Blagung, Simo – Kamis, 5 Juni 2025. Lapangan Syu’bah Ta’shil Ilmi (STI) Darusy Syahadah kembali menjadi saksi kebersamaan yang syahdu dan penuh makna. Ribuan santri dan seluruh asatidz berkumpul dalam acara Ifthor Jama’i Puasa Arafah, yang dimulai sejak pukul 16.30 hingga ba’da Isya. Bukan hanya sekadar berbuka puasa bersama, kegiatan ini menjadi momen ruhiyah yang memperkuat keimanan dan mempererat tali ukhuwah.

Momen spesial ini semakin bermakna dengan hadirnya Ustadz Sudarisman Ahmad, Lc, MA, yang memberikan tausiyah menjelang berbuka. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menyelami kembali makna ibadah haji dan pesan-pesan spiritual yang terkandung di dalamnya.

“Dzikir terbaik adalah pengakuan bahwa tiada tuhan selain Allah,” ungkap beliau membuka tausiyah dengan kalimat yang menembus relung hati.
Lebih lanjut, beliau memaparkan tiga pelajaran besar dari ibadah haji yang sepatutnya direnungkan oleh setiap muslim:
- Ihram, kata beliau, adalah simbol kesiapan kita meninggalkan segala bentuk keduniaan ketika hendak menghadap Allah.
- Wukuf di Arafah menggambarkan suasana padang mahsyar—sebuah kondisi di mana manusia dikumpulkan di tengah panasnya padang pasir, sesuai dengan tingkat keimanan masing-masing.
- Kurban, bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi gambaran bagaimana seorang hamba mesti siap berkorban sepenuhnya demi kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Sore itu, cahaya senja menyinari wajah-wajah yang penuh harap dan kekhusyukan. Dzikir, doa bersama, dan lantunan ayat suci menambah kesejukan spiritual. Ketika adzan maghrib berkumandang, seluruh santri dan asatidz menikmati hidangan buka puasa bersama dengan hati yang bersih dan suasana yang hangat.

Acara berlanjut hingga ba’da Isya dengan shalat berjamaah dan ramah-tamah antar sesama warga pesantren. Semangat ukhuwah dan keimanan benar-benar terasa menyatu dalam satu momen indah yang akan dikenang lama oleh para pesertanya.
Dengan tema dan semangat Arafah, acara Ifthor Jama’i kali ini tak hanya mengisi perut, tetapi juga menyirami jiwa. Sebuah pengingat bahwa setiap momen bersama adalah ladang untuk mempertebal iman dan mempererat ukhuwah Islamiyah.




