BerandaMateri KhutbahKhutbah JumatMenunaikan Hak yang Sering Terlupa

Menunaikan Hak yang Sering Terlupa

- Advertisement -spot_img

Peka terhadap kebutuhan tetangga, mencegah konflik dan kesenjangan social

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِحُسْنِ الْجِوَارِ، وَحَثَّنَا عَلَى التَّرَاحُمِ وَالتَّعَاوُنِ، وَجَعَلَ الْمُؤْمِنِينَ إِخْوَةً مُتَحَابِّينَ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ زَادٍ لِلْعِبَادِ، وَأَعْظَمُ مَا يَتَقَرَّبُ بِهِ الْعَبْدُ إِلَى رَبِّهِ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

فَقَالَ تَعَالَى:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Mukadimah

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya terlihat dalam ibadah pribadi yang kita lakukan di masjid, tetapi juga tercermin dalam bagaimana kita memperlakukan orang-orang di sekitar kita. Islam bukan agama yang mengajarkan hidup sendiri, tetapi agama yang membangun hubungan, menumbuhkan kepedulian, dan menanamkan kasih sayang di tengah masyarakat. Karena itu, menjaga hubungan sosial merupakan bagian penting dari kesempurnaan iman seorang muslim. Di antara hubungan sosial yang paling dekat dan paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah hubungan dengan tetangga. Mereka adalah orang yang tinggal paling dekat dengan kita, yang pertama mengetahui keadaan kita, dan yang paling mungkin kita butuhkan dalam berbagai kondisi kehidupan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, masyarakat Jawa memiliki pepatah yang penuh makna: “Pager mangkok luwih kuwat tinimbang pager tembok.” Pagar mangkok lebih kuat daripada pagar tembok. Maksudnya, hubungan yang dibangun dengan berbagi makanan, perhatian, dan kepedulian jauh lebih kuat daripada sekadar membangun pagar tinggi dan tembok yang kokoh. Betapa sering kita melihat rumah-rumah berdiri megah dengan pagar tinggi, tetapi hubungan antar tetangganya terasa jauh dan dingin. Sebaliknya, di lingkungan sederhana yang penuh kepedulian, rasa aman dan kebersamaan justru lebih terasa. Inilah nilai yang diajarkan Islam: kepedulian sosial dimulai dari tetangga terdekat, dari berbagi yang sederhana, dari perhatian kecil, yang pada akhirnya membangun lingkungan yang penuh rahmat, penuh persaudaraan, dan penuh keberkahan.

Islam Mengajarkan Kepedulian Sosial Dimulai dari Tetangga

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Islam adalah agama yang membangun kepedulian sosial, dan kepedulian itu dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu tetangga. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 36 tentang berbuat baik yang di antaranya adalah kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada tetangga, bahkan menggandengkan hak tetangga dengan hak kedua orang tua. Ini menunjukkan bahwa tetangga bukan sekadar orang yang tinggal di samping rumah kita, tetapi mereka memiliki kedudukan yang besar dalam Islam. Tidak hanya tetangga dekat, tetapi juga tetangga yang jauh tetap memiliki hak untuk diperhatikan dan dipedulikan. Islam membangun masyarakat yang harmonis bukan dari tempat yang jauh, tetapi dimulai dari lingkungan terdekat, dari rumah ke rumah, dari pintu ke pintu, dari tetangga ke tetangga.

Jamaah yang dimuliakan Allah, para ulama juga menegaskan besarnya hak tetangga dalam Islam. Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

وَالْجَارُ لَهُ حَقٌّ عَظِيمٌ فِي الشَّرْعِ، وَقَدْ قَرَنَ اللَّهُ حَقَّهُ بِحَقِّ الْوَالِدَيْنِ

Tetangga memiliki hak yang besar dalam syariat, dan Allah telah menggandengkan hak tetangga dengan hak kedua orang tua.” (Jāmi‘ al‑‘Ulūm wa al‑Ḥikam,1/350)

Betapa sering kita sibuk memperhatikan orang yang jauh, namun lupa kepada tetangga yang dekat. Kita peduli dengan berita di tempat lain, tetapi tidak mengetahui keadaan tetangga di samping rumah kita. Padahal, tetangga adalah keluarga sosial terdekat, mereka yang pertama membantu saat kita kesulitan, yang pertama datang saat kita membutuhkan, dan yang paling merasakan dampak dari sikap kita. Karena itu, menjaga hubungan dengan tetangga bukan sekadar akhlak mulia, tetapi bagian dari perintah agama yang harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepedulian Sosial sebagai Ciri Kebaikan Sejati

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, kebaikan dalam Islam bukan hanya diukur dari banyaknya ibadah pribadi yang kita lakukan, bukan pula hanya dari panjangnya shalat dan banyaknya dzikir yang kita ucapkan. Kebaikan sejati adalah ketika iman itu melahirkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada orang-orang yang berada di sekitar kita. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ

“Dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 177).

Ayat ini menunjukkan bahwa kebaikan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang kepedulian sosial. Memberikan harta yang kita cintai kepada orang lain, memperhatikan kesulitan mereka, dan membantu kebutuhan mereka adalah bagian dari kebaikan yang hakiki. Dan seringkali, orang yang paling membutuhkan perhatian itu bukan orang yang jauh, tetapi tetangga yang hidup berdampingan dengan kita setiap hari.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, coba kita renungkan kehidupan di sekitar kita. Mungkin ada tetangga yang sedang kesulitan ekonomi, namun kita tidak pernah mengetahuinya karena kita tidak pernah menyapa atau bertanya. Mungkin ada tetangga yang sakit, tetapi kita tidak sempat menjenguknya karena kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri. Bahkan mungkin ada tetangga yang sedang berduka, kehilangan anggota keluarga, namun kita tidak hadir memberikan penghiburan. Padahal kepedulian sederhana, kunjungan singkat, atau bantuan kecil, bisa menjadi penguat bagi mereka. Inilah kepedulian sosial yang diajarkan Islam, kepedulian yang dimulai dari hal sederhana, tetapi dampaknya besar, karena dari kepedulian itulah lahir masyarakat yang saling menguatkan, saling menolong, dan dipenuhi dengan keberkahan.

Wasiat Jibril Tentang Tetangga

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, di antara bukti betapa besarnya perhatian Islam terhadap hak tetangga adalah wasiat yang berulang-ulang dari Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

“Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga, sampai aku mengira tetangga akan dijadikan sebagai ahli waris.” (HR. Bukhari no. 6014 dan Muslim no. 2624).

Hadits ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap tetangga bukan perkara ringan dalam Islam. Bahkan Nabi ﷺ sampai mengira bahwa tetangga akan mendapatkan bagian warisan, karena begitu seringnya Jibril mengingatkan beliau tentang hak-hak tetangga. Ini menggambarkan bahwa menjaga hubungan dengan tetangga bukan sekadar akhlak tambahan, tetapi bagian penting dari kesempurnaan iman seorang muslim.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, para ulama pun menegaskan besarnya kedudukan berbuat baik kepada tetangga. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:

وَأَمَّا الْإِحْسَانُ إِلَى الْجَارِ فَهُوَ مِنَ الْوَصَايَا الْمُؤَكَّدَةِ

“Adapun berbuat baik kepada tetangga, maka itu termasuk wasiat yang sangat ditekankan.”
Betapa sering kita hidup berdampingan dengan tetangga selama bertahun-tahun, tetapi hubungan terasa biasa saja, bahkan terkadang dingin dan jauh. Padahal, tetangga adalah orang yang paling dekat ketika musibah datang, yang pertama dimintai tolong ketika kesulitan muncul, dan yang paling merasakan dampak dari sikap kita sehari-hari. Oleh karena itu, marilah kita hidupkan kembali kepedulian terhadap tetangga, dengan menyapa, membantu, dan memperhatikan keadaan mereka. Karena bisa jadi, kebaikan kecil kepada tetangga menjadi sebab turunnya keberkahan dan rahmat Allah dalam kehidupan kita.

  1. Peka terhadap Kebutuhan Tetangga

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, kepedulian terhadap tetangga bukan hanya anjuran, tetapi merupakan tanda keimanan seorang muslim. Rasulullah ﷺ mengingatkan dengan sabda yang sangat tegas:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ

“Bukanlah seorang mukmin yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya.” (HR. Al-Bukhari no. 112).

Hadits ini menggambarkan bahwa keimanan bukan sekadar pengakuan, tetapi harus melahirkan kepedulian. Seorang muslim tidak seharusnya merasa tenang ketika dirinya berkecukupan, sementara di sekelilingnya ada tetangga yang kesulitan. Bahkan dalam hadits qudsi riwayat Muslim nomor 2569 yang sangat menyentuh, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala akan berfirman pada hari kiamat:

يَا ابْنَ آدَمَ، اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي

“Wahai anak Adam, Aku meminta makan kepadamu, tetapi engkau tidak memberi-Ku makan…”
Lalu seorang hamba berkata, “Wahai Rabbku, bagaimana aku memberi-Mu makan, sedangkan Engkau adalah Rabb semesta alam?” Maka Allah berfirman bahwa hamba-Nya yang lapar meminta makan kepadanya, tetapi ia tidak memberinya. Betapa dalam makna hadits ini, bahwa membantu sesama adalah bentuk ibadah kepada Allah.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, coba kita renungkan kondisi kehidupan kita hari ini. Bisa jadi ada tetangga yang menahan lapar, tetapi kita tidak mengetahuinya karena kita tidak pernah peduli. Bisa jadi ada tetangga yang sakit berhari-hari, tetapi kita tidak pernah menjenguknya karena kita sibuk dengan urusan sendiri. Bahkan mungkin ada tetangga yang sedang kesulitan hidup, namun tidak ada yang mengulurkan tangan untuk membantu. Padahal kepedulian kecil, bantuan sederhana, dan perhatian ringan bisa menjadi sebab turunnya rahmat Allah kepada kita. Kepedulian sosial adalah tanda keimanan, sedangkan kelalaian terhadap tetangga adalah tanda lemahnya iman. Maka marilah kita hidupkan kembali kepedulian terhadap tetangga, karena dari kepedulian itulah terbangun masyarakat yang penuh kasih sayang, saling menguatkan, dan diliputi keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Dampak Mengabaikan Tetangga

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, ketika kepedulian terhadap tetangga mulai hilang, maka berbagai masalah sosial pun perlahan muncul di tengah masyarakat. Konflik kecil menjadi mudah terjadi, kesalahpahaman menjadi cepat membesar, dan kecemburuan sosial mulai tumbuh tanpa disadari. Ketika ada yang hidup berkecukupan namun tidak peduli kepada tetangganya yang kesulitan, maka hati menjadi sempit dan hubungan menjadi renggang. Lingkungan yang dahulu penuh kehangatan berubah menjadi dingin dan penuh jarak. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan, hilangnya kepedulian terhadap tetangga dapat menyebabkan hilangnya keberkahan dalam kehidupan. Rumah mungkin semakin besar, harta mungkin semakin banyak, tetapi ketenangan semakin sulit dirasakan, karena keberkahan itu lahir dari kepedulian, dari kebersamaan, dan dari ukhuwah yang terjaga di tengah masyarakat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, karena itu marilah kita mulai memperbaiki hubungan dengan tetangga kita, dimulai dari hal-hal kecil yang sederhana. Mulailah dengan menyapa, menanyakan kabar, berbagi makanan, dan menunjukkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Hidupkan kembali nilai luhur yang diwariskan oleh masyarakat kita, “pager mangkok luwih kuwat tinimbang pager tembok,” bahwa berbagi dan kepedulian jauh lebih kuat daripada sekadar pagar tinggi dan tembok yang kokoh. Jangan sampai kita hidup berdampingan namun hati saling berjauhan. Semoga Allah melembutkan hati kita, menumbuhkan kepedulian dalam diri kita, dan menjadikan lingkungan kita penuh dengan kasih sayang dan keberkahan.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُ

Memuliakan Tetangga, Menghadirkan Keberkahan Hidup

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, menunaikan hak tetangga bukanlah perkara yang sulit, tetapi sering kali kita melupakannya. Islam mengajarkan bahwa memuliakan tetangga dimulai dari hal-hal sederhana yang mudah dilakukan. Menyapa ketika berjumpa, menjaga hubungan dengan penuh kehangatan, membantu ketika mereka mengalami kesulitan, mengunjungi ketika sakit, serta menghibur ketika mereka sedang berduka. Bahkan ketika kita memiliki kelebihan rezeki, Islam mendorong kita untuk berbagi kepada tetangga terdekat. Tidak kalah penting, menjaga mereka dari gangguan, baik dengan ucapan maupun perbuatan, juga merupakan bagian dari menunaikan hak tetangga. Semua itu adalah amalan ringan, namun memiliki nilai besar di sisi Allah dan berdampak luas dalam kehidupan masyarakat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, ketika hak tetangga ditunaikan, maka buahnya akan terasa indah dalam kehidupan bersama. Lingkungan menjadi harmonis, hati menjadi lebih tenang, dan ukhuwah semakin kuat. Konflik yang biasanya muncul karena kesalahpahaman dapat diminimalkan dengan komunikasi dan kepedulian. Bahkan keberkahan hidup akan lebih mudah dirasakan ketika hubungan antar tetangga dipenuhi dengan kebaikan. Tidak sedikit orang yang hidup sederhana namun penuh ketenangan, karena lingkungan mereka dipenuhi kepedulian dan kebersamaan. Sebaliknya, lingkungan yang individualis sering kali terasa sempit dan penuh jarak, meskipun dihiasi dengan rumah-rumah yang megah.

Karena itu, marilah kita mulai dari tetangga terdekat kita. Jadikan lingkungan tempat tinggal kita sebagai keluarga besar yang saling memperhatikan dan saling menguatkan. Jangan menunggu diminta untuk membantu, tetapi berinisiatiflah untuk peduli. Jangan menunggu terjadi musibah baru kita hadir, tetapi hadirkan perhatian sebelum kesulitan itu datang. Semoga Allah menanamkan dalam hati kita rasa kasih sayang kepada sesama, menjadikan kita pribadi yang peduli terhadap tetangga, dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan kita melalui kepedulian yang sederhana namun penuh makna.

قَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

‎اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

‎اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ  إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مُجْتَمَعِنَا، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَاجْعَلْنَا إِخْوَانًا مُتَحَابِّينَ فِيكَ، مُتَعَاوِنِينَ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، اللَّهُمَّ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ فِي بِلَادِنَا، وَانْشُرِ الرَّحْمَةَ بَيْنَ عِبَادِكَ، وَاجْعَلْ مُجْتَمَعَنَا مُجْتَمَعًا مُتَرَاحِمًا مُتَكَافِلًا مُتَحَابًّا، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَهْلِنَا وَأَوْلَادِنَا، وَاجْعَلْ بِلَادَنَا آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

اللَّهُمَّ وَحِّدْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ، وَاجْمَعْ شَمْلَهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَأَذْهِبْ عَنْهُمُ الشَّحْنَاءَ وَالْبَغْضَاءَ، وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلَامِ، وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِي الصُّلْحِ بَيْنَ النَّاسِ، وَيُحِبُّونَ الْخَيْرَ لِعِبَادِكَ، وَاجْعَلْنَا مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ احْفَظِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَاكْلَأْهُمْ بِرِعَايَتِكَ، وَادْفَعْ عَنْهُمُ الْبَلَاءَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، اللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَاهُمْ، وَارْحَمْ مَوْتَاهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَاهُمْ، وَانْصُرِ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنْهُمْ، اللَّهُمَّ أَطْعِمْ جَائِعَهُمْ، وَاكْسُ عَارِيَهُمْ، وَاقْضِ دَيْنَ مَدِينِهِمْ، وَفَرِّجْ هَمَّ الْمَهْمُومِينَ، وَنَفِّسْ كَرْبَ الْمَكْرُوبِينَ، وَارْفَعِ الْبَلَاءَ عَنْ عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ، إِنَّكَ وَلِيُّ ذَلِكَ وَالْقَادِرُ عَلَيْهِ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Sumber : santridarsya

 

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami