BerandaKajianRenunganKenapa Seorang Muslim Perlu Belajar Sirah Nabawiyah?

Kenapa Seorang Muslim Perlu Belajar Sirah Nabawiyah?

- Advertisement -spot_img

Kenapa Seorang Muslim Perlu Belajar Sirah Nabawiyah?

Sebelum menemukan jawaban dari pertanyaan di atas, perlu dipahami terlebih dahulu tentang definisi dari Sirah Nabawiyah itu sendiri.

Sirah atau السِّيرَةُ jika dimaknai secara bahasa berarti sunah atau jalan.

Adapun jika disebut bersambung dengan kata nabawiyah atau النَّبَوِيَةُ secara terminologi dimaksudkan untuk penyebutan sejarah hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari masa kelahiran hingga wafatnya beliau.

Pembahasannya mencakup seluruh lini kehidupan Nabi, mulai dari sabda, perilaku, penetapan, sifat, moral, dan etika.

Baik sebelum maupun sesudah beliau mengemban misi kenabian, juga pada saat periode Makiyah ataupun Madaniyah.

Ulama terdahulu telah banyak memberikan perhatian dan secara khusus menorehkan tinta untuk merekam jejak hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebut saja diantaranya yang paling otoritatif seperti Sirah Nabawiyah li Ibni Ishaq, Tahdzib Ibn Hisyam, Sirah Nabawiyah li Ibni Hazm, dan juga Sirah Nabawiyah li Ibni Asakir. (Muhamad Al-Awaji, Ahamiyatu Dirasah As-Sirah An-Nabawiyah wa Al-‘Inayatu biha fi Hayati Al-Muslimin, hlm. 6-7)

Pentingnya Sirah Nabawiyah Untuk Memahami Al-Qur’an

Motivasi para ulama untuk menuliskan biografi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tak lain adalah karena kedudukannya yang sangat penting dalam Islam.

Berikut beberapa hal yang menunjukkan betapa fundamentalnya Sirah Nabawiyah:

  1. Sirah Nabawiyah sebagai sarana untuk bisa memahami karakter mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Sirah Nabawiyah sebagai sarana untuk menghadirkan sosok teladan yang paling tinggi untuk diikuti dan dipatuhi dalam semua bidang kehidupannya.
  3. Sirah Nabawiyah sebagai sarana untuk mengetahui penerapan praktis dari prinsip dan ketentuan hukum Islam.
  4. Sirah Nabawiyah sebagai salah satu sarana untuk mengenal generasi Sahabat radhiyallahu ‘anhum yang Al-Qur’an diturunkan pada masa mereka serta sebaik-baik golongan dalam menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. (Majmu’atu Muallifin, At-Ta’rif bi Al-Islam, hlm. 175)

Setelah membaca beberapa poin terkait keutamaan dan kedudukan Sirah, tidak diragukan lagi bahwa sejarah hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki peran penting untuk membantu manusia dalam memahami Al-Qur’an Al-Karim.

Demikian, sebab banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan erat dengan kejadian dan peristiwa ketika Rasulullah SAW masih hidup.

Pada Al-Qur’an akan ditemukan ayat-ayat yang diturunkan untuk mengomentari suatu peristiwa dari banyaknya peristiwa yang terjadi pada masa Nabi.

Terkadang, juga ditemukan ayat-ayat yang berisi tanggapan terhadap tuduhan dari orang-orang musyrik, atau pun sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh para Sahabat radhiyallahu ‘anhum. (Islam Web, Bayanu Ahamiyatu As-Sirah li Fahmi Al-Qur’an, diakses pada tanggal 05-07- 2022)

Agar lebih mudah untuk memahami hal tersebut, berikut beberapa contoh kisah pada masa Rasulullah yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an.

Pertama, Perang Badar.

Pertempuran yang pertama kali dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut bisa ditemui di beberapa ayat Surat Al-Anfal dan Ali Imran.

Salah satu mukjizat paling menakjubkan yang terjadi ketika Perang Badar adalah bantuan dari para Malaikat (dengan izin Allah) kepada pasukan kaum muslimin.

Kejadian itu dikabarkan kepada seluruh kaum muslimin melalui Surat Al-Anfal ayat 12, Allah Ta’ala berfirman

 اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلَائكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ سَاُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوْا فَوْقَ الْاَعْنَاقِ وَاضْرِبُوْا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍۗ

(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”.

Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.”

Kedua, dibebaskannya Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha dari tuduhan dusta dan fitnah keji yang ditujukan kepada beliau.

Peristiwa yang menggemparkan tersebut terangkum dalam Surat An-Nur ayat 11 sampai ayat 21.

Dalam kitab An-Naba’u Al-Azhim, Dr. Muhammad Abdullah Daraz menjelaskan berbagai hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kejadian itu.

Salah satunya adalah tentang kesabaran dan kejujuran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagai seorang Nabi, bisa saja beliau melakukan pembelaan ketika fitnah itu tersiar dengan mengatakan telah turun wahyu berkenan dengannya.

Namun, Rasulullah tidak melakukan hal tersebut.

Bahkan, setelah hampir satu bulan keadaan tidak segera membaik, beliau pun tetap sabar hingga Allah menurunkan wahyu yang membantah seluruh fitnah tersebut.

Dari dua contoh kisah di atas, dapat dipetik kesimpulan bahwa Sirah Nabawiyah sangat erat kaitaannya dengan Al-Qur’an.

Ia menjadi penjelas makna Al-Qur’an setelah Al-Qur’an itu sendiri.

Imam Syafi’i berkata, “Seluruh penetapan hukum yang dilakukan oleh Rasulullah adalah bersumber dari pemahaman beliau terhadap Al-Qur’an.”

Ibnul Qayyim mengatakan, “Penjelasan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai ayat-ayat Al-Qur’an ada beberapa bentuk.

Pertama, wahyu yang diturunkan secara langsung melalui lisan beliau sebagai penjelas dari wahyu yang sebelumnya masih bersifat khafi (samar).

Kedua, tafsir dan penjelasan dari beliau kepada sahabat yang membutuhkan.

Ketiga, perbuatan beliau yang memberikan penjelasan atas ayat-ayat Al-Qur’an sebagaimana dijelaskannya waktu-waktu shalat dari praktek yang beliau lakukan.” (I’lam Al-Muwaqi’in, 2/ 295- 296)

Demikian sedikit hal yang menunjukkan betapa Sirah Nabawiyah itu memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam.

Maka bagi seorang muslim, mempelajari Sejarah Hidup Rasulullah menjadi hal yang tak bisa dilewatkan.

Dengannya hikmah bisa diraih dan bersamanya pemahaman terhadap agama Islam bisa menjadi lebih paripurna.

Wallahu a’lam bish shawab.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami