Boyolali — Suasana akademik kembali terasa semarak di lingkungan Unit Syu’bah Ta’shil Ilmi (STI) Darusy Syahadah. Memasuki penghujung tahun pelajaran, seluruh santri mengikuti rangkaian Ujian Akhir Tahun dan Ujian Komprehensif sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran yang telah ditempuh selama satu tahun penuh.

Kegiatan ujian ini diikuti oleh seluruh santri Unit STI Darusy Syahadah dengan berbagai bentuk evaluasi yang disesuaikan dengan jenjang dan capaian pembelajaran masing-masing kelas. Selain mengukur penguasaan materi pelajaran, ujian juga menjadi sarana melatih kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, serta kesiapan santri dalam menghadapi tantangan akademik yang lebih tinggi.

Rangkaian ujian diawali dengan pelaksanaan ujian mutun. Untuk santri kelas 4, ujian mutun telah dilaksanakan pada tanggal 30 Mei hingga 4 Juni 2026. Adapun santri kelas 1 sampai kelas 3 melaksanakan ujian mutun pada tanggal 6 hingga 11 Juni 2026. Ujian ini menjadi salah satu ciri khas pendidikan pesantren yang menitikberatkan pada kemampuan hafalan dan pemahaman matan-matan ilmu syar’i yang menjadi fondasi keilmuan para santri.

Selanjutnya, santri kelas 4 mengikuti Ikhtibar Syamil atau ujian komprehensif yang berlangsung mulai tanggal 6 hingga 16 Juni 2026. Ujian ini bertujuan mengukur kemampuan santri secara menyeluruh terhadap berbagai disiplin ilmu yang telah dipelajari selama masa pendidikan. Melalui ujian komprehensif ini, diharapkan lahir santri yang tidak hanya menguasai materi secara parsial, tetapi juga memiliki pemahaman yang utuh dan terintegrasi.
Sementara itu, ujian tulis untuk santri kelas 1 hingga kelas 3 dilaksanakan selama sepekan, mulai tanggal 13 hingga 18 Juni 2026. Berbagai mata pelajaran diujikan guna mengukur tingkat pemahaman, kemampuan analisis, serta penguasaan materi yang telah diajarkan oleh para asatidz sepanjang tahun pelajaran.

Pelaksanaan ujian dimulai setiap hari pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di lingkungan Unit STI Darusy Syahadah, Blagung, Simo, Boyolali. Selama pelaksanaan ujian, para santri tampak mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan dan semangat. Para asatidz serta musyrif turut melakukan pendampingan dan pengawasan guna memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan dengan tertib, jujur, dan kondusif.
Melalui pelaksanaan ujian ini, diharapkan para santri dapat menunjukkan hasil terbaik dari proses belajar yang telah mereka jalani. Lebih dari sekadar memperoleh nilai akademik, ujian menjadi momentum untuk menanamkan sikap amanah, kesabaran, dan kejujuran sebagai bekal penting dalam menuntut ilmu dan mengarungi kehidupan di masa mendatang.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan, ketenangan, serta keberkahan kepada seluruh santri dalam menempuh ujian, dan menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai ilmu yang bermanfaat bagi agama, umat, dan bangsa.




