
Pengantar
Dr. Mustaqim Safar, M.Pd. merupakan Ketua Yayasan Yasmin Utama Surakarta sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darusy Syahadah. Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh perintis berdirinya Pondok Pesantren Darusy Syahadah dan memiliki peran penting dalam membangun sistem pendidikan, dakwah, serta kaderisasi umat yang menjadi karakter khas pesantren hingga saat ini.
Selama lebih dari tiga dekade mengabdikan diri di dunia pendidikan Islam, beliau terus berupaya melahirkan generasi muslim yang berilmu, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki semangat berdakwah dan mengabdi kepada umat.
Riwayat Pendidikan
Perjalanan pendidikan KH. Dr. Mustaqim Safar diawali dengan menempuh pendidikan di Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo. Pendidikan kepesantrenan tersebut menjadi fondasi yang kuat dalam membentuk kepribadian, pemahaman keislaman, serta semangat perjuangan beliau di bidang dakwah dan pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan kepesantrenan, beliau melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Malang (UNISMA). Semangat menuntut ilmu terus beliau lanjutkan hingga meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) dan menyelesaikan Program Doktor (S-3) di bidang Pendidikan. Perpaduan antara tradisi kepesantrenan dan pendidikan akademik tersebut menjadi bekal dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam yang memadukan nilai-nilai syariat, keilmuan, dan kepemimpinan.
Perintis dan Pengembang Pondok Pesantren Darusy Syahadah
Dr. Mustaqim Safar merupakan salah satu tokoh yang merintis berdirinya Pondok Pesantren Darusy Syahadah pada tahun 1993. Sejak masa awal pendiriannya, beliau dipercaya mengemban amanah sebagai mudir (pimpinan) pesantren dan memimpin proses perintisan, penyusunan sistem pendidikan, pembinaan tenaga pendidik, serta pengembangan kelembagaan.
Di bawah kepemimpinan beliau, Pondok Pesantren Darusy Syahadah berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang memiliki berbagai jenjang dan unit pendidikan, di antaranya Madrasah Diniyah, Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), Program Tahfizhul Qur’an atau Kulliyyatul Mu’allimin li Tahfizhil Qur’an (KMT), Syu’bah Ta’shil Ilmi (STI) Darusy Syahadah, Ma’had ‘Aly Darusy Syahadah, serta unit pendidikan putra dan putri.
Seiring berkembangnya Yayasan Yasmin Utama Surakarta sebagai lembaga yang menaungi berbagai amal usaha di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, beliau kemudian mengemban amanah sebagai Ketua Yayasan Yasmin Utama Surakarta. Meskipun kepemimpinan operasional pesantren dijalankan oleh mudir yang ditunjuk, beliau tetap menjadi pengasuh dan pembina utama yang mengarahkan visi, kebijakan strategis, serta pengembangan Pondok Pesantren Darusy Syahadah hingga saat ini.
Kiprah dalam Pendidikan dan Dakwah
Sebagai pendidik dan pengasuh pesantren, KH. Dr. Mustaqim Safar mengembangkan sistem pendidikan yang menitikberatkan pada keseimbangan antara ilmu, iman, amal, dan akhlak. Sistem tersebut memadukan pembelajaran aqidah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, pendalaman ilmu-ilmu syar’i, penguasaan bahasa Arab, tahfizhul Qur’an, pembinaan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kaderisasi dakwah.
Selain membina santri, beliau juga aktif memberikan pembinaan kepada para guru, wali santri, serta masyarakat melalui berbagai kajian ilmiah, daurah, pelatihan, dan forum-forum dakwah. Beliau juga dikenal aktif mempererat kerja sama antarpondok pesantren dan mengembangkan jaringan dakwah sebagai bagian dari ikhtiar membangun kualitas pendidikan Islam.
Amanah Organisasi
Selain memimpin Yayasan Yasmin Utama Surakarta dan mengasuh Pondok Pesantren Darusy Syahadah, KH. Dr. Mustaqim Safar juga dipercaya mengemban berbagai amanah organisasi, antara lain:
- Ketua Yayasan Yasmin Utama Surakarta.
- Pengasuh Pondok Pesantren Darusy Syahadah.
- Ketua Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Islam (BKSPPI) Provinsi Jawa Tengah.
- Anggota Majelis Syura Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Solo Raya.
Berbagai amanah tersebut menunjukkan komitmen beliau dalam memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan dan dakwah demi kemajuan umat.
Visi Kepemimpinan
Dalam berbagai kesempatan, KH. Dr. Mustaqim Safar menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan pesantren bukan sekadar menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi membentuk pribadi muslim yang memiliki aqidah yang lurus, ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, jiwa kepemimpinan, serta kesiapan berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat.
Visi tersebut diwujudkan melalui sistem pendidikan kader yang menanamkan keseimbangan antara ilmu, amal, akhlak, dan dakwah sehingga para santri tidak hanya menjadi pencari ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi umat.
Dedikasi dan Warisan Pengabdian
Lebih dari tiga puluh tahun pengabdian beliau telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang pendidikan dan dakwah. Alumni Pondok Pesantren Darusy Syahadah kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai dai, mubaligh, pendidik, pengasuh pondok pesantren, kepala sekolah, dosen, pembina majelis taklim, serta penggerak dakwah di tengah masyarakat.
Tidak sedikit pula alumni yang mendirikan dan mengembangkan lembaga pendidikan Islam, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak Islam (TKI), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), sekolah menengah Islam, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi. Kiprah mereka menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan proses kaderisasi yang dibangun di Pondok Pesantren Darusy Syahadah.
Melalui dedikasi yang berkelanjutan, KH. Dr. Mustaqim Safar berharap Pondok Pesantren Darusy Syahadah senantiasa menjadi lembaga yang melahirkan generasi rabbani yang berilmu, beramal, berakhlak mulia, serta mampu melanjutkan estafet dakwah dan perjuangan Islam demi kemaslahatan umat.
