Daftar Isi
Boyolali, 20 Juni 2025 — Masjid Ummul Mukminin di komplek Pondok Pesantren Darusy Syahadah Putri, Grenjeng, Kedunglengkong, Simo, Boyolali, dipenuhi semangat keilmuan dan keimanan pada Jumat sore yang penuh berkah. Seluruh santriwati berkumpul untuk menghadiri muhadhoroh spesial bersama ulama terkemuka, Syaikh Prof. Dr. Khalid bin Muhammad Al-Tsubayti, pendiri Lembaga Allimni Kayfa Ata’allam Jakarta.
Acara yang berlangsung ba’da ashar hingga pukul 17.00 WIB ini mengusung tema yang sangat relevan dan menggugah, yakni tentang kiprah wanita muslimah dalam sejarah peradaban Islam. Dengan pembawaan yang penuh hikmah dan bahasa yang menyentuh, Syaikh Khalid menyampaikan materi yang menggugah semangat para santriwati untuk meneladani para wanita agung dalam Islam.

Peradaban Tak Pernah Lahir Tanpa Peran Wanita
Dalam penyampaiannya, Syaikh Khalid menegaskan bahwa sejarah Islam mencatat begitu banyak peran penting yang dimainkan oleh para wanita. Beliau menyebutkan figur-figur teladan seperti Sayyidah Khadijah RA yang menjadi tulang punggung dakwah Nabi ﷺ, Sayyidah Aisyah RA yang menjadi rujukan ilmu dan fikih, serta para wanita pejuang lain yang turut andil dalam dakwah, pendidikan, hingga jihad.
“Jangan pernah meremehkan kekuatan ilmu dan keikhlasan seorang wanita. Dari rahim merekalah lahir para ulama, mujahid, dan pemimpin,” tegas beliau di hadapan para peserta.
Beliau juga membawakan kisah-kisah yang menggugah dari sejarah muslimah terdahulu, yang menunjukkan bahwa wanita adalah pilar penting dalam peradaban, bukan sekadar pelengkap.
Membentuk Identitas Muslimah Pejuang
Kegiatan ini bertujuan untuk membuka cakrawala berpikir para santriwati, agar mereka menyadari bahwa mereka adalah bagian penting dari tonggak kebangkitan umat. Melalui teladan para wanita shalihah terdahulu, para santriwati diharapkan dapat menemukan semangat baru untuk terus belajar, berjuang, dan menebar manfaat di masyarakat.
Diharapkan, dari momen ini akan tumbuh generasi muslimah yang memiliki kebanggaan terhadap identitas Islamnya, berilmu tinggi, dan memiliki kontribusi nyata dalam kehidupan umat sebagaimana para wanita agung dalam sejarah.
Penutup yang Penuh Harapan
Acara dimulai dengan pembukaan yang khidmat, dilanjutkan dengan muhadhoroh utama oleh Syaikh Khalid, dan ditutup dengan doa yang penuh haru dan keikhlasan. Para santriwati menyimak dengan penuh perhatian, membawa pulang ilmu dan inspirasi baru untuk kehidupan mereka sebagai muslimah.

Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen Pondok Pesantren Darusy Syahadah dalam membentuk karakter dan jati diri santriwati — sebagai pribadi yang tidak hanya taat dalam ibadah, tetapi juga aktif dalam membangun peradaban Islam melalui ilmu, akhlak, dan keteladanan.
Semoga dari muhadhoroh ini tumbuh pribadi-pribadi tangguh yang siap meneruskan perjuangan para muslimah terdahulu dengan keikhlasan, kecintaan terhadap ilmu, dan semangat memperbaiki umat.




