BOYOLALI – Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan menyelimuti kompleks Unit STI Darusy Syahadah, Blagung, Simo, Boyolali, pada Rabu, 13 Mei 2026. Santri kelas 2 bersama santri kelas 3 mengikuti rangkaian Khataman Kitab Al Yaquutun Nafis yang berlangsung sejak ba’da Shubuh hingga haflah pada malam harinya.

Kegiatan yang bertempat di Joglo Syeikh Yasin Al Fadani tersebut menjadi momentum berharga setelah para santri menyelesaikan pembelajaran kitab Al Yaquutun Nafis bersama Ustadz Muhammad Setyo Nugroho, Lc., MH. Kitab ini dikenal sebagai salah satu kitab fiqih bermadzhab Syafi‘i yang banyak dipelajari di kalangan pesantren karena kandungannya yang ringkas namun padat dalam pembahasan hukum-hukum ibadah dan muamalah.
Sejak ba’da Shubuh, para santri mengikuti prosesi khataman dengan penuh semangat dan kekhusyukan. Santri kelas 3 yang sebelumnya juga telah mempelajari kitab yang sama turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memberikan motivasi kepada adik kelas mereka agar terus bersemangat mendalami ilmu syar‘i.

Momen khataman ini bukan sekadar penanda selesainya pembelajaran sebuah kitab, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang para santri dalam menuntut ilmu agama. Dengan kesungguhan, kedisiplinan, dan bimbingan para asatidz, para santri diharapkan mampu memahami ilmu fiqih dengan baik serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada malam harinya, suasana kebersamaan semakin terasa melalui haflah syukuran yang diselenggarakan oleh santri kelas 2. Acara berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan dihiasi ungkapan rasa syukur atas selesainya pembelajaran kitab tersebut. Kebersamaan antara santri, asatidz, dan seluruh peserta menambah kesan mendalam dalam kegiatan ini.

Khataman kitab menjadi salah satu tradisi ilmiah di pesantren yang sarat makna. Selain sebagai bentuk syukur atas selesainya kajian, kegiatan ini juga menjadi motivasi agar para santri terus melanjutkan perjalanan menuntut ilmu dan tidak berhenti pada satu kitab saja.
Semoga kegiatan khataman Kitab Al Yaquutun Nafis ini menjadi wasilah keberkahan ilmu, melahirkan santri-santri yang faqih dalam agama, berakhlak mulia, serta semakin semangat dalam menapaki jalan ilmu dan dakwah.




