Senin, 21 Juli 2025 — Masjid Baitul Makmur Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah dipenuhi ratusan santri yang bersiap memulai lembaran baru dalam perjalanan ilmu dan tarbiyah. Acara ini menjadi pembuka resmi tahun ajaran 2025–2026, sebagai momentum menyambung ruh perjuangan, memperbaharui niat, dan menyalakan kembali semangat menuntut ilmu bersama para asatidzah yang akan menjadi pendamping ruhani para santri sepanjang tahun.
Acara dibuka dengan tausiyah penuh hikmah dari Dr. KH. Ustadz Mustaqim Safar. Dalam nasihatnya, beliau menyampaikan lima poin penting sebagai bekal awal para penuntut ilmu:
- Mengajak untuk Bersyukur – Menggerakkan seluruh nikmat dan potensi dengan ungkapan kalimat thayyibah, serta menggunakannya di jalan Allah sebagai bentuk syukur yang hakiki.
- Melahirkan Ulama Tidak Bisa Direkayasa – Ilmu sejati lahir dari ketekunan, keikhlasan, dan proses panjang yang tidak bisa dipaksakan atau dibuat-buat.
- Ajak Santri Move On – Tinggalkan masa lalu yang tidak mendukung perjalanan ilmiah. Kini saatnya memulai dengan tekad baru dan semangat yang segar.
- Manfaatkan Lembaran Awal dengan Baik – Jangan menunda-nunda kebaikan. Beliau mengutip nasihat Ibnu Atha’illah Al-Iskandari:
“Barangsiapa yang tidak mempunyai permulaan yang bergairah (semangat), maka dia tidak akan mempunyai akhir yang cerah penuh harapan.” - Tarbiyah adalah Pembiasaan – Perubahan besar lahir dari kebiasaan kecil yang terus dilatih.
“Barangsiapa yang terbiasa terhadap sesuatu maka dia akan dikenal dengannya, dan mati di atas kebiasaan tersebut.”

Usai tausiyah, acara dilanjutkan dengan pembacaan dan perkenalan para asatidzah serta struktur kepengurusan pesantren, yang dipandu oleh Ustadz Qosdi Ridwanullah selaku Mudir Ma’had. Wajah-wajah para pembimbing diperkenalkan satu per satu — mereka yang bukan hanya mengajar, tapi membina adab, menuntun hati, dan mendampingi langkah para santri menuju kedewasaan ilmu dan amal.

Acara ditutup dengan pemberian hadiah akademik kepada para santri berprestasi di tahun sebelumnya. Ini menjadi bentuk apresiasi serta pemantik motivasi untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan menjadi teladan di lingkungan pesantren.

Majlis pembuka ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah awal penuh harapan. Sebuah awal yang semoga menjadi awal yang bergairah, yang akan berbuah pada akhir yang penuh keberkahan.
Semoga langkah kecil hari ini menjadi bagian dari perjalanan besar menuju ridha Allah.




