Daftar Isi
Oleh: Abdul ‘Aziz Az-Zuhri
(Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah, Semester 2)
Silakan klik Santri Darsya untuk men-download artikel kultum berikut.
Pendahuluan
Segala puji bagi Allah ﷻ yang memberikan anugerah agung kepada hamba-hambanya dalam mengatasi godaan-godaan nafsu dan setan yang ingin menjerumuskan mereka. Puasa menjadi benteng serta perisai bagi orang-orang yang ikhlas. Puasa sebagai Perisai Spiritual
Nafsu adalah cara yang digunakan setan untuk menggoda hati manusia. Dengan puasa, jiwa menjadi tenang dan kuat untuk mengalahkan setan yang terkutuk.
Allah ﷻ berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْن١٨٣
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah: 183-184).
Tujuan Utama Puasa: Mencapai Takwa
Wahai manusia, sesungguhnya Allah mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan, karena puasa memiliki pengaruh positif dan manfaat besar di dunia dan di akhirat. Puasa itu dapat mengendalikan jiwa dan nafsu. Jika nafsu itu kenyang, ia akan merajalela dan mengajak kepada kejahatan. Tetapi jika lapar, nafsu akan lebih mudah ditundukkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم: يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ, فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ, وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ, وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya: “Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, telah berkata kepada kami Rasulullah ﷺ, ‘Wahai kaum muda, barangsiapa di antara kalian yang sudah memiliki bekal hendaknya ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu dapat memejamkan pandangan mata dan menjaga kehormatan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa itu dapat meredam nafsu.’” (Muttafaqun ‘Alaih).
Puasa sebagai Pendidikan Jiwa
Selain itu, puasa adalah cara yang sangat efektif untuk mendidik jiwa. Puasa juga dapat menjunjung tinggi kejujuran dan kesetiaan, mendorong untuk ikhlas dan bertanggung jawab, serta mengajarkan untuk sabar dalam menghadapi kesulitan. Sifat-sifat terpuji tersebut mampu menyelamatkan seseorang dalam menjaga antara halal dan haram karena ingin menggapai ridha Allah ﷻ dan takut akan siksaannya. Apalagi menyelamatkan dari barang-barang haram yang tidak dibutuhkan. Sehingga orang tidak mau melanggar janji, berbuat pamrih, dan seterusnya. Selain menjauhi larangan, puasa juga mendekatkan kepada ketaatan kepada Allah ﷻ. Semua itu yang disyariatkan oleh Allah ﷻ dalam firman-Nya yang artinya, “agar kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah:183).
Meningkatkan Rasa Syukur
Puasa juga dapat mendorong seseorang untuk mensyukuri nikmatnya. Mencegah mengonsumsi makanan dan minuman serta menggauli istri adalah nikmat utama yang dianugerahkan kepada makhluk-Nya. Menahan diri dari itu menggerakkan seseorang untuk mengetahui kadar dirinya. Sebab seseorang akan mengetahui keutamaan satu nikmat manakala ia hilang darinya. Sehingga tergerak untuk selalu mensyukurinya. Dan mensyukuri nikmat Allah hukumnya wajib. Itulah yang disyariatkan oleh Allah ﷻ dalam firman-Nya:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “Dan hendaknya kamu mencukupkan bilangannya dan hendaknya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Al-Baqarah:185).
Empati Melalui Puasa
Puasa juga mengingatkan seseorang untuk berbuat baik dan saling mengasihi satu sama lain. Sebab apabila seseorang merasa menderita lapar, ia akan teringat orang yang selalu merasa lapar di setiap saat, dan selalu memiliki rasa untuk saling mengasihi.
Manfaat Kesehatan Puasa
Puasa dapat menjaga diri dari kuman dan bakteri yang berbahaya, serta dapat menyembuhkan banyak penyakit. Banyak manfaat yang diperoleh dalam berpuasa, dan telah dibuktikan oleh banyak orang. Seorang dokter yang pintar pasti akan menyuruh pasiennya menghindari makanan tertentu supaya pembuluh darahnya menjadi bersih sehingga bagus menerima obat. Demikian halnya dengan puasa, ia mampu membersihkan pembuluh darah seseorang dari kemaksiatan sehingga mudah dimasuki rahmat.
Kesadaran Spiritual di Bulan Ramadhan
Puasa Ramadhan membuat umat Islam meningkatkan kesadaran spiritual mereka. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan tindakan-tindakan yang membatalkan puasa selama berjam-jam, umat Islam diajarkan juga mengendalikan hawa nafsu yang merupakan cerminan ketakwaan kepada Allah ﷺ.
Keutamaan Puasa Ramadhan
Di antara keutamaan berpuasa di bulan Ramadhan adalah sebagaimana dijelaskan dalam hadist Rasulullah ﷺ:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhari).
Puasa sebagai Penghapus Dosa
Dari hadis di atas dapat kita pahami bahwa puasa adalah amalan ibadah yang bisa menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Salah satu amalan yang tidak ada bandingannya adalah puasa. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist nabi ﷺ:
يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمُرْنِيْ بِعَمَلٍ أَدْخُلُ بِهِ الْجَنَّةَ . قَالَ عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ مِثْلَ لَهُ.
Artinya: “Wahai Rasulullah, perintahlah saya untuk mengerjakan suatu amalan, yang dengannya, saya dimasukkan ke dalam surga. Beliau bersabda, ‘Berpuasalah, karena (puasa) itu tak ada bandingannya.’”
Kesimpulan tentang Puasa
Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kesadaran spiritual, dan memperbaiki akhlak. Dengan memahami dan mengamalkan esensi puasa, kita dapat meraih manfaat yang lebih besar baik di dunia maupun di akhirat. Mari kita jadikan puasa sebagai momen untuk introspeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah kita.




