Oleh: Mujahid Ammar Syahida
(Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah, Semester 6)
Silakan klik Santri Darsya untuk men-download artikel berikut :
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillahirabbil’alamiin. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat, terutama nikmat Iman dan Islam.
Tak lupa shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan pada Uswah hasanah kita, Nabi Muhammmad ﷺ beserta para keluarganya, sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang istiqomah dalam meniti ajarannya hingga Yaumul Qiyamah kelak.
Jama’ah Shalat Isya’ dan shalat tarawih yang dirahmati Allah Ta’ala…
Ada sebuah kisah fiktif yang sangat menarik. Meskipun bukan kisah nyata, tapi kisah ini memiliki hikmah dan pelajaran yang sangat indah. Kisah ini tentang sebuah negeri yang unik. Negeri ini dipimpin oleh seorang raja. Uniknya, raja di negeri ini tidak dipilih oleh rakyat juga tidak ditunjuk oleh para tokoh. Tetapi siapa saja yang mau mengajukan diri menjadi raja, ia akan diangkat jadi raja.
Tapi anehnya, hampir tidak ada orang di negeri ini yang mengajukan diri menjadi raja, tidak ada yang saling berebut kekuasaan. Kenapa? Karena mereka punya tradisi turun temurun yang mengatur tentang kepemimpinan di sana. Dimana setiap ada yang mengajukan diri menjadi raja, ia akan diangkat dan akan dituruti semua permintaannya dan di taati perintahnya. Dan masa jabatannya hanya 4 tahun. Setelah 4 tahun selesai, raja itu akan dibuang ke sebuah Pulau Pembuangan yang di dalamnya adalah hutan yang sangat lebat. Yang dipenuhi dengan binatang-binatang liar yang mematikan. Setiap raja-raja yang dibuang ke sana, tidak ada yang bisa berhasil keluar.
Nah, ketika raja sebelumnya sudah habis masa jabatannya dan dibuang, majulah seorang lelaki mengajukan diri menjadi raja. Ia pun diangkat. Ternyata ia adalah orang yang gemar mabuk. Tahun pertama ia meminta khamr-khamr terbaik di negeri itu. Tahun kedua ia meminta didatangkan khamr terbaik dari negeri A. Tahun ketiga dari negeri B. Begitu terus hingga habis masanya, iapun dibuang.
Kenudian datang lelaki berikutnya mengajukan diri menjadi raja. Setelah diangakat ia meminta didatangkan wanita-wanita tercantik dari berbagai daerah. Ternyata ia adalah orang yang suka bermain wanita. Maka 4 tahun ia habiskan hanya untuk itu. Hingga masanya habis dan ia dibuang, kursi raja kosong.
Tak ada warga yang mau mengajukan diri. Mereka masih waras dan berfikir, untuk apa bisa bersenang-senang selama 4 tahun jika akhirnya dibuang ke pulau yang mematikan. Hingga majulah seorang pemuda yang terlihat cerdas, ia mengajukan diri sebagai raja.
Tahun pertama, ia mengumpulkan seluruh pasukan kerajaan dan para penebang pohon yang handal. Ia mengirim mereka ke pulau pembuangan untuk membunuh semua binatang berbahaya di sana dan menebang pohon-pohon besar di pulau itu.
Tahun kedua, ia mengirim para tukang kayu & arsitek terbaik di negeri itu untuk membangun bangunan dan rumah-rumah di pulau tersebut dari kayu2 pohon yang telah ditebang. Juga membangun jalan, jembatan dan pelabuhan.
Tahun ketiga, ia mengirim para ahli pertanian dan perkebunan untuk membuka ladang dan kebun di pulau tersebut. Menyuburkan pulau itu dengan padi-padi, gandum dan buah-buahan. Ia juga mengirim para ahli peternakan untuk membudidayakan ayam, kambing dan sapi di pulau itu.
Baru di tahun keempat ia mengirim para wanita, anak-anak dan warga-warga terbaiknya untuk berpindah ke pulau itu. Juga emas-emas, berlian, dan barang berharga lainnya diangkut ke sana. Hingga ketika masa jabatannya habis, ia pun dengan senang hati ‘dibuang’ ke Pulau Pembuangan. Pulau yang kini telah berubah menjadi perkampungan indah dan subur.
Definisi Orang Cerdas
Jama’ah Shalat Isya’ dan shalat tarawih yang dirahmati Allah Ta’ala…
Kisah tadi adalah analogi kehidupan kita di dunia. Masa jabatan 4 tahun di cerita tadi adalah masa hidup kita di dunia ini. Sedangkan Pulau Pembuangan tadi adalah akhirat nanti. Masa hidup kita saat ini, adalah kesempatan yang bisa kita gunakan untuk menyiapakan Pulau Pembuangan kita nanti. Menyiapkan akhirat kita nanti.
Kita bisa melihat bagaimana raja terakhir yang cerdas tadi, ia tahu dan sadar bahwa masanya jabatnnya terbatas dan ia tahu kemana nanti ia kan dibuang. Maka ia manfaatkan masa jabatannya itu untuk mempersiapkan tempat kembalinya. Tidak seperti 2 raja sebelumnya, yang mereka dibutakan dengan kesenangan sesaat sehingga lalai dengan apa yang akan dihadapi di masa depan.
Maka benar sekali kata Rasulullah, bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang sadar bahwa kehidupan dunia hanya sementara, sehingga mereka mempersiapkan diri untuk kehidupan yang abadi. Suatu ketika Umar bin Khattab z bertanya pada Rasulullah ﷺ, “Siapa orang yang paling cerdas dan mulia wahai Rasulullah?” Maka beliau menjawab,
أكثرُهم ذِكرًا للموتِ وأشدُّهم استعدادًا له أولئك هم الأكياسُ ذهبوا بشرفِ الدُّنيا وكرامةِ الآخرةِ
“Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat.” (HR. Ibnu Majah).
Catatan:
- Nomor WA Penulis : 0819 1887 2173
- Segala bentuk saran, kritik dan masukan bisa disampaikan lewat nomor di atas :)
- Join grup telegram untuk dapatkan teks kultum setiap hari selama Ramadhan in syaa Allah: https://t.me/bemmads23
- Silahkan dibaca terlebih dahulu, jika sekiranya ada hal yang tidak cocok dengan mad’u setempat, maka bisa diimprovisasi atau cari materi lainnya. Kebijakan da’i sangat diperlukan dalam memilih materi.
- Semoga bermanfaat




