Oleh: Rama Bagus Saputra
(Mahasantri Ma’had Aly Ta’hil Al-Mudarrisin Darusy Syahadah Semester 4)
Silakan klik download untuk mendapatkan artikel berikut :
Jamaah salat tarawih rahimakumullah…
Tidak bisa dipungkiri bahwasanya kita sebagai hamba, sebagai seorang muslim, sebagai umatnya Rasulullah ﷻ dalam melakukan amalan pasti mencari amalan yang mudah tapi pahalanya sangat banyak di sisi Allah. Jika dibandingkan dengan para salafus soleh, kita sangat jauh berbeda. Dahulu mereka selalu berusaha untuk melakukan amalan ibadah yang berat dan sulit agar bisa mendapatkan ridho Allah ﷻ.
Dalam melakukan amalan, terdapat satu amalan yang di mana amalan ini sangat-sangat ringan untuk dilakukan. Kita tidak perlu bersusah payah melakukannya, tidak perlu mengeluarkan biaya ataupun tenaga. Pasti kita penasaran amalan apakah itu yang sangat ringan dilakukan tapi berat timbangannya?
Rasulullah ﷺ bersabda:
حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أخرجه البخاري
Artinya: “Abu Hurairah berkata: “Nabi bersabda: ‘Dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lidah, tetapi sangat berat di timbangan amal, bahkan sangat disuka oleh Allah (Ar-Rahman), yaitu: ‘Subhanallahil azhim, subhanallahi wa bihamdihi.” (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-80, Kitab Do’a bab ke-65, bab keutamaan tasbih)
Dari hadits tersebut kita dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ tentang amalan yang hanya dilakukan dengan lisan, tetapi kelak di akhirat sangat berat timbangannya. Dua kalimat ini merupakan kalimat yang sangat mudah sekali diucapkan, kita bisa melakukannya dalam berbagai kondisi, baik itu sedang bekerja, duduk, tiduran, ataupun melakukan aktivitas lainnya. Kita juga bisa melakukannya di segala tempat, selagi tempat itu bukan tempat yang dilarang untuk berdzikir.
Kemudian dalam hadits lain juga dikabarkan tentang keutamaan dari mengamalkan dua kalimat ini.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ الله العَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ, غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ في الجَنَّةِ
Artinya: “Barangsiapa mengucapkan, ‘Mahasuci Allah Yang Maha Agung dan dengan segala pujian bagi-Nya’, maka akan ditanamkan baginya sebatang pohon di surga. (HR. At-Tirmidzi)
Jama’ah salat tarawih Rahimakumullah…
Setelah mengetahui begitu besar keutamaan dari kalimat subhanallahil’adzim wabihamdihi, apakah kita masih enggan untuk mengucapkan dua kalimat tersebut? Bukankan kita termasuk orang-orang yang senantiasa mencari amalan-amalan yang ringan tapi memiliki keutamaan yang sangat besar?
Oleh karena itu mari kita sama-sama ladzimi amalan ini, mari kita sebarkan keutamaan dari mengucapkan subhanallahil’adzim wabihamdihi kepada saudara muslim kita. Terutama kita mulai kepada orang terdekat kita, bisa kita mulai kepada keluarga, tetangga, murid, dan orang terdekat lainnya.
Alangkah indahnya jika seluruh umat muslim meladzimi dzikir subhanallahil’adzim wabihamdihi di setiap keadaan, daripada lisan kita selalu digunakan untuk mengumpat atau membicarakan keburukan orang lain? Lebih baik kita berdzikir, apalagi di bulan suci Ramadhan ini di mana seluruh amalan yang kita lakukan Allah lipat gandakan pahalanya, semoga Allah terima seluruh amal baik kita dan Allah senantiasa menjaga lisan kita dari perkataan-perkataan yang sia-sia.
Kesimpulan:
Dalam perjalanan kita sebagai umat Muslim, mencari amalan yang ringan namun memiliki pahala yang besar di sisi Allah adalah hal yang sangat diinginkan. Rasulullah ﷺ telah mengajarkan kita dua kalimat sederhana, “Subhanallahil azhim” dan “Subhanallahi wa bihamdihi,” yang tidak hanya mudah diucapkan, tetapi juga memiliki berat yang luar biasa di timbangan amal kita. Dengan mengamalkan dzikir ini, kita tidak hanya mendapatkan pahala yang berlipat ganda, terutama di bulan suci Ramadhan, tetapi juga berpotensi menanamkan pohon di surga. Mari kita jadikan dzikir ini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari kita, menyebarkannya kepada orang-orang terdekat, dan menggantikan ucapan yang tidak bermanfaat dengan kalimat yang penuh berkah. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjaga lisan kita dari perkataan yang sia-sia. Dengan demikian, kita dapat menjalani hidup yang lebih bermakna dan penuh dengan keberkahan.




