Sukoharjo, 13 September 2026 — Komite Ma’had Darusy Syahadah (KMDS) Sukoharjo kembali menyelenggarakan pertemuan rutin bersama para wali santri dan masyarakat sekitar. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (13/9) tersebut bertempat di Masjid MI Al Islam Mranggen, Polokarto, Sukoharjo.
Pertemuan rutin ini menjadi salah satu sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara pihak pesantren, wali santri, dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan serta pembinaan generasi Islam.


Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KMDS Sukoharjo, Ustadz Nafsir, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengajak para wali santri untuk terus memperkuat kerja sama dengan pesantren dalam mendampingi pendidikan putra-putri mereka. Sinergi antara orang tua dan pesantren dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki ilmu, akhlak mulia, dan ketakwaan.
Selanjutnya, Takmir Masjid MI Al Islam Mranggen sekaligus tuan rumah kegiatan, Ustadz Kusnandar, menyampaikan sambutan dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan rutin KMDS yang turut menjadi sarana menjalin ukhuwah dan komunikasi di tengah masyarakat.

Memasuki acara inti, Mudir Pesantren Darusy Syahadah, Ustadz Qosdi, menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya peran orang tua dalam mendampingi pendidikan anak. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya memperbanyak doa, memberikan perhatian terhadap perkembangan anak, serta menanamkan kecintaan kepada Allah Ta’ala sebagai salah satu landasan utama dalam membentuk pribadi yang saleh.
Di antara doa yang beliau anjurkan untuk senantiasa diamalkan oleh para wali santri adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ كُلِّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنَا إِلَى حُبِّكَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيْنَا مِنْ أَنْفُسِنَا وَأَهْلِنَا وَأَمْوَالِنَا وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ عَلَى الظَّمَإِ، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta kepada setiap amal yang mendekatkan kami kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu lebih kami cintai daripada diri kami sendiri, keluarga kami, harta kami, dan bahkan lebih kami cintai daripada air yang dingin ketika kehausan.”
Doa tersebut menjadi salah satu doa yang dianjurkan untuk diamalkan oleh para wali santri sebagai bentuk ikhtiar dalam memohon pertolongan Allah Ta’ala. Dengan memohon kecintaan kepada Allah dan kecintaan terhadap amal-amal yang mendekatkan diri kepada-Nya, orang tua berharap agar putra-putri mereka tumbuh menjadi generasi yang kokoh akidahnya, mulia akhlaknya, istiqamah dalam menuntut ilmu, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian informasi dari panitia, sesi lain-lain, dan diskusi bersama. Pertemuan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Semoga kegiatan rutin KMDS Sukoharjo dapat terus menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi antara pesantren, wali santri, dan masyarakat. Semoga Allah Ta’ala memberikan keberkahan dalam setiap ikhtiar bersama serta menjadikan generasi yang dididik di Pesantren Darusy Syahadah sebagai generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi umat. Aamiin.




