BerandaKultumBagaimana Agar Pertolongan Allah Datang Kepada Kita

Bagaimana Agar Pertolongan Allah Datang Kepada Kita

- Advertisement -spot_img

Oleh: Hilmi Hanif

(Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah, Semester 2)

Silakan klik Santri Darsya untuk men-download artikel kultum berikut.

 

Janji Allah untuk Menolong Orang Beriman

Allah ﷻ telah berjanji dalam Al-Qur’an untuk menolong golongan orang beriman, hal ini terdapat pada surah Al-Hajj 40-41:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ (40) اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ (41)

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.’’

Maksudnya Allah ﷻ pasti menolong orang yang menolong agama-Nya, membela rasul-Nya, membela Islam, baik laki-laki maupun perempuan dari zaman dulu hingga hari kiamat kelak.

Contoh Sejarah: Pertolongan Allah kepada Para Nabi dan Pejuang

Lihatlah bagaimana Nabi Musa dan Harun ‘alaihissalam dengan berani mendakwahi Fir’aun yang mengaku-ngaku sebagai tuhan, sampai beliau harus hijrah dengan Bani Israil keluar Mesir karena kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Lihatlah Rasulullah ﷺ ketika berdakwah menyebarkan Islam di Mekkah, beliau yang sebelumnya dikenal sebagai Al-Amin tiba-tiba dituduh sebagai penyihir dan orang gila bahkan sampai hijrah ke Yatsrib hanya karena menyebarkan tauhid ini. Ini semua adalah rintangan yang harus dilalui dalam rangka  menolong agama Allah.

Nabi Musa dan Harun as akhirnya diselamatkan Allah ﷻ dengan diberi mukjizat membelah laut Merah agar bisa menyeberanginya untuk lari dari kejaran Fir’aun yang kemudian disitulah Fir’aun menemui ajalnya. Juga nabi Muhammad ﷺ yang setelah 23 tahun berdakwah akhirnya mampu kembali ke Mekkah dan melenyapkan semua berhala di Ka’bah dalam peristiwa Fathul Makkah berkat pertolongan Allah ﷻ. Ini merupakan bukti bahwa janji Allah ﷻ itu pasti terwujud terhadap penolong agama-Nya.

Pertolongan Allah dalam Sejarah Perang

Bukan hanya para nabi bahkan para shahabat pun ditolong Allah ﷻ, ketika pasukan kaum muslimin berniat untuk memerangi musuh namun terhalang dengan sungai yang sangat lebar dan dalam, Saad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu yang saat itu menjadi komandan berdoa kepada Allah ﷻ kemudian memerintahkan seluruh pasukan untuk menyeberangi sungai tersebut menaiki kuda-kuda mereka. Pertolongan Allah ﷻ datang, seluruh pasukan menyeberangi sungai dengan kuda-kuda yang berjalan dia atas air lalu menyongsong peperangan melawan pasukan romawi yang berakhir dengan kemenangan di pihak pasukan muslimin.

Kekuatan Pertolongan Allah di Masa Kini

Pertolongan Allah ﷻ begitu nyata, sangat mudah jika Allah ﷻ menghendaki kemenangan bagi kaum Muslimin. Begitu juga yang terjadi di Gaza, Israel yang melakukan agresi selama 470 hari meskipun telah menjatuhkan bom puluhan ribu ton, memblokade semua bantuan kemanusiaan dari luar, memutus semua akses primer kebutuhan masyarakat nyatanya tak mampu mengalahkan keteguhan rakyat Gaza. Bahkan untuk melenyapkan brigade Al-Qassam beserta seluruh faksi pejuang, pasukan Israel yang bersekutu dengan Amerika dan Eropa telah gagal dan menderita kerugian yang super dahsyat. Ribuan kendaraan tempur super canggih hancur di tangan kegigihan para pejuang, puluhan ribu tentara tewas dan cacat, dan sebagian yang lain berakhir menjadi tawanan para pejuang.

Bukti Pertolongan Allah bagi Pasukan Mu’minin

Semua contoh tersebut selayaknya sudah cukup untuk menjadi bukti, bahwa pasukan mu’minin pasti ditolong oleh Allah ﷻ, selama mereka tulus berjuang menegakkan agama dan berjihad melawan orang-orang kafir yang dzalim.

