BerandaMateri KhutbahKhutbah JumatProblematika Palestina Tersingkirkan Saat Ini

Problematika Palestina Tersingkirkan Saat Ini

- Advertisement -spot_img

Oleh: Muhammad Faikal Subhan

(Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah, Semester 2)

Silakan klik Santri Darsya untuk men-download artikel khutbah jum’at berikut.

Khutbah Pertama

 

الْحَمْدُ للهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ.أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ.

أَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، بَعْدَ أَنْ أَعُوْذَ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ، وَقَالَ أَيْضًا :

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهِ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا، أَمَّا بَعْدُ.

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Sudah sepantasnya kita mengucap syukur alhamdulillah atas limpahan nikmat dan hidayah Allah SWT yang terlimpahkan kepada kita semua, sehingga kita bisa terkumpulkan dalam majelis yang mulia ini.

Sholawat serta salam semoga senantiasa sampai kepada junjungan terbaik Nabi kita Muhammad SAW, juga kepada keluarga belia, para sahabat, dan orang-orang yang berpegang teguh terhadap ajarannya hingga akhir hayat.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Melalui mimbar dan kesempatan kali ini, khotib berwasiat kepada diri pribadi dan para jama’ah sekalian, untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT karena ia adalah sebaik-baik bekal yang akan kita pegang menghadap-Nya di akhirat kelak.

Ma’asyiral muslimin tamu undangan Allah yang berbahagia

Di tengah gejolak zaman yang penuh tantangan ini, keutamaan shalat di tiga masjid suci—Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa—menjadi pengingat bagi kita akan pentingnya menjaga ikatan spiritual dan solidaritas umat Islam. Rasulullah ﷺ telah menegaskan dalam sabdanya bahwa shalat di masjid-masjid ini memiliki keutamaan yang luar biasa, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan shalat di tempat lain. Namun, saat ini, Masjid Al-Aqsa, yang merupakan kiblat pertama umat Islam dan saksi sejarah panjang perjuangan kita, berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Rasulullah ﷺ Bersabda, di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, yang artinya:

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

 

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173.)

Ma’asyiral muslimin tamu undangan Allah yang berbahagia

Hadist tersebut merupakan kabar gembira dari Rasulullah ﷺ tentang keutamaan shalat di tiga masjid ini di banding dengan masjid lainnya, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa. Akan tetapi yang menjadi perhatian kita sekarang adalah Masjid Al-Aqsa yang saat ini berada di tangan orang-orang Yahudi. Masjid yang menjadi saksi peristiwa-peristiwa sejarah sejak zaman Rasulullah hingga saat ini. Masjid tertua kedua di muka bumi setelah Masjidil Haram dan merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum Masjidil Haram.

Ma’asyiral muslimin jamaah jumat yang dirahmati Allah

Sejarah telah tertinggal oleh masa, akan tetapi ingatan tentangnya tidak akan pernah sirna. Masjidil Aqsa menjadi saksi berdarah tentang kekejaman orang-orang Yahudi terhadap umat Islam dan inilah yang memicu semangat para pemimpin-pemimpin Islam untuk membebaskannya dari belenggu orang-orang Yahudi, sejak zaman Umar bin Khattab hingga Pemerintahan terakhir umat Islam yaitu Daulah Turki Ustmani.

Akan tetapi sekarang ini Masjidil Aqsa sedang berada di tangan umat yang paling hina dalam sejarah, orang-orang yang ditimpa murka dan laknat Allah hingga hari kiamat, orang-orang yang selalu mengingkari janji, pengecut, pengkhianat, yaitu orang-orang Yahudi yang sering melakukan tipu muslihat dan pengkhianatan sepanjang masa.

Ma’asyiral muslimin rahimaniyallahu wa iyyakum

Allah ﷻ berfirman di dalam QS. Al-A’rāf: 166:

فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَّا نُهُوْا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خَاسِـِٕيْنَ

Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina.”

Jama’ah jum’ah yang semoga dirahmati Allah SWT

Tentang kemenangan orang-orang Yahudi terhadap umat Islam, pasti ada sesuatu yang menjadi penyebab kemenangan mereka dan kekalahan yang menimpa umat Islam saat ini. Hal ini sangat perlu diperhatikan oleh umat Islam sebagai upaya untuk pembebasan Masjidil Aqsa.

Ma’asyiral muslimin rahimaniyallahu wa iyyakum

Perlu diketahui bahwa permasalahan Masjidil Aqsa bukanlah semata hanya masalah orang-orang Arab saja, akan tetapi permasalahan ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai umat Islam. Tidak peduli tentang ras, kulit, negara ataupun suku selama didalam hatinya masih ada kalimat tauhid maka beban ini telah terletak di pundaknya.

Ma’asyiral muslimin jamaah jumat yang dirahmati Allah

Terkait dengan sebab kekalahan yang menimpa umat Muslim saat ini, menurut Dr. Abdullah Nashih ‘Ulwan, setidaknya ada 5 hal yang menjadi sebab kekalahan memalukan yang menimpa kaum Muslimin, di antaranya:

Kemerosotan Aspek Moral dan Spiritual Sebagian kaum Muslimin dan tentara Allah ﷻ menjadikan agama Islam hanya menjadi identitas, sehingga membuat diri mereka tidak takut dengan azab Allah ﷻ atas kemaksiatan yang dikerjakan bahkan melakukannya dalam keadaan terang-terangan. Minuman keras, pelacuran, judi telah menjadi hal yang biasa dan berbagai kemaksiatan lainnya, sehingga membuat mata musuh-musuh Allah ﷻ menyadari kemerosotan moral dan spiritual mereka dan membuat musuh-musuh Allah ﷻ semakin semangat dalam menjatuhkan mereka ke dalam lubang kekalahan.

