Daftar Isi
Oleh: Agus Susanto
(Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah Semester 2)
Silakan klik download untuk mendapatkan artikel berikut :
Pendahuluan
Jama’ah salat tarawih rahimakumullah…
Sudah sepatutnya bagi kita sebagai umat muslim menjalani bulan suci Ramadhan dengan kebahagiaan, dan kita dapat menjalankanya dengan sangat senang, dengan bersungguh-sungguh, karena orang yang berpuasa itu memiliki beberapa kebahagiaan, yang mana kebahagiaan tersebut tidak akan didapati kecuali oleh orang-orang yang berpuasa. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:
الصَائِمُ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فَتْرَطِهِ وَفَرْحَةٌ عِنءدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
Artinya: “Seorang yang berpuasa itu memiliki dua kebahagiaan yang pertama ketika berbuka puasa, dan kebahagiaan yang kedua ketika bertemu dengan Tuhannya.” ( HR. Bukkhori dan Muslim )
Kebahagiaan yang pertama ketika seorang yang berpuasa itu adalah ketika berbuka puasa. Kebahagiaan itu karena ia sudah mampu menahan hawa nafsu, menahan rasa haus, menahan lapar dan menahan dari semua hal yang membatalkan puasa. Semua itu bisa ia tahan dari pagi hingga berbuka puasa. Ketika berbuka puasa kenikmatnya dan kebahagiaanya itu tatkala air minum mengalir di tenggorokannya sebagaimana disebutkan dalam doa berbuka pausa. Ini masih kenikmatan kebahagiaan yang Allah berikan di dunia sudah membuat seseorang yang berpuasa itu sangat bahagia apalagi ketika bertemu dengan Rabbnya maka tentu lebih bahagia.
Jama’ah salat tarawih rahimakumullah…
Hadits tersebut juga memberikan singgungan kepada orang-orang yang memandang ibadah puasa hanya sebagai beban, mereka menganggap bahwa ibadah puasa adalah sebuah ujian yang berat dari Allah ﷻ. Hadits ini juga mengajarkan kita supaya dapat memandang ibadah puasa dari sisi-sisi yang membahagiakan hati kita, sehingga kita menunaikannya dengan senang hati dan ikhlas karna Allah tanpa ada rasa keberatan di dalamnya.
Nanti ketika di akhirat, kita akan mendapatkan kebahgiaan yang besar, balasan palaha yang sangat besar yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kita mendapatkan berbagai keutamaan dan kemuliaan lain yang tidak diberikan kepada orang-orang yang tidak berpuasa. Kebahagiaan imani di akhirat ini disebabkan oleh beberapa hal berikut:
Pertama : Kebahagiaan dengan Pahala yang Sangat Besar
Kebahagiaan imani akan didapatkan di akhirat karna berhasil meraih pahala yang sangat besar tentunya dari amal ibadah puasa tersebut sebagaimana yang dijanjikan Allah ﷻ dalam sabda Nabi Muhammad ﷺ
كل عمل ابن آدم يضاعف الحسنة عشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال الله عز وجل إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به
Artinya: “Setiap amal anak adam akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan semisal sampai 700 kali lipat. Allah berfirman kecuali puasa maka sesungguhnya puasa itu untukku dan aku yang akan membalasnya.” ( HR. Muslim ).
Dalam hadits di atas, disebutkan pengecualian ibadah puasa dari amal ibadah lain yang mana pahalanya dilipatgandakan sepuluah kali lipat hingga 700 ratus kali lipat kebaikan.
Jama’ah salat tarawih rahimakumullah…
Kedua : Kebahagiaan karena Memasuki Surga Melalui Pintu Khusus
Kemudian kebahagiaan yang dialami oleh orang yang berpuasa, yaitu mereka akan masuk surga melalui pintu khusus yang bernama Ar-rayyan Rasulullah ﷺ bersabda:
إن في الجنة بابا يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال : أين الصائمون، فيقمون لا يدخل منه أحد غيرهم فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد.
Artinya: “Sesungguhnya di surga terdapat satu pintu bernama Ar-rayyan. Yang berhak memasuki pintu ini pada hari kiamat nanti hanyalah orang-orang yang berpuasa. Tidak ada seorangpun yang memasuki pintu ini selain mereka. Dikatakan, ‘di manakah orang-orang yang berpuasa?’ lalu mereka berdiri, dan tidak ada seorang pun yang memasukinya selain mereka. Apbila mereka telah masuk, maka pintu itu akan ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang memasukinya.”
( HR. Bukhori dan Muslim )
Ketiga : Kebahagiaan karena Mendapatkan Hidangan Khusus yang Sangat Lezat
Setelah memasuki pintu surga Ar-rayyan, kita akan diperlakukan secara istimewa dengan mendapatkan hidangan khusus yang sangat lezat dan belum pernah kita rasakan di dunia dan belum pernah terlintas dalam benak kita. Rasulullah ﷺ bersabda,
إن الله مائدة عليها ما لا عين رأت، ولا أذن سمعت، ولا خطر على قلب بشر، ر لا يقعد عليها إلا الصائمون.
Artinya: “Sesungguhnya Allah Allah memiliki meja hidangan, di atasnya terdapat hidangan yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terelintas dalam benak manusia. Tidak ada yang duduk di meja hidangan ini kecuali orang-orang yang berpuasa.” ( HR. Thabrani )
Keempat : Dijauhkan dari Api Neraka
Seseorang yang berpuasa akan dijauhkan dari api neraka. Dari Abu Said radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tiada seorang hambapun yang berpuasa sehari dengan niat karna menuju kepada ketaatan kepada Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka karena puasanya tadi, sejauh perjalanan tujuh puluh tahun dari neraka,” ( Muttafaqun ‘alaih ).
Jama’ah salat tarawih rahimakumullah…
Kelima : Mendapatkan Permohonan Ampun dari Allah
Kebahagian yang terahir di sini bagi orang yang berpuasa yaitu para malaikat akan senangtiasa memohonkan ampunan kepada Allah untuk seorang yang berpuasa sampai ia berbuka puasa. Rasulullah ﷺ bersabda:
ويستغفر له الملائكة حتى يفطر.
Artinya: “Dan malaikat memohonkan ampunan unatuknya sampai ia berbuka.” (HR. Baihaqi)
Itulah beberapa balasan pahala yang dijanjikan sepesyal oleh Allah kepada orang-orang yang berpuasa. Pahala-pahala yang sangat luar biasa. Maka hendaknya kita semua dapat mengerjakan ibadah puasa ini dengan maksimal sehingga mendapatkan keutamaan-keutamaan dari Allah dari ibadah puasa tersebut.
Kesimpulan
Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan sumber kebahagiaan yang mendalam bagi setiap umat Muslim. Dari kebahagiaan saat berbuka puasa hingga kebahagiaan yang dijanjikan di akhirat, puasa memberikan kita kesempatan untuk merasakan kenikmatan yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Dengan setiap amal ibadah yang kita lakukan, kita tidak hanya mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tetapi juga keistimewaan untuk memasuki surga melalui pintu Ar-rayyan, menikmati hidangan istimewa, dan dijauhkan dari api neraka.
Oleh karena itu, marilah kita sambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan dan kesungguhan. Dengan memahami makna puasa dan keutamaan yang menyertainya, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan ikhlas dan penuh semangat. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan untuk berpuasa dengan maksimal, sehingga kita dapat meraih semua keutamaan dan kebahagiaan yang telah dijanjikan-Nya.




