Boyolali — Suasana penuh semangat dan antusiasme tampak menyelimuti Lapangan Prasasti Praja Santri STI Kompleks STI Darusy Syahadah, Blagung, Simo, Boyolali, pada Kamis malam, 21 Mei 2026. Kegiatan Penutupan Muhadharah Unit STI Darusy Syahadah yang digelar ba’da Isya hingga pukul 22.00 WIB berlangsung meriah dengan diikuti seluruh santri Unit Syu’bah Ta’shil Ilmi Darusy Syahadah.

Acara ini menjadi penutup rangkaian kegiatan muhadharah yang selama ini menjadi sarana penting dalam melatih keberanian, kemampuan berbicara, serta penguatan mental dakwah para santri. Dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat sekaligus penuh semangat.
Kegiatan dibuka oleh dua pembawa acara dari kelas 3, yaitu Farid dan Syamil, yang memandu jalannya acara dengan komunikatif dan penuh semangat. Kehadiran keduanya berhasil menciptakan suasana acara yang hidup sejak awal hingga akhir kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Daris turut memberikan sambutan dan nasihat kepada seluruh santri. Beliau menyampaikan pentingnya muhadharah sebagai media pembentukan karakter, keberanian, serta bekal dakwah bagi para penuntut ilmu. Beliau juga mengingatkan agar para santri terus melatih kemampuan berbicara dan percaya diri dalam menyampaikan kebenaran di tengah masyarakat.
Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah penyampaian khutbah oleh Saifan, santri kelas 1, yang tampil dengan penuh keberanian di hadapan para santri lainnya. Penampilannya menjadi bukti bahwa latihan dan pembinaan yang dilakukan selama kegiatan muhadharah mampu menumbuhkan rasa percaya diri pada diri santri sejak dini.
Sepanjang acara, suasana penutupan muhadharah berlangsung meriah dan penuh antusias. Gelak tawa, tepuk tangan, serta semangat kebersamaan tampak menghiasi jalannya kegiatan. Momentum ini sekaligus menjadi ajang mempererat ukhuwah antar-santri di lingkungan STI Darusy Syahadah.

Melalui kegiatan muhadharah, pesantren berharap para santri tidak hanya memiliki kemampuan akademik dalam memahami ilmu syar’i, tetapi juga mampu menyampaikan ilmu tersebut dengan baik, santun, dan penuh hikmah kepada masyarakat.
Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya para dai dan penuntut ilmu yang berani, beradab, dan istiqamah dalam menebarkan manfaat bagi umat. Wallahu a’lam bish shawab.




