Blagung, Simo, Boyolali – Di Aula Pertemuan STI Darusy Syahadah, sebuah acara istimewa bertajuk “Rihlah Tarbawiyah” digelar untuk berbagi kisah perjalanan para Asatidz selama 23 hari ke beberapa negara. Acara ini bertujuan untuk mendiskusikan dunia pendidikan Islam dan memperkuat jaringan keilmuan di antara pesantren dan ulama dunia.
Ust. Sudarisman, Lc., MA., salah satu Asatidz yang berpartisipasi dalam perjalanan tersebut, berbagi pengalaman berharga kepada seluruh santri unit Syu’bah Ta’shil Ilmi Darusy Syahadah. Dalam ceritanya, beliau mengungkapkan betapa berkesannya kunjungan ke beberapa negara di Timur Tengah, di mana beliau berkesempatan untuk menjalin kerjasama dalam bidang keilmuan dan kaderisasi ulama bersama Prof. Dr. Ali Al-Qordaghi, Ketua Persatuan Ulama Dunia dan pengganti Dr. Yusuf Al-Qaradawi rahimahullah.
Kunjungan ini bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat jaringan keilmuan di antara pesantren dan ulama dunia. “Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, akan lahir lebih banyak program pendidikan dan pelatihan yang dapat meningkatkan kualitas ulama dan santri di Indonesia,” ungkap Ust. Sudarisman.

Beliau juga menceritakan kunjungan ke berbagai masyayikh dan instansi pendidikan yang ada di sana, yang memberikan wawasan baru tentang pengembangan pendidikan Islam. “Pengalaman ini sangat berharga dan memberikan inspirasi bagi kami untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan,” tambahnya.

Acara Rihlah Tarbawiyah ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk giat belajar, mencintai ilmu dan agama, serta menjadi awal yang baik untuk masa depan pendidikan Islam di Indonesia dan dunia. Dengan semangat yang baru, para santri diharapkan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga langkah ini menjadi titik awal yang membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan Islam, serta memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu dan kaderisasi ulama di masa depan.




