Daftar Isi
Oleh Fauzan Rizki
(Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah, Semester 2)
Silakan klik Santri Darsya untuk men-download artikel kultum berikut.
Pendahuluan
Tidak lain dan tidak bukan manusia itu diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah semata. Makna dari ibadah adalah setiap perbuatan yang menghadirkan rasa tunduk serta hina akan dirinya, pengagungan dan rasa cinta terhadap Rabbnya. Atau dalam arti yang lain adalah segala hal yang bentuknya itu tidak diketahui melainkan itu adalah ibadah seperti sholat, berdo’a dan, berpuasa.
Ibadah sebagai Olahraga Hati
Ibadah merupakan olahraga bagi hati, dengan ibadah hati akan merasa tenang meski tertimpa begitu banyak problem dunia. Allah ﷻ berfirman:
أَلَا بِذِكرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ القُلُوبَ
Artinya: “Sungguh dengan berdzikir kepada Allah akan menenangkan hati.”(QS. Ar-Ra’d:28)
Tantangan dalam Beribadah
Pada dasarnya ibadah itu tidak enak bagi jiwa. Bagaimana bisa dibilang enak seseorang menahan apa yang diinginkan nafsunya. Nafsu menghendaki makan namun pada saat itu ia puasa, nafsu menginginkan tidur namun adzan Subuh telah berkumandang. Nafsu ingin berbuat zina namun agama melarangnya. Dibalik itu semua Allah ﷻ ingin para hamba agar selalu dekat kepadaNya, ingat kepadaNya, dan ingin memasukkan hamba kepada surga-Nya. Allah ﷻ berfirman dalam QS. An-Naziat ayat 37-41:
فَأَمَّا مَنْ طَغَى # وَأَثَرَ الْحَيَوةَ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوَى # وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى # فَإِنَّ الجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى #
Artinya: “Maka barangsiapa yang melampaui batas. dan mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat kembalinya, dan barangsiapa yang takut akan Rabbnya dan menahan hawa nafsunya, maka surgalah tempat kembalinya.
Syarat Ibadah yang Diterima
Terdapat dua syarat agar ibadah diterima, yaitu ikhlas dan mengikuti sunnah. Makna ikhlas adalah menyucikan tujuan ibadah hanya kepada Allah semata, tidak tercampuri tujuan duniawi seperti agar dipuji manusia, mendapatkan harta, kedudukan dan jabatan. Makna mengikuti sunnah adalah menyandarkan tatacara ibadah kepada Nabi Muhammad ﷺ dan para salaf. Mereka adalah para sahabat, tabi’in, tabi’u At-Tabi’in Ridhwanullahi `alaihim.
Jenis-Jenis Ibadah
Ibadah itu ada ibadah dhohir dan ibadah batin. Ibadah dhohir itu seperti dzikir, sholat, bersedekah, puasa. Ibadah bathin seperti khouf, raja’, tawakal, ikhlas.
Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan
Dalam bulan Ramadhan mari kita mempersiapkan diri dengan banyak beribadah kepada Allah, dengan membiasakan diri dengan berpuasa, sholat malam, dan ibadah-ibadah yang lain.
Keutamaan Bulan Ramadhan
Pada Bulan Ramadhan Allah memudahkan hamba-Nya untuk beribadah kepada-Nya. Dan banyak keutamaan yang Allah sediakan di bulan ini tidak di bulan yang lain diantaranya.
Dibukanya pintu-pintu surga, dikunci rapat pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu. Arti dari dibuka pintu-pintu surga adalah banyaknya ketaatan yang mewajibkan terbukanya pintu-pintu surga. Dan dalam arti pintu-pintu surga itu terbuka, benar-benar terbuka. Sedangkan arti dari dikunci pintu- pintu neraka mengibaratkan sedikitnya kemaksiatan yang mewajibkan pintu-pintu neraka itu tertutup. Dan dibelenggunya setan-setan artinya terputusnya rasa was-was dari orang-orang puasa, karena mereka tidak ada keinginan untuk berbuat kemaksiatan.
Berlomba dalam Ibadah
Mari kita berlomba dalam ibadah di bulan Ramadhan. Allah memudahkan hamba-hamba-Nya beribadah pada bulan ini. Karena Allah ingin hambaNya berbuat baik agar dia dicintai Allah ﷻ. Sungguh, ketika Allah menakdirkan hambaNya bertemu dengan bulan Ramadhan, Allah menginginkan hamba tersebut untuk memperbanyak ibadah, mengampuni dosa-dosanya.
Rugi yang Besar
Sungguh rugi seseorang yang bertemu Ramadhan, tapi dia tidak menjamunya dengan baik. Rugi baginya jika ia tidak menambah amalnya di bulan ini atau sama amalannya seperti hari-hari biasanya di luar Ramadhan.
Mengoptimalkan Amalan di Bulan Ramadhan
Mari memperbanyak amalan di bulan Ramadhan, mari menahan nafsu kita dengan puasa dan banyak melakukan ketaatan pada Allah ﷻ. Semoga Allah memasukkan kita kedalam surgaNya. Aamiin ya robbal ‘alamin.
Kesimpulan
Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam artikel ini, kita telah membahas berbagai aspek penting mengenai ibadah, mulai dari makna dan tujuan ibadah itu sendiri, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjalankannya. Ibadah bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan olahraga bagi hati yang membawa ketenangan dan kedekatan kepada Sang Pencipta.
Dengan memahami syarat-syarat agar ibadah diterima, yaitu keikhlasan dan mengikuti sunnah, kita dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menyambut bulan Ramadhan. Keutamaan bulan ini, seperti dibukanya pintu-pintu surga dan dibelenggunya setan, memberikan kita motivasi untuk berlomba dalam kebaikan dan memperbanyak amal.
Sungguh, sangat disayangkan bagi mereka yang melewatkan kesempatan berharga ini tanpa memanfaatkan bulan Ramadhan dengan baik. Mari kita optimalkan setiap amalan, menahan nafsu, dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Semoga kita semua dapat meraih keberkahan dan ampunan-Nya, serta dimasukkan ke dalam surga-Nya. Aamiin ya robbal ‘alamin.




