BerandaKajianAdabJangan Engkau Siakan Dia!

Jangan Engkau Siakan Dia!

- Advertisement -spot_img

Pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya begitu besar. Sayangnya, saat ini, kasih sayang dan perhatian penuh yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya mudah terabaikan.

Dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak nilai berharga yang telah dilupakan. Padahal Islam mengajarkan selalu menghormati dan mentaati orang tua. Allah dan RasulNya telah memberi nasihat dan ajaran agar selalu berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu.

Bahkan, perintah berbakti kepada orang tua beriringan dengan perintah beribadah kepada Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman;

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Qs. al-Isra’: 23)

Berbakti kepada kedua orang tua tidak mengenal waktu dan tempat, sekalipun mereka telah tiada, maka kewajiban berbakti kepada keduanya tetap terpatri kuat diatas pundak seseorang. Namun demikian, ketika keduanya memerintah untuk berbuat maksiat kepada Allah, maka tidak ada ketaatan kepada mereka.

Diriwayatkan Abu Hurairah, ada seorang pria datang kepada Rasulullah. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Beliau menjawab: ibumu (3x). Setelah orang itu bertanya lagi, maka beliau menjawab: bapakmu.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sangat menekankan berbakti kepada ibu, kecuali jika ia memerintah untuk bermaksiat kepada Allah. Inilah yang direalisasikan oleh sahabat Mush’ab bin Umair radhiyallahu anhu, ketika sang ibu memerintahnya agar meninggalkan agama yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Selain itu, pengorbanan dan bakti seorang dari kibar tabi’in, Uwais al-Qarni rahimahullah, sekalipun ia harus berjalan kaki menggendong sang ibu dari Yaman ke Makah untuk menunaikan haji.

Uwais al-Qorni rahimahullah adalah seorang dari kibar tabi’in yang paling utama dalam takwa, zuhud, dan wara’. Sosok yang tidak terkenal  di bumi, tapi terkenal di langit. Sosok yang doanya selalu mustajab. Bahkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah berpesan kepada Umar bin Khattab jika ia berjumpa dengannya, agar memintanya untuk memohonkan ampun kepada Allah.”

Setiap orang tua mendambakan anak-anak shalih dan shalihah, karena anak-anak inilah yang akan menggandeng tangan mereka ke dalam surga. Mereka adalah ekspektasi akhirat bagi setiap orang tua. Sebuah ekspetasi ketika anak dan harta sudah tidak berguna lagi.

Berbaktilah kepada kedua orang tuamu, jangan engkau sia-siakan mereka, bisa jadi mereka menjadi pintu surgamu. Ingatlah, ibumu…ibumu…ibumu…lalu bapakmu. [Abufajri, Ed.]

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami