BerandaKabar PondokDSPAWisuda Darusy Syahadah 2025: Mengantar Generasi Dakwah Menuju Jalan Pengabdian

Wisuda Darusy Syahadah 2025: Mengantar Generasi Dakwah Menuju Jalan Pengabdian

- Advertisement -spot_img

Boyolali, 29 Juni 2025 — Suasana haru, khidmat, dan penuh kebanggaan menyelimuti halaman Masjid Baitul Makmur, komplek Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah, Gunungmadu, Simo, Boyolali. Lebih dari 1.500 hadirin, terdiri dari santri, asatidzah, wali santri, tokoh masyarakat, dan tamu undangan, memadati lokasi sejak pagi hari untuk mengikuti prosesi Wisuda Akbar Darusy Syahadah 2025 yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Sambutan dari ketua yayasan Yasmin Surakarta Dr. KH. Mustaqim Safar

Acara sakral tahunan ini menjadi momentum pelepasan dan penganugerahan kelulusan kepada santri dan santriwati dari berbagai unit pendidikan. Di antaranya:

 

  • Putra: KMI (angkatan ke-28), KMT (angkatan ke-4), DID (angkatan ke-23), STI (angkatan ke-1), dan KTI (angkatan ke-3)
  • Putri: KMA (angkatan ke-15), DID (angkatan ke-16), dan KMT (angkatan ke-3)

 

Foto asatidzah senior dalam sesi berdoa di penghujung acara

Secara keseluruhan, tahun ini sebanyak 319 santri dan santriwati resmi diwisuda: 189 santri dan 130 santriwati, menandai akhir dari fase belajar dan awal dari pengabdian yang lebih luas untuk umat.

 

Foto dokumentasi para wisudawan

Rangkaian Acara Penuh Makna

 

Prosesi diawali dengan lantunan suci Al-Qur’an oleh Ustadz Jundi Abdurrahman Al-Hafizh, menyejukkan hati para hadirin sebelum bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

Sambutan dari bapak Camat Simo Muhammad Fahruddin S.Sos, M.M

Dalam sambutan pembuka, Dr. KH. Mustaqim Safar, selaku Pimpinan Pesantren dan Ketua Yayasan Yasmin Surakarta, menyampaikan rasa syukur atas limpahan nikmat Allah serta ucapan selamat kepada para wisudawan. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal menuju tantangan berikutnya dalam medan dakwah dan pendidikan.

 

Beliau juga menyoroti kemajuan signifikan pesantren yang kini telah memiliki enam komplek pendidikan tersebar di berbagai daerah, termasuk Gunungmadu, Grenjeng, Lengkongsari, Blagung, Cilak, dan bahkan pembinaan di Bogor dan Sumatera Barat.

Ustadz Oemar Mita selaku pemateri khutbah wada’

Tak kalah penting, Ustadz Qosdi Ridwanullah, selaku Mudir Pesantren, menyampaikan bahwa pendidikan di Darusy Syahadah bertujuan membentuk generasi Islam yang bermental kuat dan berakhlak luhur. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, khususnya wali santri dan para donatur.

 

 

Kajian Khutbah Wisuda oleh Ustadz Oemar Mita

Puncak spiritual acara ditandai dengan kajian khutbah wisuda oleh Ustadz Oemar Mita, Lc — alumni angkatan kedua pesantren. Dalam ceramah yang menggugah hati, beliau menekankan pentingnya peran guru sebagai “orang tua kedua” dan menyoroti nilai keberkahan dalam kebersamaan.

Foto asatidzah senior dan tamu undangan

“Ketika orang tua menyaksikan anaknya diwisuda, itu bukan sekadar kebanggaan, tapi momen penguatan spiritual untuk terus mengalirkan energi keshalihan,” tuturnya. Ia juga berpesan agar para wisudawan tetap rendah hati dan terus belajar, karena dakwah bukan sekadar ucapan, tapi solusi nyata untuk umat.

 

 

Pesan Cinta dan Kenangan dari Wisudawan dan Wali

 

Suasana haru memuncak ketika saudara Fauzan, santri DID dari Luhu Timur, menyampaikan pesan dan kesan wisudawan. Dalam ucapannya, ia mewakili seluruh teman seperjuangan untuk mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada para asatidzah. Sebagai kenang-kenangan, para wisudawan menghadiahkan 1 unit mobil ambulance untuk mendukung pelayanan pesantren.

 

Sementara itu, Bapak Bilal Mu’tasimbillah, S.Pd., M.Pd., wali dari Muhammad Al-Fatih, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas jasa besar Darusy Syahadah dalam mendidik putra-putrinya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan ikrar alumni yang dipandu oleh Ustadz Abdul Kholiq, serta penyampaian informasi kependidikan dan pengumuman santri berprestasi oleh Ustadz Zaid Abdul Lathif, ditutup dengan doa penutup dari Drs. H. Asikin, M.Ag, selaku Ketua MUI Boyolali.

 

Sesi foto bersama ketua yayasa, direktur, pesantren, petugas kepemerintahan Simo Boyolali dan tokoh masyarakat lainnya
Penyerahan hadiah kenang-kenangan bagi para santri yang berprestasi

Tujuan dan Harapan: Menapaki Jalan Panjang Pengabdian

 

Wisuda bukan sekadar seremonial perpisahan. Ia adalah momentum sakral yang merekam jejak perjuangan panjang para santri dalam menuntut ilmu, menapaki malam-malam panjang penuh muroja’ah, mencatat harapan-harapan orang tua dalam setiap sujud dan air mata.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami