tua dan pendidik untuk mencari satu kegiatan yang bisa mencounternya. Atau dengan menceritakan kisah-kisah yang mengarahkan untuk meninggalkan perbuatan buruk di antaranya adalah pemberontakan dan penentangan.

 

  1. Banyak Bertanya

Anak kecil suka bertanya tentang banyak hal. Bahkan perkara-perkara yang beraneka ragam yang rinci dan pelik, atau perkara-perkara yang sulit dijangkau oleh akalnya. Dan terkadang hal ini menjadikan orang tua dan pendidik jengkel dan malas untuk menanggapi sesuatu yang di anggap sebagai celotehan dan pertanyaan-pertanyaan tak penting dari anak-anaknya.

Dianggap brisik lah… mengganggu lah…padahal banyak bertanya ini merupakan karakter unik yang dimiliki anak yang bisa mengasah pengetahuan dan kecerdasannya. Orang tua dan pendidik bisa mengarahkannya.

Hendaknya orang tua mendengarkan dengan seksama dan penuh perhatian menanggapi dengan sabar berusaha menjawab satui demi satu pertanyaan anak untuk memuaskannya. Tentunya dengan jawaban-jawaban yang benar, tidak asal, jawaban yang sederhana yang bisa diterima oleh akalnya. Sehingga anak puas dan tidak berada dalam kebingungan.

 

  1. Memiliki Daya Ingat yang Kuat

Daya ingat dan daya fikir anak-anak masih bersih dan jernih belum tercampuri oleh berbagai macam persoalan dan masalah. Oleh karena itu anak kecil mudah sekali menghafal meskipun belum memahami apa yang dihafal. Inilah yang disebut dengan potensi akan yang kuat.

Maka bagi para orang tua dan pendidik hendaknya memanfaatkan kekuatan atau potensi unik yang Allah anugerahkan ini untuk menghafalkan Al Qur’an dan hadits-hadits, doa-doa dan yang lainnya. Apa yang melekat dalam ingatan anak pada masa kecilnya sulit hilangnya.

 

Itulah beberapa karakter unik yang telah Allah karuniakan dalam diri anak kita. Semoga bisa dengan merenungkan dan memahaminya bisa membantu dan mempermudah kita mendidik anak-anak kita agar mereka menjadi Qurrota A’yun (penyejuk mata) yang senantiasa beribadah dan taat kepada Allah.  Sehingga kelak keluarga kita terjaga dari api neraka dan bisa berkumpul bersama di jannah-Nya. Aamiin.

Oleh : Taufiq Abu Nahlin

Baca Juga

ANAK SHALIH, SIAPA DULU BAPAKNYA??

Rasanya tidak ada satupun orang tua di dunia ini yang tak ingin dikaruniai anak-anak yang ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

+ +