Simo, Boyolali – Kamis (17/7/2025) Masjid Baitul Makmur kembali menjadi saksi langkah awal perjuangan para santri baru Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah dalam menempuh jejak keilmuan dan dakwah. Dalam rangkaian kegiatan Masa Orientasi Santri (MOS), digelar Daurah Sesi Kedua yang dihadiri oleh seluruh santri baru dari berbagai unit pendidikan yang ada di pesantren.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.15 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan narasumber utama Ustadz Muhammad Setyo Nugroho, Lc., M.H., salah satu pembina dan da’i senior di lingkungan pondok. Dalam tausiyahnya yang inspiratif, beliau mengangkat tema besar: “Menjadi Pelajar yang Visioner untuk Iqomatuddin”.
Dengan gaya penyampaian yang lugas dan menyentuh hati, beliau mengajak para santri untuk tidak sekadar menuntut ilmu secara formal, tetapi juga menanamkan visi besar dalam hidup mereka: menegakkan agama Allah (‘iqomatuddin) dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat.

“Santri bukan sekadar siswa, tapi calon pemimpin umat. Maka jadilah pelajar yang tidak hanya belajar untuk nilai, tapi belajar untuk misi,” tegas beliau.
Suasana masjid yang dipenuhi wajah-wajah muda penuh semangat menambah kesan khidmat acara ini. Para santri baru tampak antusias menyimak, mencatat, dan merenungkan setiap kalimat motivatif yang disampaikan. Tidak sedikit dari mereka yang terlihat terharu, seakan baru menyadari betapa besar peran yang sedang mereka siapkan dalam kehidupan.

Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang pengenalan nilai-nilai pondok, tetapi juga sebagai momen penyulut semangat untuk menyadari jati diri sebagai pelajar yang memikul amanah besar. Daurah ini diharapkan menjadi bekal awal yang kuat bagi para santri dalam membentuk kepribadian, orientasi belajar, dan cita-cita besar mereka ke depan.
Dengan berakhirnya sesi ini, para santri baru membawa pulang lebih dari sekadar catatan. Mereka membawa api semangat, arah perjuangan, dan kesadaran bahwa setiap pelajar sejati adalah pembangun peradaban.




