Boyolali – Kamis pagi, 17 Juli 2025, Aula Pondok Pesantren Darusy Syahadah Putri dipenuhi semangat para santriwati kelas akhir dalam agenda Dauroh Nihaiyat, sebuah pembekalan penting di awal Tahun Ajaran 2025–2026. Acara ini ditujukan untuk santriwati kelas 3 KMA, 3 KMT, dan 2 DID, sebagai bagian dari persiapan matang menuju jenjang akhir pendidikan mereka di pondok.

Dengan penuh khidmat, acara dimulai pukul 07.45 WIB. Ustadzah Amanatun Hidayatullah membuka dauroh dengan sambutan hangat yang membangkitkan semangat peserta. Beliau menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual dalam menyambut program-program kelas nihaiyah, yang menjadi fase penentu bagi santriwati sebelum terjun ke medan dakwah di masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan inti penyampaian materi oleh Ustadz Irfan Zain Nury. Dalam sesinya, beliau menjelaskan secara detail berbagai program yang akan dijalani para santriwati selama tahun terakhir mereka. “Program Nihaiyat bukan sekadar kegiatan penutup, namun merupakan momentum penajaman visi dakwah dan penguatan jati diri santri sebagai mu’allimat dan da’iyat,” ujarnya penuh semangat.

Para peserta tampak antusias dan mencatat poin-poin penting selama pemaparan berlangsung. Sosialisasi program ini menjadi bekal utama agar santriwati memahami peran strategis mereka ke depan, baik dalam bidang pendidikan, dakwah, maupun pengabdian masyarakat.
Acara ditutup sekitar pukul 10.00 WIB oleh penanggung jawab dauroh, yang mengajak seluruh peserta untuk menjalani tahun ini dengan semangat, kedisiplinan, dan niat yang tulus karena Allah Ta’ala. “Mari maksimalkan tahun ini sebagai momen terbaik untuk menjadi pribadi yang siap mengabdi dan memberi manfaat,” pesannya.
Dengan terlaksananya dauroh ini, Pondok Pesantren Darusy Syahadah Putri menunjukkan kesungguhannya dalam menyiapkan kader-kader perempuan unggul di bidang ilmu, akhlak, dan dakwah. Tahun ajaran baru pun dimulai dengan langkah mantap para santriwati kelas akhir menuju gerbang pengabdian yang lebih luas.




