Blagung, 30 Oktober 2025 — Malam yang hangat di lapangan Prasasti STI berubah menjadi panggung kemeriahan dan kebanggaan, saat Syu‘bah Ta’shīl ‘Ilmi Darusy Syahadah menggelar Festival Bahasa Arab yang memadukan keilmuan, seni, dan semangat dakwah dalam satu perayaan inspiratif.


Sejak ba’da Isya, para santri dan asatidz berkumpul memenuhi area lapangan dengan antusias. Lampu-lampu panggung berpendar menerangi wajah-wajah penuh semangat para peserta yang siap menampilkan karya terbaik mereka. Dari mimbar khutbah hingga panggung drama, dari lantunan sastra Arab hingga merdunya nasyid santri—semuanya berpadu dalam satu ruh yang sama: hubbul lughah al-‘Arabiyyah, cinta kepada bahasa Al-Qur’an.


Salah satu yang paling menyita perhatian malam itu adalah penampilan cosplay bertema tokoh-tokoh Arab dan sejarah Islam. Para santri tampil dengan penuh totalitas, menghadirkan sosok-sosok inspiratif dari masa keemasan Islam seperti Ibnu Sina, Shalahuddin Al-Ayyubi, hingga Imam Asy-Syafi‘i. Dengan bahasa Arab yang fasih dan ekspresi penuh penghayatan, mereka tak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan pesan keilmuan dan keteladanan sejarah kepada sesama santri.


Festival ini bukan sekadar ajang hiburan atau perlombaan, melainkan perayaan kreativitas dan ruh keilmuan. Dalam semangat “Merawat Ilmu, Menyambung Perjuangan,” para santri membuktikan bahwa bahasa Arab bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi jembatan menuju pemahaman agama dan warisan intelektual Islam yang agung.

Salah satu panitia pelaksana menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta. “Alhamdulillah, malam ini bukan hanya tentang penampilan, tapi tentang bagaimana santri berani berbicara, menulis, dan mengekspresikan diri dengan bahasa yang menjadi kunci peradaban Islam,” ujarnya.
Suasana penuh semangat itu ditutup dengan doa dan gema takbir yang menggema dari seluruh peserta, menjadi simbol rasa syukur atas terselenggaranya acara penuh makna ini.
Dari STI untuk umat, dari santri untuk peradaban—Festival Bahasa Syu‘bah Ta’shīl ‘Ilmi menjadi bukti bahwa bahasa Arab tetap hidup, berkembang, dan terus menjadi sumber inspirasi dalam membangun generasi berilmu dan beradab.




