BerandaKabar PondokDaurah Imaniyah Tarbawiyah: Menghidupkan Iman, Meneguhkan Tarbiyah

Daurah Imaniyah Tarbawiyah: Menghidupkan Iman, Meneguhkan Tarbiyah

- Advertisement -spot_img

Boyolali, Darusy Syahadah – Segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kegiatan Daurah Imaniyah Tarbawiyah atau Daurah Tarbawi Imani kembali dapat terselenggara dengan lancar. Selama empat hari penuh, mulai Senin (18/8/2025) hingga Kamis (21/8/2025), seluruh mahasantri putra dan putri larut dalam suasana ilmu, iman, dan tarbiyah yang mendalam.

Syaikh Dr. ‘Alā’ Aḥmad Muḥammad

Suasana yang Menghidupkan Semangat

Kegiatan dipusatkan di masjid dan ruang-ruang kelas yang disiapkan khusus. Sejak hari pertama, wajah-wajah antusias para peserta tampak menyala. Sambutan hangat panitia membuka rangkaian acara dengan penekanan pada tujuan utama kegiatan: menguatkan iman sebagai fondasi pendidikan seorang Muslim.

Setiap harinya, jadwal diatur dengan tiga sesi utama. Sesi pagi dimulai pukul 07.45–11.15, dilanjutkan dengan sesi sore selepas ṣalāt ‘Ashar, dan dipungkasi sesi malam selepas ṣalāt ‘Isyā’. Pola intensif ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk benar-benar mendalami materi, sekaligus berinteraksi secara langsung dengan pemateri.

Syaikh Dr. ‘Alā’ Aḥmad Muḥammad dalam sesi foto bersama para mahasantri Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah.
Para mahasantriwati Ta’hil Al-Mudarrisat Darusy Syahadah saat sedang menyimak penjelasan materi dauroh.

Syaikh dari Timur Tengah

Yang membuat daurah kali ini begitu istimewa adalah kehadiran Syaikh Dr. ‘Alā’ Aḥmad Muḥammad, seorang ulama yang datang langsung dari Timur Tengah. Selama daurah berlangsung, beliau menyampaikan seluruh materi dalam bahasa Arab. Hal ini bukan hanya memperkaya wawasan tarbiyah, tetapi juga menjadi pengalaman emas bagi para santri untuk melatih keterampilan bahasa Arab secara langsung dari penuturnya.

Materi yang Menggugah Jiwa

Di antara materi utama yang beliau sampaikan, terdapat empat topik besar yang sangat relevan dengan kehidupan para santri:

  1. Tarbiyah Islamiyah – konsep pendidikan Islami yang berakar kuat pada al-Qur’an dan Sunnah, menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan juga pembentukan ruhani.
  2. Hidup dengan al-Qur’an – bagaimana seorang Muslim menjadikan al-Qur’an sebagai cahaya, pedoman, sekaligus penggerak dalam setiap aspek kehidupannya.
  3. Itqān al-‘Amal – urgensi kesungguhan dan kesempurnaan dalam amal perbuatan, bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan dengan ihsan.
  4. Metode Mengajar yang Efektif – prinsip-prinsip yang harus diperhatikan seorang pendidik agar mampu melahirkan generasi yang tangguh dan berkualitas.

Tujuan yang Mulia

Lebih dari sekadar memperluas wawasan akademik, tujuan inti daurah ini adalah menanamkan kesadaran bahwa iman adalah ruh dalam pendidikan. Ilmu tanpa iman hanyalah informasi, sedangkan ilmu dengan iman akan menjadi cahaya yang menuntun langkah, memperbaiki amal, serta memberikan manfaat luas bagi umat.

Syaikh Dr. ‘Alā’ Aḥmad Muḥammad saat sesi foto bersama jajaran asatidzah pengurus Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah.

Antusiasme Peserta

Antusiasme peserta terasa sepanjang acara. Setiap sesi tanya-jawab berjalan hidup, menunjukkan betapa santri haus akan ilmu dan hikmah yang disampaikan. “Daurah ini bukan hanya menambah ilmu, tapi juga menyalakan semangat baru dalam belajar dan beramal,” ujar salah satu peserta penuh semangat.

Penutup

Secara keseluruhan, Daurah Imaniyah Tarbawiyah berjalan sukses dan meninggalkan kesan mendalam. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah untuk lahirnya generasi ulama dan pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, sehingga mampu menerangi umat dengan ilmu dan keteladanan.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami