BerandaKultumStrategi Beribadah di Ramadhan: Prioritaskan Amal untuk Mendekatkan Diri kepada Allah

Strategi Beribadah di Ramadhan: Prioritaskan Amal untuk Mendekatkan Diri kepada Allah

- Advertisement -spot_img

Oleh : Rama Bagus Saputra

(Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah, Semester 4)

Silakan klik Santri Darsya untuk men-download artikel kultum berikut.

 

Pendahuluan

Hari berganti hari, pekan berganti pekan, bulan berganti bulan, alhamdulillah tak terasa Allah ﷻ telah sampaikan kita kembali di hari yang ke- ( sekian kali) bulan suci Ramadhan. Ini adalah nikmat yang begitu agung, nikmat yang diinginkan oleh mereka yang sudah meninggal mendahului kita. Kita patut bersyukur atas nikmat yang begitu besar ini.

Mengisi Ramadhan dengan Amal Ibadah

Nikmat yang begitu besar ini patut kita syukuri dengan melakukan amalan yang telah diperintahkan kepada kita, terutama di bulan suci Ramadhan ini. Bulan yang seluruh amal ibadah yang kita lakukan akan Allah ﷻ berikan pahala yang berlipat ganda.

Rasulullah ﷺ bersabda:

فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ مَا لَا تُضَاعَفُ فِيْمَا سِوَاهُ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ. (رواه الطبراني)

Artinya: “Bertaqwalah kalian pada bulan Ramadhan, sungguh kebaikan di dalamnya dilipatgandakan pahalanya yang hal ini tidak didapatkan pada bulan selainnya, begitu pula keburukan.”  (HR. Tabrani).

Prioritaskan Amal Ibadah

Agar lebih maksimal kita dalam meraih pahala di bulan Ramadhan, yang di mana pahala dari amal ibadah kita dilipat gandakan oleh Allah ﷻ. Maka kita harus bisa memprioritaskan amal ibadah apa yang akan menjadi amalan andalan kita di bulan suci Ramadhan ini. Kita memprioritaskan bukan berarti meremehkan amal ibadah yang lainnya, akan tetapi kita memprioritaskan beberapa amal ibadah agar kita bisa meraih pahala yang maksimal dan kita termasuk orang orang yang beruntung.

Amalan Utama di Bulan Ramadhan

Beberapa amal ibadah yang bisa kita prioritaskan untuk kita lakukan selama bulan Ramadhan adalah:

  1. Puasa

Puasa merupakan amalan yang Allah wajibkan pada bulan suci Ramadhan.

Dari Abu Hurairah, ia berkata,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari                 Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim    no. 760).

  1. Qiyamul Lail

Pada bulan Ramadhan terdapat ibadah yang hanya ada pada bulan Ramadhan,      yaitu salat tarawih. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan    ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR al-Bukhari, Muslim, dan             lainnya).

Ulama sepakat bahwa redaksi “qâma ramadlâna” di dalam hadits tersebut           diarahkan pada shalat tarawih. Syekh Khatib al-Syarbini menegaskan:

وَقَدْ اتَّفَقُوا عَلَى سُنِّيَّتِهَا وَعَلَى أَنَّهَا الْمُرَادُ مِنْ قَوْلِهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – «مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ» رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَقَوْلُهُ: إيمَانًا: أَيْ تَصْدِيقًا بِأَنَّهُ حَقٌّ مُعْتَقِدًا فَضِيلَتَهُ، وَاحْتِسَابًا: أَيْ إخْلَاصًا،

Artinya: “Ulama sepakat atas kesunnahan tarawih dan sesungguhnya tarawih            adalah shalat yang dikehendaki dalam hadits Nabi, Barang siapa ibadah (tarawih) di     bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah          lampau. Hadits diriwayatkan al-Bukhari. Adapun sabda Nabi ‘imanan’, maksudnya adalah membenarkan bahwa yang demikian itu haq seraya meyakini keutamaannya.        Sabda Nabi ‘wahtisaban,’ maksudnya ikhlas.” (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-          Muhtaj,juz1,hal.459).

  1. Tilawah Al-Qur’an

Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an, Allah ﷻ berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Artinya : “Bulan ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an,            sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan    pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS Al-Baqoroh: 185)

Kemudian tidak hanya itu, pada bulan Ramadhan Allah lipatgandakan pahala dari      amal ibadah yang kita lakukan. Terlebih lagi jika kita tilawah Al-Qur’an yang di mana satu hurufnya tidak dihitung hanya satu kebaikan tetapi satu huruf dihitung 10 kebaikan. Sebagaimana hadis Rasulullah ﷺ :

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لاَ أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ” رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa       sallam bersabda, ‘Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya           satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak        mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.’” (HR. Tirmidzi)

Dengan keutamaan ini, mari kita sama-sama rutinkan tilawah Al-Qur’an. Kita buat        berapa kali kita akan khatam di bulan suci Ramadhan ini. Karena para ulama terdahulu berlomba-lomba dalam mengkhatamkan Al-Qur’an

Inilah strategi beribadah kita di bulan suci Ramadhan, kita harus memilih amalan          andalan kita, amalan yang akan kita prioritaskan. Tiga amalan rekomendasi yang bisa kita lazimi mulai dari awal Ramadhan yaitu, puasa, qiyamulail, dan tilawah Al-Qur’an

Kesimpulan

Bulan suci Ramadhan adalah kesempatan emas bagi umat Muslim untuk meraih pahala yang berlipat ganda melalui amal ibadah. Dalam suasana penuh berkah ini, kita diajak untuk memprioritaskan amalan-amalan utama seperti puasa, qiyamulail (salat tarawih), dan tilawah Al-Qur’an. Dengan melaksanakan ketiga amalan ini secara konsisten, kita tidak hanya mendapatkan pengampunan dosa, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Ramadhan bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga momen untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas spiritual kita. Mari kita manfaatkan bulan yang penuh rahmat ini dengan sebaik-baiknya, agar kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami