Yogyakarta — Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terasa dalam kegiatan Keluarga Mahad Darusy Syahadah (KMDS) DIY yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 April 2026, bertempat di Loman Park Hotel Yogyakarta. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara wali santri, alumni, serta pihak pesantren dalam rangka memperkuat sinergi demi kemajuan Pesantren Darusy Syahadah.
Acara dibuka oleh Faris Abdul Majid dengan penuh khidmat, mengawali rangkaian kegiatan yang sarat makna dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran wali santri dan alumni dari berbagai daerah menunjukkan tingginya kepedulian terhadap perkembangan pendidikan dan masa depan generasi santri.

Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Ust. Ja’far Al Jufri menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia menyambut hangat kedatangan seluruh wali santri dan alumni yang hadir, serta menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan pertemuan yang penuh keberkahan.
Beliau mengingatkan sebuah hadits Nabi ﷺ:
أَوْلِيَاءُ اللَّهِ الَّذِينَ إِذَا رُؤُوا ذُكِرَ اللَّهُ
“Wali-wali Allah adalah mereka yang jika dipandang, maka yang diingat adalah Allah.”
(HR. Al-Bazzar dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah)
Menurut beliau, pertemuan orang-orang yang memiliki niat baik untuk kemajuan pendidikan Islam merupakan bagian dari majelis yang membawa keberkahan. Di akhir sambutannya, beliau juga mewakili panitia menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelaksanaan acara.
Selanjutnya, tausiyah disampaikan oleh Ust. Abdul Kholiq yang mengangkat tema pentingnya memahami psikologi keuangan dalam kehidupan umat Islam. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa pengelolaan harta merupakan bagian penting dari pembentukan karakter seorang Muslim.
Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Al-Furqan ayat 67:
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan (boros) dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”
Melalui ayat tersebut, beliau menjelaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam mengelola keuangan, tidak boros dan tidak pula kikir. Pemahaman ini menjadi penting bagi wali santri dan alumni agar mampu mendukung pendidikan santri dengan pengelolaan keuangan yang sehat dan bijak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Mudir Ma’had, Ust. Qosdi Ridwanulloh, yang menyampaikan berbagai perkembangan dan rencana strategis Pesantren Darusy Syahadah. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan beberapa poin penting terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia, di antaranya program kaderisasi ke luar negeri serta berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.
Selain itu, beliau juga menjelaskan upaya peningkatan pelayanan kepada wali santri, termasuk penguatan komunikasi serta rencana pengembangan aplikasi digital yang memungkinkan wali santri memantau perkembangan anak secara lebih mudah dan transparan.
Dalam bidang ekonomi, pesantren juga terus mengembangkan berbagai unit usaha, seperti toserba, toko bangunan, travel umrah, peternakan, pertanian, dan berbagai bidang usaha lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menunjang keberlangsungan pendidikan.
Namun demikian, beliau juga menyampaikan bahwa peningkatan kebutuhan operasional pendidikan berdampak pada kenaikan biaya pendidikan, mengingat unit usaha yang ada masih belum sepenuhnya mampu menutupi seluruh kebutuhan pesantren. Oleh karena itu, sinergi dan dukungan dari wali santri dan alumni menjadi sangat penting.
Beliau juga memaparkan perkembangan pendidikan di Pesantren Darusy Syahadah yang terus mengalami peningkatan, mulai dari unit SLTP hingga Ma’had ‘Aly, sebagai bentuk komitmen pesantren dalam mencetak generasi ulama dan pemimpin masa depan.
Momentum penting dalam kegiatan ini juga ditandai dengan pelantikan pengurus IKADS DIY yang dipimpin oleh Ust. Muqorrobin. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula berbagai program strategis IKADS untuk memperkuat peran alumni dalam mendukung kemajuan pesantren.
Susunan pengurus IKADS DIY yang dilantik adalah sebagai berikut:
Ketua: Ust. Farhan Miftahul Huda dan Ust. Abdurrahman (Arie Rahman)
Sekretaris Bendahara: Ust. Fauzan (Gudeg Rahayu)
Humas: Ust. Budi Raharja dan Karel
Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat jaringan alumni serta meningkatkan kontribusi nyata dalam pengembangan Pesantren Darusy Syahadah.
Dalam sesi diskusi dan lain-lain, muncul berbagai masukan konstruktif dari peserta. Di antaranya pentingnya pengawalan terhadap kasus indisipliner santri agar tetap dibina dan dikembangkan secara positif. Selain itu, terdapat usulan agar pesantren tetap istiqamah dalam mentarbiyah santri dengan pendekatan yang humanis dan bijaksana.
Usulan lain yang mengemuka adalah memberikan kesempatan kepada santri untuk mengikuti program da’i Ramadhan selama satu bulan penuh ketika masa liburan, sebagai sarana latihan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, juga disampaikan pentingnya adanya pengurus IKADS yang aktif bersilaturahmi guna menunjang kemajuan organisasi dan memperkuat ukhuwah alumni.
Kegiatan KMDS DIY ini akhirnya ditutup dengan suasana penuh optimisme dan harapan. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pesantren, wali santri, dan alumni dalam membangun masa depan pendidikan Islam yang lebih baik.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Pesantren Darusy Syahadah terus melangkah maju, mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan siap mengemban amanah dakwah di tengah masyarakat.




