Boyolali — Dalam upaya mencetak generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu, tetapi juga mampu menyampaikan kebenaran dengan baik, Pondok mengadakan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) public speaking yang berlangsung rutin setiap hari Ahad. Kegiatan ini dilaksanakan di Joglo Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Blagung, Simo, Boyolali, dengan menghadirkan pembimbing berpengalaman, Ust. Ihsanul Amal Ar Rifai, S.Pd.

Ekskul ini dimulai ba’da mudzakaroh sore hingga selesai, menjadi salah satu wadah strategis bagi para santri yang memiliki minat dan bakat dalam berbicara di depan umum. Dalam suasana yang santai namun tetap terarah, para peserta dibimbing untuk memahami teknik dasar public speaking, mulai dari penguasaan materi, pengaturan intonasi suara, bahasa tubuh, hingga cara membangun kepercayaan diri saat tampil di hadapan audiens.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung. Para santri diberi kesempatan untuk tampil menyampaikan pidato, kultum, maupun simulasi khutbah di hadapan teman-temannya. Melalui metode ini, santri dilatih untuk berani tampil, mengatasi rasa gugup, serta menyusun penyampaian yang runtut dan mudah dipahami.

Ust. Ihsanul Amal Ar Rifai, S.Pd. dalam arahannya menyampaikan bahwa kemampuan berbicara adalah salah satu keterampilan penting bagi seorang penuntut ilmu, terutama dalam menyampaikan dakwah. “Seorang santri tidak cukup hanya memahami ilmu, tetapi juga harus mampu menyampaikannya dengan baik agar bisa diterima oleh masyarakat,” ungkap beliau dalam salah satu sesi pembinaan.
Antusiasme santri terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi. Tidak sedikit dari mereka yang awalnya merasa kurang percaya diri, perlahan mulai berani tampil dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Lingkungan yang suportif serta bimbingan yang intensif menjadi faktor penting dalam membangun keberanian tersebut.
Dengan adanya ekskul public speaking ini, diharapkan para santri mampu menjadi generasi yang tidak hanya alim dalam ilmu, tetapi juga fasih dalam berdakwah, bijak dalam bertutur, serta mampu menjadi juru bicara kebaikan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam membina santri secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik dan spiritual, tetapi juga keterampilan komunikasi yang sangat dibutuhkan di era modern saat ini.