Perpecahan, Percekcokan, dan Pertikaian Perpecahan yang menimpa kaum Muslimin terutama negara-negara Arab telah menjadi penyakit menular yang sulit untuk disembuhkan, karena mengabaikan prinsip-prinsip Islam yang mengajak kepada persatuan. Mengabaikan syari’at Islam dan menolak hukum Allah ﷻ menyebabkan terjadinya perbedaan terutama dalam hal manhaj serta konflik dalam keyakinan dan pemikiran sehingga sangat sulit untuk bersatu di bawah satu panji.

Allah ﷻ memperingatkan kita dalam surah Al-An’am ayat 153:

 وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.”

Kemudian dalam surah Al-Anfal ayat 46, Allah ﷻ juga berfirman:

 وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Perhatian dengan Ucapan, Bukan dengan Perbuatan Sering terdengar banyak kata-kata yang hanya sebatas ucapan, omong kosong, dan tipuan. Bentuk realisasi atas ucapan merupakan sebuah keharusan, sekecil apapun realisasi tersebut akan sangat berdampak terhadap perjuangan untuk Palestina.

Allah ﷻ berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لَا تَفْعَلُوْنَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ (3)

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?. (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaff: 2 dan 3)

Tujuan perang yang benar dalam kekalahan peperangan melawan orang-orang Yahudi adalah berperang demi fanatisme golongan, hawa nafsu, pemikiran-pemikiran Barat dan prinsip-prinsip baru yang tidak mempunyai hubungan dengan Islam.

Palestina mustahil bisa dibebaskan oleh para pendurhaka ateis. Palestina tidak akan dibebaskan oleh orang-orang yang menyagkal agama dan mengingkari Allah. Palestina tidak akan dibebaskan oleh para penjahat yang menyenangi ketidaksenonohan dan meminum alkohol.

Dr. Yusuf Al-Qaradhawi rahimahullah pernah berkata, “Saya yakin bahwa Israel tidak akan diusir dan Palestina tidak akan dibebaskan kecuali oleh orang-orang mukmin yang jujur, eanantiasa rukuk dan sujud, memerintahkan kebaikan, mencegah kemungkaran, memelihara hukum-hukum Allah, dan berperang karna Allah, seadangkan hati dan badan mereka suci. Mereka itulah para tentara sejati dimana tidak ada seorang pun atau kekuatan apa pun yang bisa melawan mereka ketika di tengah mereka ada yang menyerukan, ‘Wahai angin surga, wahai pertolongan Allah, datanglah dengan segera! Wahai para pembaca Al-Qur’an, tunaikanlah ajaran-ajaran Al-Qur’an!.”

Cita-cita mereka hanyalah meninggikan kalimat Allah. Gelar mereka hanyalah Islam. Slogan mereka hanyalah beribadah kepada Allah. Teriakan penyemangat mereka hanyalah Allahu Akbar.

Dari sifat-sifat yang telah disebutkan oleh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi rahimahullah, ini semuanya telah terkumpul pada tentara Allah, Dunia mengenalnya dengan sebutan HAMAS.

Menolak Nasionalisme Semu Banyak Statement menyatakan bahwa Palestina adalah masalah Arab bukan masalah kaum Muslimin. Ini merupakan bentuk pengkhianatan kepada Islam, karena telah mengubah perjuangan atas nama Islam menjadi perjuangan atas nama nasionalisme Arab, persaudaraan Islam menjadi persaudaraan Arab, dan ikatan iman menjadi ikatan nasionalisme.

 

Allah ﷻ berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 10:

 إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

 

Kemudian dalam QS. Al-Anbiya ayat 92 Allah ﷻ  :

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”

 

Ma’asyirol muslimin rahimaniyallahu wa iyyakum

Semoga Allah ﷻ segera memberikan kemenangan kepada seluruh umat Islam di muka bumi ini, terkhusus kepada saudara-saudara kita yang berada di Palestina saat ini. Semoga kaum muslimin saat ini bisa sadar akan problematika umat Islam saat ini, dan kita semua bisa bersatu, tidak tercerai berai kembali. Kita mampu menyatukan tujuan bersama, yaitu untuk izzul Islam wal muslimin.

 

Ma’asyirol muslimin rahimaniyallahu wa iyyakum

Problematika Palestina adalah isu yang tidak hanya menyentuh aspek politik, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral dan spiritual bagi seluruh umat Islam. Dalam bulan suci Ramadhan ini, kita diingatkan akan pentingnya persatuan dan solidaritas terhadap saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang untuk mempertahankan tanah air mereka. Keberadaan Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam dan simbol perjuangan kita harus menjadi motivasi untuk terus berdoa dan berusaha demi kebebasan mereka.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰىنَا لِهٰذَاۗ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ اَنْ هَدٰىنَا اللّٰهُ ۚ ، أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ عَلَى نَبِيِّنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ هَذِهِ الْأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيْلِ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

Di waktu-waktu mustajab di bulan Ramadhan ini, marilah kita angkat tangan dan panjatkan doa untuk para pejuang dan warga Palestina:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّالْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَأَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا اْلمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فيِ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَائَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الْمَلْعُوْنِيْنَ، وأَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami