Home / Usroh / Mengajarkan Adab Bermajelis Kepada Anak-anak

Mengajarkan Adab Bermajelis Kepada Anak-anak

Pernahkah kita merasa risih dan jengah dengan perilaku anak-anak di sebuah majlis? Dari yang berlarian sambil berteriak-teriak, menangis minta jajan, berebut mainan, dsb. Yang kondisi ini sering membuat mood kita langsung hilang, baik sebagai pendengar atau pembicara. Bagaimana pun, majlis ilmu tidak sama dengan majlis walimahan, apalagi sekedar ganti tempat bermain bagi anak-anak.

Apa yang kita pikirkan ketika mendapat ketidak-nyamanan ini? Di mana sih ibunya? Kenapa dibiarkan saja?

Menghadiri majlis ilmu bagi para ibu, memang bukan hal mudah. Apalagi jika mereka harus membawa anak-anak yang kadang jumlahnya tidak sedikit. Maka sudah selayaknya mereka bersiap lahir batin untuk membawa anak-anak ikut dalam majlis ilmu. Karena tanpa kesiapan yang memadai sering sekali anak-anak membawa efek bagi majlis.

Paling penting dipahami adalah bahwa keutamaan seorang muslim terletak pada kebaikan akhlaknya. Rasulullah saw bersabda

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ

“Hanyasanya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” ( HR. Ahmad).

Maka akhlak  menjadi barometer kebaikan seorang muslim. Seorang muslim akan mengupayakan selalu berakhlak baik. Dan bagian dari akhlak yang baik adalah beradab yang baik di manapun dan apapun kondisinya. Termasuk adab bermajlis. Karena dalam majlispun ada adab yang harus ditaati. Di antaranya adalah tidak mengganggu peserta yang lain, apalagi dengan berisiknya anak-anak, dan ketidak-pedulian para orang tua memberi kesan tidak menghargai pembicara.

Sebenarnya ada hal-hal sederhana yang bisa dilakukan oleh para ibu terutama, jika hendak membawa anak-anak menghadiri majlis ilmu. Di antaranya adalah:

  1. Menjelaskan kepada anak tentang majlis yang akan dihadiri, adalah majlis ilmu. Jadi ada hal-hal yang boleh dilakukan, dan ada yang tidak boleh. Tentu dengan penjelasan dan batasa-batasan yang wajar bagi anak-anak.

Orang tua bisa membuat kesepakatan dengan anak, seperti boleh ikut tapi tidak boleh ramai, atau menangis.

  1. Mempersiapkan keperluan anak selama bermajlis, karena bagaimanapun rentang fokus anak-anak pendek. Tidak selama rentang fokus orang tua. Jadi memang tidak mungkin menyuruh mereka duduk manis selama majlis. Untuk membuat nyaman mereka, ada beberapa yang bisa disiapkan seperti snack dan minuman supaya anak-anak tidak rewel karena ingin snack milik temannya, atau kehausan juga anak yang kenyang biasanya lebih tenang.

Bisa juga dibawakan mainan agar anak-anak tidak merasa bosan, tentu mainan yang tidak mengganggu, tidak berbunyi, tidak terlalu besar, atau berbahaya. Buku gambar atau mewarnai bisa menjadi alternatif pilihan.

Baju ganti, apalagi jika majlis yang dihadiri memakan waktu yang lama, dan tempatnya agak jauh dari rumah. Karena kemungkinan bisa terjadi kecelakaan-kecelakaan kecil, yang mengharuskan melepas pakaian anak. Seperti minuman yang tumpah, popok bocor, atau bahkan anak-anak main air.

  1. Menegur dan mengingatkan anak jika melakukan hal yang tidak sepantasnya. Anak-anak mungkin terlalu senang sehingga lupa dengan kesepakatan awal sebelum bermajlis, maka orang tua seharusnya tidak membiarkan dia melanggar kesepakatan yang sudah dibuat. Di samping anak akan meremehkan tanggung jawab, membiarkan anak-anak mengganggu majlis, menimbulkan kesan bahwa kita adalah orang egois, yang penting anak kita senang, tapi kita tidak mengindahkan perasaan orang lain. Anak-anak memang mudah melakukan kesalahan karena keterbatasan akal mereka, tapi membiarkan setiap kesalahan juga buka keputusan yang bijak, karena anak akan menganggap hal itu benar dan kemudian mengulanginya.
  2. Memberikan penghargaan atau pujian jika anak bisa berperilaku baik di dalam majlis, atau dijanjikan besok akan diajak lagi untuk ikut orang tua.

 

Memang terkesan repot, menyiapkan segala hal kebutuhan si kecil, tapi bukankah kita mampu bersabar untuk menyiapkan segala keperluan mereka ketika hendak piknik? Sedangkan majlis ilmu adalah majlis yang lebih utama segaligus berkaitan dengan banyak orang.

Maka mengajarkan adab bermajlis kepada anak-anak paling ideal adalah dengan mempraktikkan langsung kepada anak. Agar anak terbiasa memiliki adab yang baik, karena beradab yang baik di dalam majlis juga merupakan indikator kebaikan akhlak seseorang. Mari kita sempurnakan pendidikan akhlak kepada anak- anak kita, termasuk akhlak dalam majlis. Wallahu a’lam bishshawab

 

Oleh : Ustadzah Sayyidah

Baca Juga

Hidupkan Malam Bersama Allah

 Shahabat mulia, Abu Hurairah pernah ditanya tentang istrinya, maka beliau menjawab, “Aku sangat mencintainya.” Tentu ...

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami

DIBUKA KEMBALI PSB-2020/2021-Gel-(2) khusus Unit-DIDMulai 1 Maret 2020
+ +