Dalam kitab Al-Matan Al-Aqodi yang ditulis oleh Syaikh Ziyad bin Hammad Al-Aami, menjelaskan syarat agar mendapat pertolongan Allahﷻ adalah aqidah yang benar. Beliau menerangkan syarat untuk mendapatkan pertolongan dan kemenangan umat, terealisasinya keamanan, diperlukan adanya aqidah yang shahih yaitu aqidah ahlu sunnah wal jama’ah.

Aqidah sebagai Inti Kekuatan Mukmin

Bagi seorang mukmin aqidah merupakan inti kekuatan dalam kehidupan, ia laksana bahan bakar pada sebuah kendaraan. Jika kendaraan kehabisan bahan bakar maka ia tak bisa bergerak, begitu juga seorang mukmin bahan bakarnya ialah aqidah, dan dengannya ia mampu menghadapi segala problem ketika hidup di dunia.

Dengan aqidah itulah yang akan menentukan keabsahan serta diterimanya amal sholih, ia juga menjadi sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat sebagaimana berpaling darinya menyebabkan kesengsaraan dunia akhirat. Aqidah juga menjadi penjaga pada harta dan darah, pembebas akal dari kerusakan syubhat dan khurafat yang meracuni keyakinan.

Dampak Kerusakan Aqidah terhadap Umat Islam

Umat akan hancur dari dalam jika aqidahnya rusak, melihat dari fakta sejarah Islam seringkali umat ini kalah dari musuhnya ketika sudah rusak aqidahnya, umat Islam mulai menyepelekan syariat, berbuat kemaksiatan, melupakan ilmu, jauh dari ulama dan cinta dengan kehidupan dunia.

Di setiap Daulah Islamiyyah, seperti Daulah Umawiyah, Daulah Abbasiyah, Daulah Ayyubiyah, Daulah Mamlukiyah, Daulah Utsmaniyah, tidak bisa dipungkiri bahwa kebangkitan daulahnya karena umat memilik aqidah yang shahih dan mengimplementasikan syariat, lalu runtuhnya daulah tersebut disebabkan oleh kerusakan aqidah dan minimnya pengamalan mereka kepada syariat Islam.

Kekuatan Umat Islam dalam Menghadapi Musuh

Walaupun jumlah kaum muslimin sangat banyak, jika aqidah mereka rusak ditambah lagi dengan cinta terhadap dunia, maka itu semua tidak ada artinya. Musuh akan senantiasa menang terhadap mereka, musuh mulai berani menghina Allahﷻ dan rasulullahﷺ, mereka tak segan untuk membantai kaum muslimin, menghancurkan ekonomi mereka, membodohi mereka tentang agama Islam, mengadu domba sesama kaum muslimin dan membagi-bagi wilayah kaum muslimin kepada orang-orang kafir yang lainnya.

Membangun Keluarga dan Komunitas yang Kokoh

Umat Islam akan menang melawan musuh-musuhnya jika aqidahnya kokoh. Ini memang tidak mudah, kita bisa memulainya dari diri sendiri dengan serius mendalami ilmu agama, melalui para ulama yang lurus dan tsiqah terhadap Islam. Jika kesadaran seperti ini tumbuh di benak kaum muslimin maka terbentuklah keluarga yang kokoh aqidahnya, komunitas yang berkomitmen tinggi pada Islam dan akhirnya menjadi umat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Suatu umat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, memerhatikan ilmu dan ulama, bersikap adil kepada rakyat-rakyatnya, umat yang seperti ini yang akan mendapat pertolongan dari Allahﷻ.

Kesimpulan: Meneguhkan Keyakinan untuk Meraih Kemenangan

Setelah memperhatikan semua hal tersebut kita mengetahui bahwa selama umat Islam menolong agamanya, membela Allah dan rasulNya, memiliki aqidah yang kokoh dan bersikap sabar dalam meniti jalan Islam, Allah pasti akan menolong mereka melawan musuh-musuhnya serta meneguhkan kedudukan mereka di muka bumi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami