BerandaKajianRenunganPendidikan Yang Memerdekakan

Pendidikan Yang Memerdekakan

- Advertisement -spot_img

Pendidikan Yang Memerdekakan
Oleh Ustadz Qosdi Ridwanullah

Kasus-kasus kejahatan yang mengerikan di negeri ini merupakan bukti nyata masih terbelenggunya jiwa dalam perbudakan.

Budak hawa nafsu, budak dunia, bahkan budak setan. Sehingga pemilik jiwa kotor itu tega berbuat hal di luar nalar kemanusiaan.

Pembunuhan sesama anak bangsa, perampokan uang rakyat, penipuan, kedustaan, dan perbuatan keji lainnya menjadi hal yang biasa menghiasi dinding berita media sosial.

Dari sini semestinya kita mencari akar permasalahan.

Mengapa anak bangsa yang dulu dikenal sangat humanis, jadi berubah seperti ini?

Satu hal yang perlu kami sampaikan, bahwa pendidikan anak bangsa ini belum bisa membentuk manusia yang merdeka dari perbudakan hawa nafsu.

Kemerdekaan fisik yang Allah anugerahkan kepada bangsa ini, belum ditindak lanjuti dengan tarbiyah yang juga memerdekakan diri dari belenggu hawa nafsu dan setan.

Pendidikan kita lebih fokus kepada pembentukan tenaga terampil yang hanya tahu nilai-nilai kebaikan.

Namun, tentang bagaimana implementasi kebaikan itu bisa terwujud, masih jauh api dari panggang.

Bagi muslim yang menjadi mayoritas penghuni negeri ini, sudah tentu harus menguatkan pendidikan tauhidnya.

Meyakinkan para pemeluk, bahwa setelah dirinya mengucap syahadat, otomatis dia hanya menjadi budaknya Allah Ta’ala.

Sehingga seluruh hidup dan potensi yang dimiliki, sepenuhnya hanya akan didedikasikan untuk menghamba kepada Allah semata.

Jika hal ini terpatri, maka seorang muslim akan muncul dalam performa muhsin.

Dia akan khusyuk menghamba kepada Allah sekaligus menebar kebaikan kepada sesama.

Dia tidak akan berani berbuat zalim karena tahu itu akan membuat murka Rabbnya.

Maka inilah sebenarnya amanah pendidikan Nasional kita.

Membentuk manusia yang beriman dan bertakwa.

Sehingga penguatan pendidikan akidah merupakan keharusan bagi setiap muslim agar muncul jiwa-jiwa yang merdeka dari penghambaan kepada selain Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam bi shawab.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami