Boyolali – Pesantren Darusy Syahadah Kedunglengkong, Simo, Boyolali, menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada Ahad, 17 Agustus 2025. Upacara dilaksanakan serentak di komplek putra maupun komplek putri pesantren, dimulai pukul 07.15 hingga 09.30 WIB, dengan penuh khidmat dan suasana kebersamaan.


Di komplek putri, bertindak sebagai inspektur upacara adalah Ustadz Irfan Zainuri, selaku Kepala Sekolah unit menengah putri. Sementara itu, di komplek putra, amanat inspektur upacara disampaikan oleh Kombes Pol. Choirul Anam, S.I.K, M.I.K, dengan komandan upacara Muhammad Hanif, santri kelas 2 KMI.
Upacara ini diikuti oleh seluruh santri unit menengah (KMI, KMT, dan DID), mahasantri Ma’had Aly Darusy Syahadah, jajaran dewan asatidzah, serta para tamu undangan. Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Camat Simo Muhammad Fakhrudin, S.Sos, M.M, Kapolsek Simo IPTU Sutimin, S.H, Danramil Simo Kapten Inf. Haryanto, serta jajaran ustadz senior Darusy Syahadah. Hadir pula Prof. KH. Mustaqim Safar selaku Pimpinan Yayasan Yasmin dan Ustadz Qosdi Ridwanullah selaku Direktur Pesantren Darusy Syahadah.


Rangkaian persiapan upacara telah dilakukan sejak awal bulan Agustus dengan membentuk panitia dari kalangan santri dan santriwati. Untuk memastikan jalannya upacara dengan tertib, para santri putra mendapatkan pembinaan langsung dari Koramil 12/Simo, sementara para santriwati dibimbing oleh Kowad Kodim 0724/Boyolali. Hasil dari pelatihan intensif tersebut terlihat jelas melalui kekompakan barisan dan ketegasan komando selama jalannya upacara.

Dalam amanatnya, Kombes Pol. Choirul Anam menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah Allah yang diraih dengan perjuangan dan pengorbanan para syuhada, termasuk peran besar ulama dan santri. Oleh karena itu, generasi sekarang dituntut untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan kesungguhan belajar, akhlak mulia, serta kontribusi nyata bagi agama dan bangsa. “Ingatlah, cinta tanah air adalah bagian dari iman. Mari kita buktikan cinta itu dengan karya nyata dan semangat kebersamaan,” pesannya yang disambut penuh perhatian oleh peserta upacara.
Pelaksanaan upacara di komplek putri pun berlangsung dengan lancar dan khidmat. Ustadz Irfan Zainuri dalam amanatnya mengajak para santriwati untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dengan memperkuat keimanan, menjaga kehormatan diri, serta berkomitmen menjadi muslimah yang berilmu dan berakhlak.
Kesiapan, kesigapan, dan ketertiban barisan santri, santriwati, asatidzah, dan seluruh peserta upacara mencerminkan jiwa disiplin, persatuan, serta semangat perjuangan yang diwariskan para pahlawan. Hal ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia, tetapi juga membentuk pribadi yang cinta tanah air dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara.
Pasca paripurna upacara, Ustadz Qosdi Ridwanullah selaku Direktur Pesantren Darusy Syahadah menyampaikan kesannya. “Alhamdulillah, acara berlangsung dengan khidmat, dan para santri juga semangat. Harapannya, kegiatan ini menjadi sarana yang membentuk cinta kepada negeri kita dan cinta kepada warisan nenek moyang kita, yaitu kemerdekaan Indonesia. Semoga ke depannya, para santri kita bisa ikut andil besar dalam menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya penuh harapan.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara HUT RI ke-80 di Pesantren Darusy Syahadah berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Semangat perjuangan yang dihidupkan dalam momen ini diharapkan mampu menginspirasi seluruh santri untuk menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, berkontribusi nyata, dan senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman serta nasionalisme.




