Daftar Isi
Boyolali, 16 Juli 2025 — Pondok Pesantren Darusy Syahadah kembali menggelar Khutbah Ta’aruf untuk menyambut wali santri baru tahun akademik 2025–2026. Acara yang berlangsung pada hari Rabu ini menjadi agenda tahunan penting dalam rangka memperkenalkan profil pesantren, sistem pendidikan, dan pola kepengasuhan santri kepada para wali santri yang menitipkan amanah besar: pendidikan putra-putrinya.
Diselenggarakan di Masjid Baitul Ma’mur
Berlangsung khidmat di Masjid Baitul Ma’mur, kompleks asrama putra Ponpes Darusy Syahadah, Gunungmadu, Kedunglengkong, Simo, Boyolali, acara ini dihadiri lebih dari 500 wali santriwan dan santriwati. Suasana haru dan kekeluargaan sangat terasa sejak awal.

Tradisi Khutbah Ta’aruf: Lebih dari Sekadar Penyambutan
Sebagai bagian dari tradisi tahunan, Khutbah Ta’aruf bukan hanya seremoni pembuka tahun ajaran. Acara ini menjadi fondasi awal untuk membangun ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), takaful (saling peduli), hingga takaluf (saling menopang) antara wali santri dan pihak pesantren.

Rangkaian Acara Penuh Makna
Acara dimulai dengan proses registrasi dan penyambutan oleh panitia, dilanjutkan sesi pembukaan oleh Ustadz Ihsanul Amal Ar-Rifa’i dan pembacaan Al-Qur’an oleh Ustadz Jundi Abdurrahman Al-Hafizh. Keduanya sukses menghadirkan suasana yang teduh dan sakral.
Tausiyah & Sambutan Penuh Gizi Spiritual
Ketua Yayasan Yasmin Surakarta, Ustadz Dr. KH. Mustaqim Safar, menyampaikan sambutan utama yang menggugah. Beliau menekankan pentingnya ta’aruf sebagai jembatan awal menuju sinergi pendidikan antara pesantren dan wali santri.

Ia juga menyinggung sejarah panjang pesantren sejak berdiri tahun 1994 dan menyampaikan bahwa tidak sedikit alumni yang kini menjadi wali santri. “Ini adalah bukti kepercayaan dan ikatan emosional yang kuat dengan pesantren,” ujar beliau.
Tak lupa, beliau menyampaikan kontribusi pesantren dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial di sekitar wilayah Simo, serta menjelaskan afiliasi Darusy Syahadah dalam menjalin hubungan dengan berbagai ormas dan lembaga dakwah secara formal.
Sementara itu, Ustadz Qashdi Ridwanullah, selaku Direktur Pondok, menyoroti pentingnya sinergi tenaga pendidik dan kependidikan dalam mencetak SDM unggul berbasis nilai dan spiritual. Beliau juga membahas struktur pengelolaan pesantren serta perkembangan pengakuan ijazah alumni yang tengah diupayakan untuk semakin terintegrasi dengan lembaga pendidikan formal lainnya.

Sesi Interaktif: Tanya–Jawab Wali Santri
Para wali santri diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan pengelola pondok. Pertanyaan yang diajukan mencakup berbagai aspek, mulai dari kegiatan harian santri hingga sistem pembinaan spiritual dan akademik. Sesi ini disambut antusias dan menciptakan suasana keterbukaan.

Penutup Penuh Harapan
Acara ditutup dengan doa bersama agar para santri betah menuntut ilmu, mendapat hidayah, menjadi pribadi shalih dan shalihah, serta meraih ridha Allah SWT dalam setiap langkahnya.
Fasilitas Nyaman untuk Para Wali
Panitia menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kafetaria untuk tamu, hingga loket administrasi di kantor mu’allimin yang memudahkan proses pendaftaran dan informasi seputar administrasi santri.
—
Refleksi dan Harapan
Khutbah Ta’aruf bukan sekadar seremoni, melainkan panggung awal untuk membangun kepercayaan dan kebersamaan. Di dalamnya terajut semangat kolaboratif dalam mendidik generasi muda Islami yang unggul secara akhlak, intelektual, dan sosial.
Sebagaimana disampaikan dalam berbagai pesan tausiyah hari ini, pondasi pendidikan di Darusy Syahadah tidak hanya berpijak pada ilmu, tetapi juga pada nilai-nilai spiritualitas, moralitas, dan kemanusiaan yang kuat. Inilah yang menjadikan Darusy Syahadah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tapi tempat membentuk peradaban.
Saksikan rekaman lengkap acara di YouTube
Darusy Syahadah Official – Live Khutbah Ta’aruf 2025
—
Penulis: Tim Jurnalis Pesantren Darusy Syahadah
Editor: Redaksi DS News




