Oleh: Rama Bagus Saputra
(Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah Semester 4)
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillahirabbil’alamiin. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat, terutama nikmat Iman dan Islam.
Tak lupa shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan pada Uswah hasanah kita, Nabi Muhammmad ﷺ beserta para keluarganya, sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang istiqomah dalam meniti ajarannya hingga yaumul qiyamah kelak.
Jamaah salat isya dan tarawih yang dirahmati Allah ﷻ
Perlu kita ketahui bersama, bahwa setelah mengalami pembantaian selama 460 hari oleh Zionis Israel, Alhamdulillah pada 19 Januari 2025 telah terjadi kesepakatan untuk melaksanakan gencatan senjata. Kita patut bersyukur kepada Allah ﷻ atas terjadinya gencatan senjata ini, karena selama masa agresi militir atau pembantaian yang dilakukan Zionis Israel menyebabkan banyak kerusakan di Gaza dan kurang lebih 48.000 jiwa syahid serta begitu banyak yang mengalami luka-luka.
Gencatan senjata merupakan bentuk kasih sayang serta pertolongan dari Allah ﷻ atas kesabaran serta rasa pantang menyerang dari kaum muslimin di Gaza dalam menjalani ujian dari Allah ﷻ dan membela agama Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman:
وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قٰتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: “Betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(-nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imron: 147)
Jamaah salat isya dan tarawih yang dirahmati Allah ﷻ
Gencatan senjata yang terjadi merupakan kabar gembira juga bagi kita semua kaum muslimin di berbagai belahan dunia. Karena ini merupakan harapan kita semua, harapan warga Palestina khususnya Gaza dapat merasakan kenyamanan dan merasakan ketenangan. Isi dari gencatan senjata adalah:
- Pertukaran tahanan dan sandera
- Penarikan pasukan Israel
- Negosiasi tahap dua yang mencakup pembebasan seluruh sandera yang tersisa dan penarikan Israel dari jalur Gaza
- Masuknya bantuan untuk Gaza
Jamaah salat isya dan tarawih yang dirahmati Allah ﷻ
Setelah terjadi kesepakatan dan kita mengetahui isi dari kesepakatan tersebut, rasa bahagia dan syukur senantiasa kita haturkan kepada Allah ﷻ. Akan tetapi, belum genap dan belum sampai waktu yang telah ditentukan dalam kesepakatan gencatan sencata. Zionis Israel melakukan pelanggaran pembatalan perjanjian tersebut.
Pada hari Selasa 18 Maret 2025, bertepatan dengan 18 Ramadhan, Zionis Israel melakukan pembantaian kembali. Pesawat-pesawat tempur Israel terus melancarkan serangan udara terhadap pemukiman rumah warga sipil dan kamp-kamp pengungsian warga Gaza. Israel menggunakan bom buatan Amerika serikat, dengan bom itu menyebabkan sejumlah wanita dan anak-anak yang sedang tidur syahid. Sampai tanggal 19 Maret 2025 jumlah korban yang terhitung sebanyak 429 jiwa syahid dan 130 di antaranya adalah anak-anak.
Kejadian ini memang membuat kita semua umat Islam di seluruh dunia marah dan mengutuk perbuatan keji serta pengingkaran janji dari Zionis Israel, semoga Allah melaknat mereka semua. Baru berjalan beberapa hari kaum Yahudi Israel ini ingkar terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati bersama. Sifat ingkar ini memang sudah menjadi tabi’at kaum Yahudi. Pada masa nabi Musa ‘alaihissalam mereka beberapa kali berkhianat kepada nabi Musa, kemudian berkhianat dan mengingkari janji kepada nabi-nabi setelahnya. Begitupula kepada nabi Isa ‘alaihissalam. Mereka juga berkhianat kepada Allah ﷻ dan Rasul-Nya di Madinah, ketika mereka melanggar perjanjian dan bergabung dengan orang-orang musyrik dan mereka berambisi untuk membunuh Rasulullah ﷺ, sehingga beliau ﷺ mengusir mereka dari Madinah.
Jamaah salat isya dan tarawih yang dirahmati Allah ﷻ
Kemudian sifat buruk Yahudi yang lainnya adalah mereka senang mengubah sesuatu dari tempat yang tidak semestinya, sebagaimanba firman Allah ﷻ:
مِّنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِ
Artinya: “Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat tempatnya.” (QS. An-Nisa: 46)
Dalam ayat lain juga disebutkan:
يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ
Artinya: “Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya.””(QS. Al-Maidah: 13)
Dari keterangan ayat-ayat tersebut kita mengetahui bersama bahwa memang orang-orang Yahudi memiliki tabi’at yang sangat buruk, yaitu suka berkhianat, ingkat janji, dan suka mengubah suatu ketetapan. Allah ﷻ dan Rasul-Nya saja dikhianati, bagaimana dengan kita sesama manusia? Oleh karena itu sulit rasanya untuk percaya kepada kaum Yahudi Zionis Israel.
Jamaah salat isya dan tarawih yang dirahmati Allah ﷻ
Terlepas dari itu semua, kita sebagai seorang mukmin harus tetap senantiasa memberikan dukungan serta harus senantiasa meningkatkan empati kita kepada saudara muslim kita yang berada di Palestina khususnya Gaza. Bentuk dukungan serta kontribusi yang bisa kita lakukan dari sini adalah:
- Berdoa
Kita harus senantiasa mendoakan agar Allah ﷻ memberikan pertolongan kepada saudara-saudara di Gaza serta semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan kesabaran dan kekuatan iman kepada mereka.
- Berinfak
Jika kita tidak bisa menolong saudara-saudara kita dengan hadir langsung ke sana, setidaknya harta kita bisa membantu saudara-saudara kita yang berjuang di Palestina khususnya Gaza.
- Boikot produk yang pro Yahudi
Ikhtiar kita selanjutnya untuk membantu saudara seiman kita di Palestina adalah dengan memboikot produk yang pro terhadap Yahudi. Kita lemahkan mereka dari sisi ekonominya agar mereka tidak memiliki biaya lagi untuk melakukan pembantaian.
- Sebarkan informasi terkait Palestina
Masih banyak di antara kaum muslimin dunia yang belum mengetahui keadaan di Palestina saat ini. Oleh karena itu mari kita sebarkan informasi terkait keadaan Palestina melalui social media kita ataupun dengan cara lainnya.
Jamaah salat isya dan tarawih yang dirahmati Allah ﷻ
Jangan lupa di bulan Ramadhan ini, bulan yang penuh berkah serta bulan yang Allah ﷻ kabulkan atas doa-doa yang kita panjatkan untuk senantiasa mendoakan saudara-saudara kita di Palestina. Semoga Allah ringankan adzab bagi kita di akhirat kelak karena kita belum bisa banyak berkontribusi menolong saudara-saudara di Palestina. Dan semoga Allah ﷻ berikan kemenangan bagi rakyat Palestina. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamin.




