Boyolali – Lapangan Prasasti Komplek STI Darusy Syahadah pada Sabtu malam, 1 November 2025, tampak semarak oleh kehadiran ratusan jamaah, santri, dan para asatidz yang memadati area acara untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama Dr. (HC) Abuya Zulkifli Muhammad Ali, Lc., M.Pd. Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi keluarga besar Darusy Syahadah, karena menghadirkan tausiyah penuh makna dari salah satu da‘i nasional yang dikenal dengan gaya penyampaiannya yang tegas dan menyentuh hati.



Acara dimulai selepas salat Isya dengan pembukaan resmi dan penyambutan tamu kehormatan. Suasana lapangan terasa khidmat namun penuh antusias. Para peserta yang terdiri dari asatidz, santri unit STI, alumni, jamaah umum, dan tamu undangan, tampak menyimak dengan seksama setiap kalimat yang disampaikan oleh Abuya Zulkifli.
Dalam ceramahnya, Abuya menekankan pentingnya menuntut ilmu dengan penuh kesungguhan serta menjaga amanah ilmu yang telah diperoleh. Beliau menyampaikan pesan mendalam,
“Ilmu itu adalah dihafal kemudian diamalkan, dan inilah yang dinamakan merawat ilmu.”
Beliau juga menasihati agar para penuntut ilmu tidak merasa malu ketika menghadiri majelis ilmu, sebab sikap demikian dapat menjadi bentuk kelemahan dalam mengemban amanah ilmu. Abuya menegaskan,
“Jangan malu ketika bermajlis ilmu, sebab itu bisa menjadi sebuah penyesalan, juga sebagai bentuk mampunya seseorang dalam mengemban amanah ilmu.”

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa setiap muslim memiliki misi utama dalam kehidupan, yaitu beribadah hanya kepada Allah dan membela agama-Nya. Dengan nada tegas, beliau menyampaikan,
“Misi kita dua: yaitu beribadah hanya kepada Allah dan membela agama-Nya.”
Pesan-pesan ini menggema di tengah lapangan, menumbuhkan semangat baru bagi para hadirin untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan meneguhkan peran mereka sebagai penjaga risalah dakwah.

Kegiatan Tabligh Akbar malam itu tidak hanya menjadi ajang mendengarkan ceramah, tetapi juga menjadi ruang perenungan bagi seluruh peserta tentang hakikat ilmu, tanggung jawab seorang penuntut ilmu, serta pentingnya komitmen dalam menegakkan agama.
Acara berlangsung dengan tertib dan penuh keberkahan hingga larut malam. Wajah-wajah para santri tampak berseri, membawa pulang hikmah dan motivasi yang mendalam untuk diamalkan dalam keseharian mereka.
Menjelang penutupan, panitia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya acara dengan lancar serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Doa bersama pun dipanjatkan, memohon kepada Allah ﷻ agar setiap nasihat dan ilmu yang diterima menjadi cahaya penerang dalam kehidupan, serta mengokohkan semangat dakwah di tengah umat.
“Semoga dari majelis ilmu ini lahir generasi yang berilmu, beramal, dan siap membela agama Allah dengan hati yang ikhlas serta amal yang tulus.”




