BerandaKabar PondokPenutupan Kelas Public Speaking STI Darusy Syahadah: Latih Keberanian Santri Berbicara di...

Penutupan Kelas Public Speaking STI Darusy Syahadah: Latih Keberanian Santri Berbicara di Depan Umum

- Advertisement -spot_img

BOYOLALI — Unit STI Darusy Syahadah menggelar penutupan kelas Public Speaking bersama Ihsanul Amal Ar-Rifai pada Selasa, 19 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung di Joglo Syeikh Ahmad Khotib Al Minangkabawi, komplek STI Darusy Syahadah, Blagung, Simo, Boyolali ini diikuti oleh para santri STI yang memiliki minat dalam pengembangan kemampuan berbicara di depan umum.

Acara dimulai ba’da mudzakarah sore hingga selesai dengan suasana yang penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ihsanul Amal Ar-Rifai, S.Pd. menyampaikan berbagai materi penting seputar public speaking, mulai dari cara membangun rasa percaya diri, teknik penyampaian materi, penguasaan audiens, hingga pentingnya komunikasi yang baik bagi seorang penuntut ilmu dan da’i.

Beliau juga menekankan bahwa kemampuan berbicara bukan hanya soal kefasihan, namun juga tentang keberanian menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik dan mudah dipahami.

“Seorang penuntut ilmu harus belajar menyampaikan ilmu dengan baik. Banyak orang memiliki ilmu, namun tidak semuanya mampu menyampaikannya dengan jelas dan menarik,” kurang lebih demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Tidak hanya menerima materi, para santri juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung kemampuan public speaking mereka di hadapan peserta lainnya. Satu per satu santri tampil menyampaikan materi singkat sebagai bentuk latihan keberanian, penguasaan diri, dan kemampuan komunikasi.

Momen praktik ini menjadi bagian yang paling menarik karena para peserta dapat belajar secara langsung dari pengalaman, sekaligus mendapatkan evaluasi dan arahan dari pemateri.

Kegiatan penutupan kelas public speaking ini menjadi salah satu bentuk perhatian STI Darusy Syahadah dalam mengembangkan soft skill santri, khususnya dalam kemampuan komunikasi dan dakwah. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini, para santri semakin percaya diri, terampil berbicara, serta siap menjadi generasi yang mampu menyampaikan ilmu dan kebaikan di tengah masyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri dan seluruh peserta sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi kegiatan.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
12,700PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
9,600PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

Silakan tulis komentar Anda demi perbaikan artikel-artikel kami