BerandaKajianRenunganMempersiapkan Teman Terbaik Di Alam Kubur

Mempersiapkan Teman Terbaik Di Alam Kubur

- Advertisement -spot_img

Teman Terbaik Di Alam Kubur
Penulis: Mujahid Ammar (Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil lil Mudarrisin)

Rasulullah ﷺ bersabda, “Ada tiga hal yang mengiringi mayat: dua di antaranya akan kembali pulang dan satu akan tetap menemaninya.

Hal yang mengikutinya adalah keluarga, harta, dan amalannya. Maka keluarga dan harta akan kembali, dan amalan akan menetap bersamanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam hadits tersebut, Rasulullah ﷺ mengabarkan kepada umatnya bahwa yang kelak akan menemani manusia di alam kubur adalah amalannya, baik maupun buruk.

Dalam hadits lain disebutkan, jika amalan itu adalah amal kebaikan, maka ia akan menemani mayat dalam bentuk seseorang yang rupawan dan harum semerbak.

Sedangkan jika amalannya buruk, maka ia akan menemani dalam bentuk manusia yang menyeramkan, yang tidak pernah tersenyum lagi berbau sangat busuk.

Namun, di luar sana masih dapat kita jumpai keyakinan-keyakinan yang aneh dan tidak sesuai dengan syariat Islam.

Contohnya, ada sebuah media berita yang memberitakan seorang kaya raya yang mati dan dikuburkan bersama mobilnya. Ada juga yang dikubur bersama barang-barang kesayangannya, seperti motor, AC, kipas, dan lain-lain.

Bahkan yang lebih kejam, adalah seorang wanita non-Muslim di Amerika yang memiliki seekor anjing peliharaan.

Karena sangat sayang pada hewan tersebut, ia sempat membuat wasiat sebelum kematiannya agar jika ia mati, anjingnya harus disuntik mati dan dikubur bersamanya.

Ada yang lebih mengerikan daripada itu, yaitu apa yang terjadi di India pada masa lalu. Dalam ajaran Hindu pada masa itu, apabila ada seorang laki-laki meninggal, maka ia akan dikremasi atau dibakar bersama istrinya yang masih hidup.

Entah istri tersebut mau atau tidak, ia akan dipaksa untuk berbaring bersama suaminya di atas tumpukan kayu bakar. Laa haula walaa quwwata illaa billah.

Alhamdulillah, pada zaman ini praktik seperti itu tidak lagi dijalankan karena jelas-jelas termasuk pelanggaran HAM.

Mereka semua meyakini bahwa harta, keluarga, dan peliharaan mereka dapat memberikan manfaat di alam kubur nanti.

Padahal dalam Islam, harus kita yakini bahwa di alam kubur nanti tidak ada yang bisa memberikan manfaat bagi kita kecuali amalan perbuatan di dunia.

Harta dan Keluarga

Kemudian muncul pertanyaan, apakah harta dan keluarga bisa memberi manfaat bagi mayat?

Jawabnya adalah bisa. Tapi tentu saja bukan dengan cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman tadi.

Dalam Islam, harta dan keluarga bisa memberi manfaat bagi seorang yang meninggal, bukan dalam bentuk fisik, tetapi dalam bentuk pahala kebaikan yang akan mengalir kepada si mayit.

Hal ini ditunjukkan oleh hadits Rasulullah ﷺ

إذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ – رواه مسلم

Ketika seorang manusia meninggal dunia, maka amalannya terputus kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mau mendoakannya.” (HR. Muslim)

Pada hadits tersebut, kita diberitahu oleh Rasulullah ﷺ bahwa harta bisa memberi manfaat meskipun kita telah mati.

Bagaimana caranya? Dengan menginfakkan atau menyedekahkan harta tersebut pada proyek-proyek kebaikan yang bertahan lama.

Misalnya: infak untuk pembangunan masjid, atau wakaf Al-Qur’an untuk para santri.

Selama masjid itu digunakan dan Al-Qur’an itu dibaca, pahala akan mengalir kepada orang yang bersedekah, meskipun orang tersebut telah meninggal.

Inilah yang disebut dengan sedekah jariyah, sedekah yang pahalanya senantiasa mengalir, tak terputus meskipun pelakunya sudah di alam kubur.

Selain itu, keluarga juga bisa memberikan manfaat bagi orang yang telah tiada.

Bagaimana caranya? Yaitu ketika seorang ayah mampu mendidik anak-anaknya menjadi orang yang shalih dan shalihah.

Maka ketika sang ayah meninggal, anak-anak itu akan mendoakan kebaikan baginya dan memintakan ampun untuk sang ayah.

Tentu saja itu semua tidak akan terjadi jika sang ayah tidak pernah mengajari anak-anaknya untuk berdoa. Maka penting sekali mendidik anak-anak dalam kebaikan.

Dari pemaparan tersebut, marilah kita semua mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin.

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, teman seperti apakah yang kita inginkan untuk menemani di alam kubur nanti?

Semoga Allah ﷻ selalu memberikan kepada kita istiqamah dalam keimanan dan ketaatan dan semoga Allah ﷻ wafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami