BerandaKultumTips Menjadi Kaya Dunia dan Akhirat

Tips Menjadi Kaya Dunia dan Akhirat

- Advertisement -spot_img

Oleh: Andika

(Mahasantri Ma’had Ay Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah Semester 2)

Download Artikel Kultum

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita cahaya iman. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah ﷺ, sang pembawa petunjuk kebenaran.

Jama’ah salat tarawih rahimakumullah

Manusia pasti akan terlena dengan yang namanya kekayaan, bahkan lebih parahnya lagi mereka pasti akan berusaha mati-matian untuk bisa mendapatkanya. Nah! yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah kekayaan di dunia ini akan abadi sebagaimana halnya kenikmatan yang akan diberikan oleh Allah ﷻ kepada orang-orang yang beriman di akhirat? Jawabannya pasti “Tidak”. Karena kita mengetahui bahwa hakikat kenikmatan yang ada di dunia ini pasti akan hilang, begitu juga dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya baik itu berupa harta, anak, maupun nyawa manusia.

Maka jika kita sudah mengetahui bahwa semua apa yang ada di dunia ini akan hilang bahkan itu adalah kekayaan yang kita miliki pati kita akan merasakan kekecewaan. Nah! Bedanya kekayaan yang ada di dunia dengan kekayaan yang ada di akhirat adalah kalau kekayaan dunia tidak akan bisa dibawa ke akhirat sedangkan kekayaan akhirat sudah pasti kita dapatkan di dunia dan di akhirat. Kenapa bisa demikian? Karena ketika kita mengejar kenikmatan-kenikmatan yang ada di dunia ini, kita tidak akan pernah merasa puas dan akan selalu merasa kurang dengan apa yang telah di berikan oleh Allah ﷻ kepada kita. Akan tetapi ketika kita mengejar kenikmata-kenikmatan akhirat maka hati kita akan merasa tercukupi dengan apa yang telah kita peroleh di dunia ini sebagai mana orang-orang yang beriman. Maka Rasulullah telah mengambarkan buah keimanan ini dalam sabdanya:

“Sungguh menakjubkannya urusan orang beriman! Semua urusanya baik. Dan yang demikian tidak dapat di rasakan oleh siapapun selain orang yang beriman. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia bersyukur. Bersyukur itu baik baginya. Dan jika ia di timpa mudharat, maka ia bersabar. Dan bersabar itu baik baginya”. (HR. Muslim).

 Setelah mengetahui hadis tersebut, sudah jelaslah bagi orang-orang yang beriman ia akan mendapatkan kenikmatan-kenikmatan yang mana kenikmatan itu tidak akan bisa di rasakan oleh siapapun, walaupun orang tersebut memilki harta yang begitu banyak.

Jama’ah salat isya dan tarawih  rahimakumullah

Jika kita ingin sukses di dunia dan akhirat maka senantiasalah selalu beriman kepada Allah zat yang maha pencipta, yang mana dengan keimanan itu akan membuat kita akan merasakan kekayaan di dunia dan akhirat.

Kalaulah bukan karena iman yang ada di dalam hati kita, maka hidup kita akan berakhir dengan sia-sia. Yang mana kita terlalu sibuk mengejar harta, menumpuk-numpuknya seraya tak henti menghitung, padahal umur sudah mendekati liang kubur . Kalau bukan karena iman di dalam hati, hidup kita akan habis tanpa guna. Yang mana usia sudah amat tua, bahkan sangat tua untuk di bilang senja. Tetapi atas kematian yang bisa datang sewaktu-waktu, kita tidak mengambil pelajaran. Kita masih sibuk untuk memburu dunia, di saat  dunia pasti bergerak meninggalkan kita. Padahal, kita meninggal dunia tanpa membawa satupun dari harta yang punya.

Jama’ah kaum muslimin rahimakumullah

Jika kita selalu bersyukur dengan apa yang telah di berikan oleh Allah di dunia ini, maka itu adalah kekayaan yang kita dapatkan di dunia dan di akhirat. Karena letak kekayaan itu bukan pada harta yang banyak, melainkan kayanya hati.

Maka nabi Muhammad ﷺ telah mengingatkan ummatnya agar tidak rakus terhadap harta. Sebagaimana yang di riwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Anak Adam telah pikun dan masih menginginkan dua hal; menginginkan harta dan umur”. (HR. Muslim).

Inilah tabiat manusia, yang mana Rasulullah ﷺ mengambarkan bahwa manusia itu telah pikun dengan selalu mementingkan harta dan juga umur, sedangkan kita mengetahui bahwa, harta dan umur yang mana kah! Yang dapat membuat kita bisa bahagia di dunia dan di akhirat?. Tentu semua itu tidak akan bisa membuat manusia bahagia, jikalau harta dan umur itu tidak di dasari oleh keimanan.

Jama’ah salat isya dan tarawih rahimakumullah

Maka senantiasalah tanamkan dalam diri kita keimanan kepada Allah, karena letak kekayaan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat adalah dalam hati. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam;

“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, tetapi kekayaan itu adalah kaya akan jiwa”. (HR. Muttafaqun alaih).

Saudara-saudara seiman, dalam perjalanan hidup ini, kita sering kali terjebak dalam pencarian kekayaan dunia yang bersifat sementara. Namun, melalui khutbah ini, kita diingatkan bahwa hakikat kekayaan sejati terletak pada keimanan dan ketulusan hati. Kekayaan duniawi, meskipun tampak menggoda, tidak akan pernah dapat memberikan kepuasan yang hakiki. Sebaliknya, kekayaan yang berasal dari iman dan amal shalih akan membawa kita pada kebahagiaan yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah ﷺ telah mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari banyaknya harta, tetapi dari kedamaian dan kepuasan yang ada dalam jiwa. Dengan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah, kita akan merasakan kekayaan yang sesungguhnya. Mari kita tanamkan dalam diri kita untuk selalu bersyukur, beriman, dan beramal shalih, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang kaya hati dan beruntung di akhirat.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk tetap berada di jalan-Nya, memberikan kita kekayaan yang hakiki, dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang beruntung. Mari kita jaga keimanan kita, agar hidup kita tidak sia-sia dan selalu dipenuhi dengan keberkahan. Aamiin.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami