Boyolali, 18 Februari 2025 – Dalam suasana penuh khidmat dan kebahagiaan, santri kelas satu unit Syu’bah Ta’shil Ilmi Darusy Syahadah merayakan khataman kitab Bidayatul Hidayah di bawah bimbingan Ust. Muhammad Setyo Nugroho, Lc., M.H. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa ini bukan sekadar acara formal, tetapi merupakan momen penting dalam perjalanan spiritual dan pendidikan para santri. Kitab Bidayatul Hidayah, yang ditulis oleh Imam Al-Ghazali rahimahullah, adalah karya monumental yang mengajak pembacanya untuk mendalami akhlak dalam Islam. Dengan khataman ini, para santri diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai akhlak mulia yang terkandung di dalamnya.

Khataman ini memiliki tujuan yang lebih dalam daripada sekadar menyelesaikan bacaan. Harapan utama dari kegiatan ini adalah agar para santri dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh secara menyeluruh, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam interaksi sosial mereka. Ust. Muhammad Setyo Nugroho, dalam sambutannya, menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan ajaran yang terdapat dalam kitab ini. “Dengan memahami ajaran akhlak yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali, kita diharapkan dapat menjadi pribadi yang baik dan mulia, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak yang baik,” ujarnya.
Kegiatan khataman ini juga mencerminkan satu tradisi mulia yang tidak ditemukan dalam pendidikan formal. Di Syu’bah Ta’shil Ilmi Darusy Syahadah, pendidikan tidak hanya mengutamakan pengetahuan, tetapi juga karakter. Melalui pembiasaan diri dalam memahami kitab kuning, yang merupakan warisan kesarjanaan umat Islam, para santri diajarkan untuk menjaga dan merawat nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu. Kitab-kitab ini tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga menjadi panduan hidup yang relevan hingga saat ini.
Dalam suasana khidmat, para santri mengungkapkan rasa syukur dan harapan mereka setelah menyelesaikan khataman ini. “Kami merasa sangat bersyukur bisa menyelesaikan kitab ini. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat bermanfaat dan menjadi bekal dalam perjalanan hidup kami,” ungkap salah satu santri. Dengan semangat yang menggebu, para santri berkomitmen untuk meneruskan tradisi ini, berharap agar generasi selanjutnya juga mencintai ilmu dan agama.
Khataman kitab Bidayatul Hidayah ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah komitmen untuk terus belajar dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah, tradisi ini akan terus berlanjut dan menginspirasi banyak orang untuk menjadikan akhlak mulia sebagai bagian integral dari kehidupan mereka. Dengan demikian, Syu’bah Ta’shil Ilmi Darusy Syahadah tidak hanya mencetak santri yang cerdas secara akademis, tetapi juga santri yang memiliki hati yang lembut dan peduli terhadap sesama. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus berkontribusi dalam kebaikan dan memperkuat tali persaudaraan di antara mereka.




