Daftar Isi
Oleh: Teuku Muhammad Raja Samudra (Mahasantri Semester 2)
Silakan klik Santri Darsya untuk men-download artikel kultum berikut.
Pendahuluan
Jama’ah salat tarawih rahimakumullah…
Amanah adalah segala hak yang wajib bagi seseorang untuk mengerjakannya dan juga menjaganya. Amanah ini adalah perhiasan paling baik dan paling indah yang dimiliki oleh manusia, sebaliknya khianat adalah sifat yang paling buruk dan yang paling rendah bagi seorang manusia. Maka dari itu tidak sepatutnyabagi seorang mukmin memiliki sifat khianat, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya”. [HR. Ahmad, no. 12383, 12567, 13199; Ibnu Hibban, no. 194]
Dari sabda Beliau, seakan-akan kita seorang mukmin itu sangat tidak pantas untuk menyematkan sifat khianat dan bohong pada dirinya. Dan apabila kita merenunginya kita pastinya akan setuju terhadap sabda beliau. Siapa yang ingin dirinya dibohongi? Siapa yang ingin dirinya dikhianati? Maka tak ada satu pun dari kita yang menginginkan hal itu, tidak ada satupun.
Semua orang ingin diberikan amanah, akan tetapi tidak semua orang yang dapat memantaskan diri untuk menjaga amanah. Bagi orang yang ingin diberi amanah tanpa adanya kualifikasi pantas pada dirinya maka hasilnya akanmenjadi nihil, sia-sia. Dia akan meremehkan kepercayaan itu, tidak memperhatikannya dan bahkan melanggarnya. Namun seseorang yang tidak meminta amanah lalu diberikan amanah dan dia berpegang teguh atas amanah tersebut maka hasilnya adalah dia menjalankannya, menjaganya, dan sangat perhatian atas amanah tersebut
Seseorang yang teguh atas amanah yang diembankan kepadanya maka dia akan semakin dipercaya oleh orang lain tanpa meminta kepercayaan oleh orang tersebut. Dan orang yang sering berbohong, berkhianat maka orang akan semakin sulit untuk percaya lagi kepadanya, akan sangat berat untuk memberikan kepercayaan yang sudah dia rusak sebelumnya.
Jama’ah salat tarawih rahimakumullah…
Jadilah Orang yang amanah
Jadilah orang yang amanah, jangan jadi orang yang khianat baik dari segi harta, jabatan, dan lainnya. Karena sangat sedikit sekali orang yang bisa melakukan hal itu. Banyak di luar sana yang berteriak minta amanah, jabatan, menjanjikan hal-hal yang indah agar mendapatkan amanah tersebut. Sesaat setelah diberi, dia malah menghilang, dia malah tidak menjalankan janjinya.Ke mana teriakan-teriakan yang dia lontarkan dahulu? Ke mana janji-janji manisnya? Hilang! Dan yang tersisa hanyalah penyesalan bagi orang yang percaya kepadanya, bagi orang yang termakan janji manisnya. Sungguh naas nan malang tapi memang begitulah kenyataanya.
Hindari Sifat Khianat
Janganlah menjadi orang yang berkhianat dan jauhilah tempat-tempat yang bisa membuatmu tertuduh sebagai pelaku khianat. Karena manusia itu hanya bisa melihat hal zhahir bukan hal yang batin. Ketika kamu melewati tempat kemaksiatan, boleh jadi orang yang melihatmu akan beranggapan bahwa kamu adalah pelaku maksiat walaupun kamu hanya lewat, walaupun kamu tidak ada keperluan khusus untuk bermaksiat di tempat itu. Maka jangan berbuat hal yang mendatangkan keburukan bagi duniamu terutama akhiratmu. Mereka yang berprasangka buruk padamu, akan kurang percaya kepadamu, dan apabila kamu memang melakukan kemaksiatan di sana, maka kamu sama saja memperburuk dunia sekaligus akhiratmu.
Khianat mungkin memberikan kebaikan dan kesenangan bagi pelakunya, namun itu hanyalah sementara. Karena segala hal yang kita lakukan akan diminta pertanggungjawaban oleh Allahﷻ. Maka jangan pernah merasa bahwa khianat yang dilakukan itu kecil atapun besar. Bukankah khianat adalah kemaksiatan? Maka lihat kepada siapa kita bermaksiat.
Jama’ah salat tarawih rahimakumullah…
Teladan Orang yang Amanah
Rasulullah ﷺ adalah pedoman kita dalam menunaikan amanah dan juga meninggalkan khianat, karena beliau sendiri diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia manusia secara umum. Beliau diberikan amanah yang sangat besar, sangat agung, yaitu menyampaikan dakwah ke tengah-tengah manusia, agar mereka beriman kepada Sang Pencipta dan tunduk kepada-Nya dan juga syariat-Nya, taat dan mengikuti apa yang diajarkan oleh Allahﷻ melalui Al-Qur’an dan juga Rasulullahﷺ. Betapa banyak ujian yang harus Beliau lewati untuk tegaknya Islam di muka bumi ini, dan sekalipun Beliau tidak berniat untuk menyerah.
Coba bayangkanKita di posisi Beliau, berdakwah kepada orang yang keras, tidak jarang pula beliau diuji hatinya dengan dicela, diejek, dituduh tukang sihir dan sebagainya. Beliau juga pernah diuji dengan dilempari batu oleh penduduk Tha’if, diludahi, diberikan kotoran di punggungnya ketika beliau sedang sujud. Dan beliau menerima hal itu semua karena menjalankan amanah, apa itu? Menyampaikan risalah dari Allahﷻ Rabb alam semesta, yang dengan kata “Kun” dari-Nya maka hal itu akan terjadi.
Sudahkah kita menerima ujian seperti Beliau sehingga membuat Kita tidak sanggup untuk menjalankan amanah? Atau memang kita yang tak sanggup untuk menanggungnya tapi memaksakan diri hanya untuk mendapatkan kenikmatan dunia yang sementara. Berapa lama pun kita hidup hidup ujungnya pasti akan mati. Kenikmatan apapun yang kita rasakan, suatu saat pasti akan dicabut.
Kesimpulan
Dalam kehidupan ini, amanah dan khianat adalah dua sisi yang saling bertentangan. Amanah merupakan perhiasan terindah yang harus dijaga dan dilaksanakan oleh setiap mukmin, sementara khianat adalah sifat tercela yang harus dijauhi. Rasulullah ﷺ mengingatkan kita bahwa iman tidak akan sempurna tanpa adanya sifat amanah. Setiap individu diharapkan untuk memantaskan diri dalam menjaga amanah yang diberikan, baik dalam hal harta, jabatan, maupun kepercayaan dari orang lain.
Kita juga diajak untuk merenungkan teladan Rasulullah ﷺ yang dengan sabar dan teguh menjalankan amanah yang sangat berat, meskipun menghadapi berbagai ujian dan tantangan. Dalam konteks ini, penting bagi kita untuk tidak hanya meminta amanah, tetapi juga berkomitmen untuk menepati janji dan menjaga kepercayaan yang diberikan kepada kita.
Akhirnya, mari kita berdoa agar kita semua dapat menjadi pribadi yang amanah, menjauhi sifat khianat, dan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Semoga kita selalu ingat bahwa setiap tindakan kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah ﷻ, dan semoga kita dapat menghidupkan nilai-nilai amanah dalam setiap aspek kehidupan kita. Barakallahu fiikum.




